Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS KUALITAS MADU Tetragonula biroi DAN Tetragonula sapiens ASAL KECAMATAN WAWONII BARAT KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN

View through CrossRef
Abstrak: Tetragonula biroi dan Tetragonula sapiens merupakan lebah tanpa sengat penghasil madu yang khas dengan rasa agak berbeda dari madu lebah lainnya. Madu ini cenderung memiliki rasa yang sedikit asam.  Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas madu Tetragonula biroi dan Tetragonula sapiens yakni Kadar Air, Kadar Abu, Kadar Hidroksimetilfulfural (HMF), dan kadar Fruktosa. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2021 hingga Januari 2022 di Kawasan Hutan Produksi Terbatas Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan. Metode penelitian menggunakan metode purposive sampling yang mengacu pada keberadaan sarang Tetragonula biroi dan Tetragonula sapiens di lapangan.  Selanjutnya analisis kualitas madu menggunakan metode laboratorium.  Hasil uji laboratorium kemudian dibandingkan dengan standar kualitas madu SNI 8664:2018.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu Lebah Tetragonula biroi memiliki Kadar Air 11.915 % sedangkan madu Lebah Tetragonula sapiens 9.645 %.  Kadar air madu kedua jenis tersebut kategori memenuhi standar SNI (SNI: Kadar air <22 %).  Kadar Abu madu Lebah T biroi 0.17% sedangkan T sapiens 0.23%.  Kadar abu madu kedua jenis tersebut kategori memenuhi standar SNI (SNI: Kadar abu <0.5 %).  Kadar HMF madu Lebah T biroi 1.575 mg/kg sedangkan T sapiens 2.325 mg/kg.  Kadar HMF madu kedua jenis tersebut kategori memenuhi standar SNI (SNI: Kadar HMF <50.00 mg/kg.  Kadar Fruktosa Lebah T biroi 46.27 % sedangkan T sapiens 42.785 %.  Kadar Fruktosa madu kedua jenis tersebut kategori belum sesuai standar SNI (SNI: Kadar Fruktosa > 65 %).
Universitas Halu Oleo - Faculty of Forestry and Environmental Sciences
Title: ANALISIS KUALITAS MADU Tetragonula biroi DAN Tetragonula sapiens ASAL KECAMATAN WAWONII BARAT KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN
Description:
Abstrak: Tetragonula biroi dan Tetragonula sapiens merupakan lebah tanpa sengat penghasil madu yang khas dengan rasa agak berbeda dari madu lebah lainnya.
Madu ini cenderung memiliki rasa yang sedikit asam.
 Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas madu Tetragonula biroi dan Tetragonula sapiens yakni Kadar Air, Kadar Abu, Kadar Hidroksimetilfulfural (HMF), dan kadar Fruktosa.
Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2021 hingga Januari 2022 di Kawasan Hutan Produksi Terbatas Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan.
Metode penelitian menggunakan metode purposive sampling yang mengacu pada keberadaan sarang Tetragonula biroi dan Tetragonula sapiens di lapangan.
  Selanjutnya analisis kualitas madu menggunakan metode laboratorium.
  Hasil uji laboratorium kemudian dibandingkan dengan standar kualitas madu SNI 8664:2018.
  Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu Lebah Tetragonula biroi memiliki Kadar Air 11.
915 % sedangkan madu Lebah Tetragonula sapiens 9.
645 %.
  Kadar air madu kedua jenis tersebut kategori memenuhi standar SNI (SNI: Kadar air <22 %).
  Kadar Abu madu Lebah T biroi 0.
17% sedangkan T sapiens 0.
23%.
  Kadar abu madu kedua jenis tersebut kategori memenuhi standar SNI (SNI: Kadar abu <0.
5 %).
  Kadar HMF madu Lebah T biroi 1.
575 mg/kg sedangkan T sapiens 2.
325 mg/kg.
  Kadar HMF madu kedua jenis tersebut kategori memenuhi standar SNI (SNI: Kadar HMF <50.
00 mg/kg.
  Kadar Fruktosa Lebah T biroi 46.
27 % sedangkan T sapiens 42.
785 %.
  Kadar Fruktosa madu kedua jenis tersebut kategori belum sesuai standar SNI (SNI: Kadar Fruktosa > 65 %).

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA WAWONII
MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA WAWONII
Maksim Kesantunan Berbahasa Wawonii yang dilakukan di Desa Munse Kecamatan Wawonii Timur, penulisan ini dilatarbelakangi penggunaan bahasa daerah yang saat ini kerap menggunakan ba...
Rancang bangun alat pemanen madu lebah tanpa sengat (Trigonasp.)
Rancang bangun alat pemanen madu lebah tanpa sengat (Trigonasp.)
Madu merupakan salah satu sumber daya alam yang berasal dari hewan lebah dan memiliki berbagai manfaat bagi manusia. Di Indonesia, lebah penghasil madu yang sering dibudidayakan ad...
POTENSI RADICAL SCAVENGING DAN AKTIVITAS ANTI-INFLAMASI MELALUI PENGHAMBATAN NITRIC OXIDE DARI MADU HUTAN ASAL KABUPATEN KONAWE
POTENSI RADICAL SCAVENGING DAN AKTIVITAS ANTI-INFLAMASI MELALUI PENGHAMBATAN NITRIC OXIDE DARI MADU HUTAN ASAL KABUPATEN KONAWE
Madu hutan dikenal sebagai produk alami yang kaya akan berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan fenolik, yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Kabupaten Ko...
EFEKTIVITAS JENIS-JENIS MADU (MADU HUTAN, MADU KELULUT DAN MADU TERNAK) TERHADAP KADAR GULA DARAH”
EFEKTIVITAS JENIS-JENIS MADU (MADU HUTAN, MADU KELULUT DAN MADU TERNAK) TERHADAP KADAR GULA DARAH”
Background: Diabetes Militus is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia or an increase in blood sugar that occurs due to abnormal insulin secretion. Diabetes M...
KONTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT KELOMPOK TANI LEBAH DALAM PEMBUDIDAYAAN LEBAH MADU TRIGONA SP DI DESA ABENGGI KECAMATAN LANDONO
KONTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT KELOMPOK TANI LEBAH DALAM PEMBUDIDAYAAN LEBAH MADU TRIGONA SP DI DESA ABENGGI KECAMATAN LANDONO
Madu merupakan salah satu hasil hutan non kayu yang sudah lama dimanfaatkan di Indonesia. Salah satu jenis lebah penghasil madu yang ada di Indonesia adalah lebah trigona. Madu mer...
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MADU HITAM PAHIT DAN MADU HITAM MANIS TERHADAP Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MADU HITAM PAHIT DAN MADU HITAM MANIS TERHADAP Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
Telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri madu hitam pahit dan madu hitam manis terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara in vitro. Tujuan penelitian...
PEMBUATAN SABUN MADU BAGI MASYARAKAT PETANI LEBAH MADU
PEMBUATAN SABUN MADU BAGI MASYARAKAT PETANI LEBAH MADU
Madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) unggulan di Kabupaten Tanah Laut yang ditetapkan melalui Keputusan Bupati Tanah Laut Nomor 188.45/463-KUM/2013 tanggal 10 Se...

Back to Top