Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Proses Penciptaan Komposisi Musik “PEDHOT” untuk Violin dan Piano karya Eki Satria

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses penyusunan komposisi musik melalui gagasan yang bersifat empiris. Penulis menyoroti kejadian yang kerap dijumpai dalam sebuah konser atau resital instrumen string terutama violin, yakni kejadian berupa putusnya dawai saat pertunjukan berlangsung. Dari pengamatan ini, penulis memiliki gagasan untuk menyusun komposisi musik dimana putusnya dawai justru menjadi bagian yang terkonsep dalam sebuah pertunjukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan melalui tiga tahapan, yakni studi pustaka, observasi dan eksperimentasi. Dalam prosesnya, realisasi putusnya dawai dalam komposisi ini terdapat di bagian akhir dari codetta sebagai penutup karya. Sedangkan olah kreatif yang dilakukan berdasarkan kata “Pedhot” (putus) itu sendiri, dimanfaatkan dalam penyusunan bentuk musik yang disusun secara terputus-putus, yakni dari semifrase satu ke semifrase berikutnya secara bertahap hingga keseluruhan semifrase tersusun lengkap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses kreatif dalam penyusunan komposisi musik “Pedhot”, serta menjadi salah satu referensi dan informasi tentang bagaimana proses sebuah komposisi musik diciptakan. Meskipun komposisi musik sangat erat dengan sifat kesubjektifitasannya, namun dengan dituliskan dalam sebuah kajian artikel ilmiah akan membawa sebuah komposisi musik ke wilayah obkejtifitas berdasarkan koridor keilmuan.
Title: Proses Penciptaan Komposisi Musik “PEDHOT” untuk Violin dan Piano karya Eki Satria
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses penyusunan komposisi musik melalui gagasan yang bersifat empiris.
Penulis menyoroti kejadian yang kerap dijumpai dalam sebuah konser atau resital instrumen string terutama violin, yakni kejadian berupa putusnya dawai saat pertunjukan berlangsung.
Dari pengamatan ini, penulis memiliki gagasan untuk menyusun komposisi musik dimana putusnya dawai justru menjadi bagian yang terkonsep dalam sebuah pertunjukan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan melalui tiga tahapan, yakni studi pustaka, observasi dan eksperimentasi.
Dalam prosesnya, realisasi putusnya dawai dalam komposisi ini terdapat di bagian akhir dari codetta sebagai penutup karya.
Sedangkan olah kreatif yang dilakukan berdasarkan kata “Pedhot” (putus) itu sendiri, dimanfaatkan dalam penyusunan bentuk musik yang disusun secara terputus-putus, yakni dari semifrase satu ke semifrase berikutnya secara bertahap hingga keseluruhan semifrase tersusun lengkap.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses kreatif dalam penyusunan komposisi musik “Pedhot”, serta menjadi salah satu referensi dan informasi tentang bagaimana proses sebuah komposisi musik diciptakan.
Meskipun komposisi musik sangat erat dengan sifat kesubjektifitasannya, namun dengan dituliskan dalam sebuah kajian artikel ilmiah akan membawa sebuah komposisi musik ke wilayah obkejtifitas berdasarkan koridor keilmuan.

Related Results

Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Music Theraphy
Music Theraphy
Berbagai permasalahan dalam pelaksanaan layanan konseling dialami konselor sekolah. Konselor belum mampu menerapkan konseling yang memiliki dampak yang signifikan bagi perubahan ti...
Violin miniature in creativity by Liudmila Shukailo: features of the genre interpretation
Violin miniature in creativity by Liudmila Shukailo: features of the genre interpretation
Background. Rapidness of information flows of contemporary life enforces to concentrate a significant amount of information in small formats. This fact meaningfully increases socia...
Robot Pemain Piano
Robot Pemain Piano
Piano adalah sebuah instrumen musik atau alat musik akustik yang berbunyi karena senar atau dawai yang dipukul oleh palu. Robot pemain piano merupakan suatu teknologi yang dapat be...
REFLEKSI PENCIPTAAN TEATRIKAL TARI GOOD ANRONG
REFLEKSI PENCIPTAAN TEATRIKAL TARI GOOD ANRONG
REFLEKSI PENCIPTAAN TEATRIKAL TARI GOOD ANRONG (Muhammad Ibnu Sholihin,2022) Skripsi Program Studi S-1 Jurusan Seni Tari Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakart...
Dance Composition Music Urip Ing Geni | Komposisi Musik Tari Urip Ing Geni
Dance Composition Music Urip Ing Geni | Komposisi Musik Tari Urip Ing Geni
Karya karawitan musik tari “ Urip Ing Geni” terwujud disebabkan betapa pentingnya peranan api atau Agni dalam kehidupan umat hindu. Terinspirasi dari kehidupan sehari hari-hari dal...
GEDUNG MUSIK BANDA ACEH
GEDUNG MUSIK BANDA ACEH
Musik adalah bahasa manusia, karena dengan musik kita dapat mengekspresikan kemauan, atau isi hati kita tanpa harus mengerti terlebih dahulu bahasa yang dipakai oleh mereka yang me...
GITAR TUNGGAL LAMPUNG PESISIR: SEBUAH IDENTITAS DAN LANSKAP PENDIDIKAN MUSIK INFORMAL YANG BERBASIS KELOKALAN
GITAR TUNGGAL LAMPUNG PESISIR: SEBUAH IDENTITAS DAN LANSKAP PENDIDIKAN MUSIK INFORMAL YANG BERBASIS KELOKALAN
Gitar tunggal Lampung terdiri atas dua gaya, yakni pesisir dan pepadun. Diantara kedua gaya tersebut, peneliti melihat fakta-fakta unik yang terjadi pada gitar tunggal bergaya pesi...

Back to Top