Javascript must be enabled to continue!
Nasionalis Pembaru Tanpa Kegaduhan: Biografi Manusiawi Sultan Hamengku Buwono IX
View through CrossRef
Ada satu hal yang selalu membekas setiap kali selesai membaca biografi, yaitu muncul kesan betapa pentingnya setiap figur itu di dalam proses sejarah yang dijalaninya. Setiap tokoh yang ada di dalam biografi itu selalu dihadirkan sebagai keutuhan diri yang sempurna, seseorang yang seakan-akan tidak pernah memiliki kekurangan layaknya seperti malaikat. Masing-masing tokoh hadir dengan kebesaran diri yang luar biasa, dan bahkan dalam banyak hal cenderung digambarkan melampaui kenyataan diri sebagai manusia, atau paling tidak seperti manusia super. Akibatnya, intersubjektivitas dalam penulisan sejarah dan mitologisasi atas figur yang menjadi objek tulisan tidak dapat dihindari. Perbedaan antara sejarah sebagai historiografi yang merupakan konstruksi atas kenyataan yang terjadi di masa lalu dengaan mitos yang dipenuhi oleh subjektivitas normatif dan sarat dengan kepentingan legitimatif, menjadi sangat tipis. Dalam banyak kasus bahkan sejarah dan mitos bercampur aduk menjadi satu, namun di dalam memori kolektif dipercaya benar-benar sebagai kenyataan masa lalu oleh masyarakatnya. Terlepas dari berbagai tinjauan kritis yang ada di dalam biografi ini, kebesaran Sultan Hamengku Buwono IX sebagai nasionalis dan pembaru baik dalam konteks sejarah Yogyakarta maupun sejarah Indonesia tetap lebih menonjol dan tidak tergantikan, harimau mati meninggalkan belang gajah mati meninggalkan gading manusia mati meninggalkan nama. Nama besar Sultan Hamengku Buwono IX sebagai nasionalis Indonesia sejati yang tidak pernah melupakan asal usul kejawamataramannya tidak akan hilang oleh tinjau kritis atas tindakan-tindakan politik dalam konteks masanya.
Title: Nasionalis Pembaru Tanpa Kegaduhan: Biografi Manusiawi Sultan Hamengku Buwono IX
Description:
Ada satu hal yang selalu membekas setiap kali selesai membaca biografi, yaitu muncul kesan betapa pentingnya setiap figur itu di dalam proses sejarah yang dijalaninya.
Setiap tokoh yang ada di dalam biografi itu selalu dihadirkan sebagai keutuhan diri yang sempurna, seseorang yang seakan-akan tidak pernah memiliki kekurangan layaknya seperti malaikat.
Masing-masing tokoh hadir dengan kebesaran diri yang luar biasa, dan bahkan dalam banyak hal cenderung digambarkan melampaui kenyataan diri sebagai manusia, atau paling tidak seperti manusia super.
Akibatnya, intersubjektivitas dalam penulisan sejarah dan mitologisasi atas figur yang menjadi objek tulisan tidak dapat dihindari.
Perbedaan antara sejarah sebagai historiografi yang merupakan konstruksi atas kenyataan yang terjadi di masa lalu dengaan mitos yang dipenuhi oleh subjektivitas normatif dan sarat dengan kepentingan legitimatif, menjadi sangat tipis.
Dalam banyak kasus bahkan sejarah dan mitos bercampur aduk menjadi satu, namun di dalam memori kolektif dipercaya benar-benar sebagai kenyataan masa lalu oleh masyarakatnya.
Terlepas dari berbagai tinjauan kritis yang ada di dalam biografi ini, kebesaran Sultan Hamengku Buwono IX sebagai nasionalis dan pembaru baik dalam konteks sejarah Yogyakarta maupun sejarah Indonesia tetap lebih menonjol dan tidak tergantikan, harimau mati meninggalkan belang gajah mati meninggalkan gading manusia mati meninggalkan nama.
