Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERAN DISBIOSIS USUS PADA NONALCOHOLIC FATTY LIVER DISEASE

View through CrossRef
Latar Belakang: Nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) merupakan penyakit hati yang paling umum di dunia, dengan insiden mencapai 20%-30% di negara Barat. Penyakit ini ditandai oleh akumulasi lemak berlebihan di hepatosit. Diet memegang peran penting dalam memodulasi komposisi mikrobiota usus yang berdampak pada berbagai proses metabolisme manusia. Mikrobiota usus adalah komunitas mikroorganisme yang berperan dalam menjaga homeostasis metabolik, kesehatan kekebalan tubuh, dan melindungi tubuh dari infeksi patogen. Disbiosis terjadi ketika terjadi gangguan dalam homeostasis mikrobiota usus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara mikrobiota usus, disbiosis, dan pengaruhnya terhadap perkembangan NAFLD. Metode: Pencarian artikel dilakukan melalui database Science Direct, PubMed, dan Google Scholar untuk artikel yang dipublikasikan antara 2013 hingga 2023. Kata kunci yang digunakan adalah “Nonalcoholic fatty liver disease”, “NAFLD”, “disbiosis”, dan “mikrobiota usus”. Hasil: Dari hasil studi literatur, ditemukan bahwa enam filum utama dalam mikrobiota usus, yaitu Firmicutes, Bacteroidetes, Proteobacteria, Verrucomicrobia, Actinobacteria, dan Fusobacteria, berperan dalam perkembangan NAFLD. Perubahan komposisi mikrobiota usus dapat meningkatkan peradangan, resistensi insulin, dan steatosis yang berkontribusi pada NAFLD. Kesimpulan: Perubahan mikrobiota usus yang disebabkan oleh disbiosis berpotensi memperburuk perkembangan NAFLD, yang menekankan pentingnya peran mikrobiota dalam metabolisme hati dan kesehatan manusia
Title: PERAN DISBIOSIS USUS PADA NONALCOHOLIC FATTY LIVER DISEASE
Description:
Latar Belakang: Nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) merupakan penyakit hati yang paling umum di dunia, dengan insiden mencapai 20%-30% di negara Barat.
Penyakit ini ditandai oleh akumulasi lemak berlebihan di hepatosit.
Diet memegang peran penting dalam memodulasi komposisi mikrobiota usus yang berdampak pada berbagai proses metabolisme manusia.
Mikrobiota usus adalah komunitas mikroorganisme yang berperan dalam menjaga homeostasis metabolik, kesehatan kekebalan tubuh, dan melindungi tubuh dari infeksi patogen.
Disbiosis terjadi ketika terjadi gangguan dalam homeostasis mikrobiota usus.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara mikrobiota usus, disbiosis, dan pengaruhnya terhadap perkembangan NAFLD.
Metode: Pencarian artikel dilakukan melalui database Science Direct, PubMed, dan Google Scholar untuk artikel yang dipublikasikan antara 2013 hingga 2023.
Kata kunci yang digunakan adalah “Nonalcoholic fatty liver disease”, “NAFLD”, “disbiosis”, dan “mikrobiota usus”.
Hasil: Dari hasil studi literatur, ditemukan bahwa enam filum utama dalam mikrobiota usus, yaitu Firmicutes, Bacteroidetes, Proteobacteria, Verrucomicrobia, Actinobacteria, dan Fusobacteria, berperan dalam perkembangan NAFLD.
Perubahan komposisi mikrobiota usus dapat meningkatkan peradangan, resistensi insulin, dan steatosis yang berkontribusi pada NAFLD.
Kesimpulan: Perubahan mikrobiota usus yang disebabkan oleh disbiosis berpotensi memperburuk perkembangan NAFLD, yang menekankan pentingnya peran mikrobiota dalam metabolisme hati dan kesehatan manusia.

Related Results

Identification of Heat shock protein family A member 5 (HSPA5) targets involved in nonalcoholic fatty liver disease
Identification of Heat shock protein family A member 5 (HSPA5) targets involved in nonalcoholic fatty liver disease
Abstract Background HSPA5 is an endoplasmic reticulum chaperone which regulates cell metabolism, especially lipid metabolism. There are many reports about the role of HSPA...
Grading of Fatty Liver Disease in Non-Obese Elderly Patients On Ultrasound
Grading of Fatty Liver Disease in Non-Obese Elderly Patients On Ultrasound
Background and Introduction: Non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) has been demonstrated that insulin resistance and metabolic syndrome are associated with non-alcoholic fatty ...
The Value of Quantitative Ultrasound Elastography in the Assessment of Non-Alcoholic Fatty Liver Disease in Children
The Value of Quantitative Ultrasound Elastography in the Assessment of Non-Alcoholic Fatty Liver Disease in Children
Objective: This preliminary investigation aimed to assess the value of two elastography techniques, sound touch elastography (STE) and sound touch quantification (STQ), in measurin...
Penyuluhan Protozoa Usus Penyebab Diare dan Penyerahan Washtafel Pada Siswa SD Makamhaji 03 Sukoharjo
Penyuluhan Protozoa Usus Penyebab Diare dan Penyerahan Washtafel Pada Siswa SD Makamhaji 03 Sukoharjo
Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia. Pada tahun 2016 terdapat 911.901 kejadian diare di Jawa Tengah. Salah satu sebab diare adalah infeksi protozoa usus. Penyaki...
Fatty liver formation in fulminant type 1 diabetes
Fatty liver formation in fulminant type 1 diabetes
SummaryA 32-year-old woman presented with 3days of epigastric pain and was admitted to our hospital (day 3 of disease). We diagnosed acute pancreatitis based on epigastric abdomina...
Association of nonalcoholic fatty liver disease with uric acid, BMI and dyslipidemia.
Association of nonalcoholic fatty liver disease with uric acid, BMI and dyslipidemia.
Abstract: Introduction: Nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) is gradually recognized as a main health challenge especially in the developed countries. NAFLD comprises of ...

Back to Top