Javascript must be enabled to continue!
EKSPLORASI PEMAHAMAN NILAI MUTLAK MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA BERBASIS THREE WORLDS OF MATHEMATICS
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa Pendidikan Matematika terhadap konsep nilai mutlak berdasarkan kerangka Three Worlds of Mathematics (Tall), yang meliputi embodied world, symbolic–proceptual world, dan formal–axiomatic world. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 15 mahasiswa yang dipetakan ke dalam tiga kategori world melalui tes diagnostik. Tiga subjek utama (M1, M2, dan M3) dipilih secara purposive untuk diwawancarai lebih mendalam. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Distribusi pemahaman mahasiswa berdasarkan Three Worlds of Mathematics menunjukkan bahwa symbolic–proceptual world merupakan dunia yang paling dominan, Sebanyak 53.3% mahasiswa berada pada dunia simbolik, 26.7% pada embodied world, dan hanya 20% pada formal–axiomatic world. Hal ini menegaskan bahwa mayoritas mahasiswa lebih menguasai prosedur aljabar nilai mutlak dibandingkan pemahaman visual maupun definisi formalnya, (2) Mahasiswa embodied world memahami nilai mutlak sebagai jarak, tetapi kesulitan mentransformasikan intuisi visual ke representasi simbolik. Mahasiswa mampu menggambar garis bilangan dan menentukan dua solusi berdasarkan jarak, tetapi belum mampu menuliskannya secara simbolik dalam bentuk positif dan negatif secara tepat. Koneksi embodied ke symbolic belum terbentuk secara kuat, (3) Mahasiswa symbolic–proceptual world menguasai prosedur penyelesaian dua bentuk positif dan negatif, tetapi pemahamannya bersifat mekanistik. Mahaisiswa menyelesaikan soal nilai mutlak dengan cepat dan tepat, namun tidak memahami alasan matematis di balik langkah tersebut. Representasi simbolik tidak terhubung dengan makna visual ataupun definisi formal nilai mutlak, dan (4) Mahasiswa formal–axiomatic world memahami definisi formal nilai mutlak, tetapi belum mampu menghubungkannya dengan representasi visual. Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi bersyarat dan memberikan justifikasi matematis yang tepat, namun kesulitan menjelaskan grafik nilai mutlak sebagai representasi jarak. Integrasi formal ke embodied belum terjadi secara utuh.
Universitas Cokroaminoto Palopo
Title: EKSPLORASI PEMAHAMAN NILAI MUTLAK MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA BERBASIS THREE WORLDS OF MATHEMATICS
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa Pendidikan Matematika terhadap konsep nilai mutlak berdasarkan kerangka Three Worlds of Mathematics (Tall), yang meliputi embodied world, symbolic–proceptual world, dan formal–axiomatic world.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 15 mahasiswa yang dipetakan ke dalam tiga kategori world melalui tes diagnostik.
Tiga subjek utama (M1, M2, dan M3) dipilih secara purposive untuk diwawancarai lebih mendalam.
Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Distribusi pemahaman mahasiswa berdasarkan Three Worlds of Mathematics menunjukkan bahwa symbolic–proceptual world merupakan dunia yang paling dominan, Sebanyak 53.
3% mahasiswa berada pada dunia simbolik, 26.
7% pada embodied world, dan hanya 20% pada formal–axiomatic world.
Hal ini menegaskan bahwa mayoritas mahasiswa lebih menguasai prosedur aljabar nilai mutlak dibandingkan pemahaman visual maupun definisi formalnya, (2) Mahasiswa embodied world memahami nilai mutlak sebagai jarak, tetapi kesulitan mentransformasikan intuisi visual ke representasi simbolik.
Mahasiswa mampu menggambar garis bilangan dan menentukan dua solusi berdasarkan jarak, tetapi belum mampu menuliskannya secara simbolik dalam bentuk positif dan negatif secara tepat.
Koneksi embodied ke symbolic belum terbentuk secara kuat, (3) Mahasiswa symbolic–proceptual world menguasai prosedur penyelesaian dua bentuk positif dan negatif, tetapi pemahamannya bersifat mekanistik.
Mahaisiswa menyelesaikan soal nilai mutlak dengan cepat dan tepat, namun tidak memahami alasan matematis di balik langkah tersebut.
Representasi simbolik tidak terhubung dengan makna visual ataupun definisi formal nilai mutlak, dan (4) Mahasiswa formal–axiomatic world memahami definisi formal nilai mutlak, tetapi belum mampu menghubungkannya dengan representasi visual.
Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi bersyarat dan memberikan justifikasi matematis yang tepat, namun kesulitan menjelaskan grafik nilai mutlak sebagai representasi jarak.
Integrasi formal ke embodied belum terjadi secara utuh.
Related Results
Reflections Of Zoltan P. Dienes On Mathematics Education
Reflections Of Zoltan P. Dienes On Mathematics Education
The name of Zoltan P. Dienes (1916- ) stands with those ofJean Piaget, Jerome Bruner, Edward Begle, and Robert Davis as legendary figures whose work left a lasting impression on th...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
An Exploratory Study of Mathematics Anxiety in Caribbean Preservice Teachers
An Exploratory Study of Mathematics Anxiety in Caribbean Preservice Teachers
The Problem Correlational studies suggest that gender, attitudes to mathematics, mathematics performance, the number of college mathematics courses taken, and mathematics teacher ...
Implikasi Aksiologi Matematika dalam Pendidikan
Implikasi Aksiologi Matematika dalam Pendidikan
Penelitian ini menyelidiki konsep Aksiologi Matematika dan kaitannya dengan pendidikan matematika. Aksiologi Matematika adalah cabang filsafat matematika yang membahas nilai-nilai,...
Mathematics Mathematics Anxiety (MA) Pada Mahasiswa Calon Guru Matematika
Mathematics Mathematics Anxiety (MA) Pada Mahasiswa Calon Guru Matematika
Kecemasan Matematika merupakan salah satu faktor psikologis yang menentukan keberhasilan seseorang dalam belajar matematika pada setiap jenjang usia. Mathematics Anxiety (MA) adala...
Integrasi Filsafat Pendidikan dan Teori Pendidikan dalam Pembelajaran Matematika Berbasis Kontekstual
Integrasi Filsafat Pendidikan dan Teori Pendidikan dalam Pembelajaran Matematika Berbasis Kontekstual
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi antara filsafat pendidikan dan teori pendidikan dalam pembelajaran matematika berbasis kontekstual, dengan fokus pada mahasiswa Pr...
Nur fitrah
Nur fitrah
Matematika merupakan salah satu cabang ilmu yang sangat penting, karena matematika sebagai mata pelajaran yang memungkinkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan merupakan sar...
Eksplorasi Pembelajaran Matematika Berbasis TPACK
Eksplorasi Pembelajaran Matematika Berbasis TPACK
Pembelajaran matematika yang ada perlu dikembangkan supaya lebih mengorientasi siswa pada pembelajaran serta membantu siswa dalam memahami materi. Salah satu cara yang dapat dilaku...

