Javascript must be enabled to continue!
EVALUASI KERASIONALAN INDIKATOR PERESEPAN WHO DI APOTEK KOTA SEMARANG TAHUN 2022
View through CrossRef
Resep adalah permintaan tertulis dari seorang dokter, dokter gigi dan dokter hewan kepada apoteker, baik dalam bentuk tulisan tangan ataupun cetakan komputer yang tujuannya adalah untuk menyediakan dan menyerahkan obat kepada pasien. Penggunaan obat rasional terdiri dari 3 indikator utama, salah satunya indicator peresepan menurut WHO, 1993. Parameter indicator tersebut diantaranya rata-rata jumlah item obat per lembar resep, persentase peresepan obat dengan nama generik, persentase peresepan antibiotik, persentase peresepan sediaan injeksi, persentase peresepan obat yang sesuai dengan DOEN. Tujuan penelitian untuk mengetahui kerasionalan peresepan obat berdasarkan indikator WHO di kota Semarang. Objek penelitian, yang digunakan adalah lembar resep di 3 apotek Kota Semarang selama bulan April-Juli 2022. Sample yang digunakan adalah semua resep yang ada di 3 Apotek Kota Semarang pada periode April-Juni 2022 yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi penelitian adala resep yang masuk di 3 Apotek Kota Semarang dan tidak berupa resep racik. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil peneltian didapat rata-rata jumlah iten resep per lembar resep 3.38, % obat dengan nama generik 81,80%, % peresepan antibiotika 42,25%.Kata Kunci : Indikator peresepan, antibiotik, generik, injeksi
Universitas Wahid Hasyim Semerang
Title: EVALUASI KERASIONALAN INDIKATOR PERESEPAN WHO DI APOTEK KOTA SEMARANG TAHUN 2022
Description:
Resep adalah permintaan tertulis dari seorang dokter, dokter gigi dan dokter hewan kepada apoteker, baik dalam bentuk tulisan tangan ataupun cetakan komputer yang tujuannya adalah untuk menyediakan dan menyerahkan obat kepada pasien.
Penggunaan obat rasional terdiri dari 3 indikator utama, salah satunya indicator peresepan menurut WHO, 1993.
Parameter indicator tersebut diantaranya rata-rata jumlah item obat per lembar resep, persentase peresepan obat dengan nama generik, persentase peresepan antibiotik, persentase peresepan sediaan injeksi, persentase peresepan obat yang sesuai dengan DOEN.
Tujuan penelitian untuk mengetahui kerasionalan peresepan obat berdasarkan indikator WHO di kota Semarang.
Objek penelitian, yang digunakan adalah lembar resep di 3 apotek Kota Semarang selama bulan April-Juli 2022.
Sample yang digunakan adalah semua resep yang ada di 3 Apotek Kota Semarang pada periode April-Juni 2022 yang memenuhi kriteria inklusi.
Kriteria inklusi penelitian adala resep yang masuk di 3 Apotek Kota Semarang dan tidak berupa resep racik.
Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah pengambilan sampel secara purposive sampling.
Hasil peneltian didapat rata-rata jumlah iten resep per lembar resep 3.
38, % obat dengan nama generik 81,80%, % peresepan antibiotika 42,25%.
Kata Kunci : Indikator peresepan, antibiotik, generik, injeksi .
Related Results
PENILAIAN POLA PENGGUNAAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR PERESEPAN WHO DI RSUD Ir SOEKARNO SUKOHARJO
PENILAIAN POLA PENGGUNAAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR PERESEPAN WHO DI RSUD Ir SOEKARNO SUKOHARJO
PENILAIAN POLA PENGGUNAAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR PERESEPAN WHO DI RSUD Ir SOEKARNO SUKOHARJO
ASSESSMENT OF DRUG USAGE PATTERN BASED ON THE PRESCRIPTION INDICATOR IN THE ...
KEPASTIAN HUKUM APOTEK RAKYAT DAN PEKERJAAN KEFARMASIAN
KEPASTIAN HUKUM APOTEK RAKYAT DAN PEKERJAAN KEFARMASIAN
Apotek merupakan tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian, penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Pekerjaan kefarmasiaan meliputi pembuatan...
Analisis Kualitas Pelayanan, Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana (Studi Kasus Apotek “X’ Kota Semarang)
Analisis Kualitas Pelayanan, Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana (Studi Kasus Apotek “X’ Kota Semarang)
Kualitas pelayanan merupakan dasar yang paling penting untuk mengetahui kepuasan pelanggan. Suatu perusahaan yang baik dinilai apabila berhasil menawarkan barang / jasa sesuai deng...
Analisis Penyebab Ketidakpuasan Konsumen Apotek Sanjaya
Analisis Penyebab Ketidakpuasan Konsumen Apotek Sanjaya
Tujuan_tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya ketidakpuasan konsumen di Apotek Sanjaya, untuk mengetahui dampak atau akibat dari ketidakpuasan konsume...
Capaian Nilai Indikator Mutu Evaluasi Penggunaan Obat Beberapa Puskesmas Kota/Kabupaten Bandung
Capaian Nilai Indikator Mutu Evaluasi Penggunaan Obat Beberapa Puskesmas Kota/Kabupaten Bandung
Capaian mutu pelayanan kefarmasian mencerminkan tingkat keunggulan serta menjadi jaminan penggunaan obat yang rasional dan keselamatan pasien. Salah satu sarana pelayanan kefarmasi...
Pola Peresepan Analgetik Di Apotek Kimia Farma No. 64 Yogyakarta Tahun 2019
Pola Peresepan Analgetik Di Apotek Kimia Farma No. 64 Yogyakarta Tahun 2019
Pemilihan obat analgetik untuk mengurangi rasa nyeri harus tepat agar tercapai efek terapiyang diinginkan. Pola resep yang salah pada analgetik juga sering mengakibatkan efek sampi...
ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN OBAT DENGAN METODE HOT-FIT DI APOTEK K24 KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG
ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN OBAT DENGAN METODE HOT-FIT DI APOTEK K24 KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG
Semakin berkembangnya zaman, membuat apotek membutuhkan suatu teknologi informasi yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, dan memproses dari data dan menghasilkan informasi y...
Perancangan Sistem Rekomendasi Apotek di Wilayah Kota Singaraja
Perancangan Sistem Rekomendasi Apotek di Wilayah Kota Singaraja
Singaraja merupakan salah satu kota yang terletak di wilayah Bali Utara. Wilayah Kota Singaraja khususnya banyak terdapat apotek-apotek yang berbeda-beda. Sangat membingungkan jika...