Nama besar Sultan Hamengku Buwono IX sebagai nasionalis Indonesia sejati yang tidak pernah melupakan asal usul kejawamataramannya tidak akan hilang oleh tinjau kritis atas tindakan-tindakan politik dalam konteks masanya.
.
Related Results
Busana Sultan Hamengku Buwono IX dalam Perspektif Integrasi Struktural
Busana Sultan Hamengku Buwono IX dalam Perspektif Integrasi Struktural
Sultan Hamengku Buwana IX merupakan seorang raja keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang melewati tiga zaman, antara lain: masa pemerintahan Kolonial Hindia Belanda, masa...
ESTETIKA TARI SRIMPI RANGGA JANUR PADA MASA SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO VIII DI KRATON YOGYAKARTA
ESTETIKA TARI SRIMPI RANGGA JANUR PADA MASA SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO VIII DI KRATON YOGYAKARTA
Srimpi atau Serimpi merupakan suatu komposisi tari putri gaya Yogyakarta yang pada umumnya didukung oleh empat orang penari. Srimpi Rangga Janur merupakan tari klasik gaya Yogyakar...
Kyai Hardawalika: Mistisisme Jawa Mataram dan Kemelut Suksesi Takhta Sultan Hamengku Buwana VII (1877-1921)
Kyai Hardawalika: Mistisisme Jawa Mataram dan Kemelut Suksesi Takhta Sultan Hamengku Buwana VII (1877-1921)
This research examined the manuscript of Pranatan Yogyakarta Hadiningrat recording the coronation ceremony of Pangeran Juminah as crown prince on 11 November 1895. The event took p...
Sultan Yakub’un Sultan Beyazıt Han’a Şeyh Haydar’ı öldürdüğünü bildirdiği mektubu ve Sultan Beyazıt Han’ın Sultan Yakub’a cevabı
Sultan Yakub’un Sultan Beyazıt Han’a Şeyh Haydar’ı öldürdüğünü bildirdiği mektubu ve Sultan Beyazıt Han’ın Sultan Yakub’a cevabı
This study consists of a letter from Sultan Yakub, found in Feridun Bey, Mecmua-yı Münşeatü’s-Selâtîn, Volume I, reporting the murder of Sheikh Haydar, and the response to this let...
CELAYIRLI EMİRÜ’L-ÜMERALIĞINDAN EMİR TİMUR’UN TABİİYETİNE: EMİR ADİL AKA’NIN SERENCAMI
CELAYIRLI EMİRÜ’L-ÜMERALIĞINDAN EMİR TİMUR’UN TABİİYETİNE: EMİR ADİL AKA’NIN SERENCAMI
İlhanlı Devleti’nin yıkılışıyla birlikte Bağdat merkezli kurulan Celayırlı Devleti, Sultan Şeyh Üveys (h. 1356-1374) döneminde İlhanlıların varisi olarak onların topraklarının nere...
Seat of the Divine Preserver: Prabudewa Iconographies of the Hamengku Buwana Dynasty
Seat of the Divine Preserver: Prabudewa Iconographies of the Hamengku Buwana Dynasty
For more than two-and-a-half centuries, the Sultanate of Yogyakarta has been under the rule of one dynasty of sultans called the Hamengku Buwana. The key to such an everlasting rul...
Online Mass Media As Arena of Sultanah Discourse
Online Mass Media As Arena of Sultanah Discourse
In the year 2015 King of the Kraton Yogyakarta in succession issued Sabda Raja, Dawuh Raja, and Sabdajejering Raja which caused a polemic in Yogyakarta society. Sri Sultan Hamengku...
WAYANG BEBER KARYA PUJIANTO KASIDI STUDI BIOGRAFI DAN ESTETIKA
WAYANG BEBER KARYA PUJIANTO KASIDI STUDI BIOGRAFI DAN ESTETIKA
Penelitian ini membahas tentang biografi dan estetika wayang beber karya Pujianto Kasidi. Dalam penelitian ini menggunakan 2 pendekatan yaitu pendekatan biografi dan estetika. Biog...

