Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penguatan Berpikir Kritis Santri Melalui Bahtsul MasᾹil

View through CrossRef
Artikel ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses penguatan berpikir kritis serta dampaknya bagi santri di pondok pesanten Al Utsmani Kajen Pekalongan melalui kegiatan bahtsul masᾱil. Hal ini mengingat berpikir kritis merupakan kemampuan yang dapat mengarahkan seseorang tepat dalam berpikir dan dapat menentukan sesuatu dengan akurat. Seseorang yang memiliki kemampuan berpikir kritis dapat memberikan jawaban dan argumen yang logis berdasarkan keilmuan yang dimilikinya. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam artikel ini adalah ketua pelaksana kegiatan bahtsul masᾱil, moderator, dan santri yang mengikuti kegiatan bahtsul masᾱil di pondok pesantren Al Utsmani Kajen Pekalongan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan berpikir kritis santri melalui kegiatan bahtsul masᾱil terbagai menjadi dua yaitu upaya santri sebelum kegiatan bahtsul masᾱil dan upaya santri dalam kegiatan pada saat terlaksananya kegiatan bahtsul masᾱil. Adapun dampak positif santri yang mengikuti kegiatan bahtsul masᾱil, yaitu menciptakan rasa percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki, menghargai keragaman pendapat, melatih mental, membangkitkan semangat belajar para santri dan mengukur tingkat pengetahuan.
Title: Penguatan Berpikir Kritis Santri Melalui Bahtsul MasᾹil
Description:
Artikel ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses penguatan berpikir kritis serta dampaknya bagi santri di pondok pesanten Al Utsmani Kajen Pekalongan melalui kegiatan bahtsul masᾱil.
Hal ini mengingat berpikir kritis merupakan kemampuan yang dapat mengarahkan seseorang tepat dalam berpikir dan dapat menentukan sesuatu dengan akurat.
Seseorang yang memiliki kemampuan berpikir kritis dapat memberikan jawaban dan argumen yang logis berdasarkan keilmuan yang dimilikinya.
Artikel ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.
Sumber data dalam artikel ini adalah ketua pelaksana kegiatan bahtsul masᾱil, moderator, dan santri yang mengikuti kegiatan bahtsul masᾱil di pondok pesantren Al Utsmani Kajen Pekalongan.
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi.
Sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data, dan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan berpikir kritis santri melalui kegiatan bahtsul masᾱil terbagai menjadi dua yaitu upaya santri sebelum kegiatan bahtsul masᾱil dan upaya santri dalam kegiatan pada saat terlaksananya kegiatan bahtsul masᾱil.
Adapun dampak positif santri yang mengikuti kegiatan bahtsul masᾱil, yaitu menciptakan rasa percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki, menghargai keragaman pendapat, melatih mental, membangkitkan semangat belajar para santri dan mengukur tingkat pengetahuan.

Related Results

Pembelajaran Bahtsul Kutub di Pondok Pesantren Darussalam Kasomalang Subang
Pembelajaran Bahtsul Kutub di Pondok Pesantren Darussalam Kasomalang Subang
Abstract. This research aims to evaluate Bahtsul Polar learning at the Darussalam Islamic Boarding School. Bahtsul Polar, as a method of studying classical Islamic books, has an im...
Komunikasi Ustadz-Santri dalam Meningkatkan Spiritualitas Keagamaan Mahasiswa
Komunikasi Ustadz-Santri dalam Meningkatkan Spiritualitas Keagamaan Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan: (1) menemukan kondisi spiritualitas keagamaan ustadz-santri di Ma’had Al-Jami’ah UIN SGD Bandung, (2)  menemukan pesan komunikasi Ustadz-Santri dalam...
Meningkatkan Critical thinking Santri Melalui Bahtsul Masail: A Scoping review
Meningkatkan Critical thinking Santri Melalui Bahtsul Masail: A Scoping review
Pentingnya sebuah keterampilan pada analisis cermat teks-teks keagamaan dan pengembangan argumen hukum yang kuat, santri di pondok pesantren diharapkan menunjukkan kemampuan berpik...
KARAKTERISTIK BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
KARAKTERISTIK BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
Latar Belakang: Karakteristik berpikir kritis dalam keperawatan pada prinsipnya merupakan suatu kesatuan dari berpikir ( thinking), merasakan (feeling), dan melakukan (doing).Tu...
PROSES BERPIKIR KRITIS: MODEL BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
PROSES BERPIKIR KRITIS: MODEL BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
Latar belakang: Berpikir kritis merupakan suatu konsep dasar yang terdiri dari proses mental seseorang untuk memperoleh suatu informasi agar proses keperawatan berjalan dengan lanc...
PROSES BERPIKIR KRITIS: MODEL BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
PROSES BERPIKIR KRITIS: MODEL BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
Latar belakang: Berpikir kritis merupakan suatu konsep dasar yang terdiri dari proses mental seseorang untuk memperoleh suatu informasi agar proses keperawatan berjalan dengan lanc...
PROSES BERPIKIR KRITIS: MODEL BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
PROSES BERPIKIR KRITIS: MODEL BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
Latar belakang: Berpikir kritis merupakan suatu konsep dasar yang terdiri dari proses mental seseorang untuk memperoleh suatu informasi agar proses keperawatan berjalan dengan lanc...
PROSES BERPIKIR KRITIS: MODEL BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
PROSES BERPIKIR KRITIS: MODEL BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
Latar belakang: Berpikir kritis merupakan suatu konsep dasar yang terdiri dari proses mental seseorang untuk memperoleh suatu informasi agar proses keperawatan berjalan dengan lanc...

Back to Top