Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IMPLEMENTASI SUPERIOR CUSTOMER VALUE DALAM PERSAINGAN OBYEK WISATA

View through CrossRef
Tujuan penelitian ini adalah mengisi research gap tersebut dengan harapan berkontribusi pada perkembangan model perilaku konsumen yang merupakan bagian dari materi perkuliahan Perilaku Konsumen dalam bidang kajian Manajemen Pemasaran.    Metode penelitian yang digunakan  adalah metode deskriptif dengan pendekatan sampel survey pada sebagian populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang pernah berkunjung ke salah satu obyek wisata alam (Botanic Garden dan Pasar Pancingan) . Terdapat 50 orang pada masing-masing lokasi yang ditetapkan secara accidental. Pendekatan analisis yang digunakan adalah Model Matriks Konsumen         Simpulan yang dapat ditarik adalah; (a) Pasar Pancingan berada pada jalur Timur dengan persepsi harga rendah (murah) dan PUV ( persepsi nilai guna ) yang tinggi, (b) Botanic Garden berada pada jalur Barat dengan persepsi harga lebih tinggi ( mahal ) dam persepsi PUV atau persepsi nilai guna rendah , (c) Posisi Pasar Pancingan dilihat dari persepsi harga maupun persepsi nilai guna memiliki posisi yang lebih baik dibandingkan dengan Botanic Garden, (d) Seluruh unsur-unsur pelayanan pada Pasar Pancingan dan Botanic Garden masih belum memberikan kinerja yang baik dan perlu mendapatkan perhatian serius untuk dikembangkan.          Saran – saran diberikan diantaranya; (a) Pasar Pancingan sebaiknya menerapkan strategi meningkatkan PUV, yang mengarah pada pergeseran posisi Pasar Pancingan ke Timur Laut (posisi ideal) yang menunjukkan adanya keseimbangan antara PUV dengan Persepsi harga, (b) Pasar pancingan harus mempertahankan harga yang ada ( tidak perlu lagi menurunkan harga), karena persepsi harga saat ini sudah bagus dalam persepsi konsumen, (c) Pasar Pancingan harus benar-benar memperhatikan nilai guna pada masing-masing unsur pelayanan yang selama ini belum banyak memberikan nilai kepuasan kepada pengunjung, (d) Botanic Garden menerapkan strategi yang mengarah baik ke Utara maupun Timur, yakni meningkatkan PUV atau persepsi nilai guna sekaligus menaikkan persepsi harga, (e) Botanic Garden harus benar-benar memperhatikan nilai guna pada masing-masing unsur pelayanan yang selama ini belum banyak memberikan nilai kepuasan kepada pengunjung.
Title: IMPLEMENTASI SUPERIOR CUSTOMER VALUE DALAM PERSAINGAN OBYEK WISATA
Description:
Tujuan penelitian ini adalah mengisi research gap tersebut dengan harapan berkontribusi pada perkembangan model perilaku konsumen yang merupakan bagian dari materi perkuliahan Perilaku Konsumen dalam bidang kajian Manajemen Pemasaran.
    Metode penelitian yang digunakan  adalah metode deskriptif dengan pendekatan sampel survey pada sebagian populasi.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang pernah berkunjung ke salah satu obyek wisata alam (Botanic Garden dan Pasar Pancingan) .
Terdapat 50 orang pada masing-masing lokasi yang ditetapkan secara accidental.
Pendekatan analisis yang digunakan adalah Model Matriks Konsumen         Simpulan yang dapat ditarik adalah; (a) Pasar Pancingan berada pada jalur Timur dengan persepsi harga rendah (murah) dan PUV ( persepsi nilai guna ) yang tinggi, (b) Botanic Garden berada pada jalur Barat dengan persepsi harga lebih tinggi ( mahal ) dam persepsi PUV atau persepsi nilai guna rendah , (c) Posisi Pasar Pancingan dilihat dari persepsi harga maupun persepsi nilai guna memiliki posisi yang lebih baik dibandingkan dengan Botanic Garden, (d) Seluruh unsur-unsur pelayanan pada Pasar Pancingan dan Botanic Garden masih belum memberikan kinerja yang baik dan perlu mendapatkan perhatian serius untuk dikembangkan.
          Saran – saran diberikan diantaranya; (a) Pasar Pancingan sebaiknya menerapkan strategi meningkatkan PUV, yang mengarah pada pergeseran posisi Pasar Pancingan ke Timur Laut (posisi ideal) yang menunjukkan adanya keseimbangan antara PUV dengan Persepsi harga, (b) Pasar pancingan harus mempertahankan harga yang ada ( tidak perlu lagi menurunkan harga), karena persepsi harga saat ini sudah bagus dalam persepsi konsumen, (c) Pasar Pancingan harus benar-benar memperhatikan nilai guna pada masing-masing unsur pelayanan yang selama ini belum banyak memberikan nilai kepuasan kepada pengunjung, (d) Botanic Garden menerapkan strategi yang mengarah baik ke Utara maupun Timur, yakni meningkatkan PUV atau persepsi nilai guna sekaligus menaikkan persepsi harga, (e) Botanic Garden harus benar-benar memperhatikan nilai guna pada masing-masing unsur pelayanan yang selama ini belum banyak memberikan nilai kepuasan kepada pengunjung.

Related Results

MEMBANGUN OBYEK MESIN BUBUT DAN OBYEK PUTARAN MENGGUNAKAN POV-RAY
MEMBANGUN OBYEK MESIN BUBUT DAN OBYEK PUTARAN MENGGUNAKAN POV-RAY
Obyek mesin bubut (lathe) adalah obyek yang dibangun dengan memutar kurva pada suatu sumbu putar, Dalam tulisan ini, akan dibangun obyek benda putar yang diperoleh dengan cara memu...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Buleleng memiliki berbagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh wi...
Pengembangan obyek wisata di Kawasan Danau Buatan PLTA Koto Panjang
Pengembangan obyek wisata di Kawasan Danau Buatan PLTA Koto Panjang
Abstract : pengembangan obyek wisata di kawasan danau buatan PLTA koto Panjang Kabupaten Kampar. Penelitian di laksanakan di kawasan Danau Buatan PLTA koto panjang Kabupaten Kampar...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
ANALISIS POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA
ANALISIS POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA
Obyek wisata Taman Mekar Sari merupakan salah satu tempat wisata yang berada di Desa Mekar Sari Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Penulis membahas tentang Analisis potensi ...
ANALISIS POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA TAMAN MEKAR SARI DESA MEKAR SARI KECAMATAN NARMADA LOMBOK BARAT
ANALISIS POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA TAMAN MEKAR SARI DESA MEKAR SARI KECAMATAN NARMADA LOMBOK BARAT
Obyek wisata Taman Mekar Sari merupakan salah satu tempat wisata yang berada di Desa Mekar Sari Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Penulis membahas tentang Analisis potensi ...
Tahapan Perkembangan Obyek Wisata di Hutan Lindung dalam Program Pemberdayaan Masyarakat
Tahapan Perkembangan Obyek Wisata di Hutan Lindung dalam Program Pemberdayaan Masyarakat
Pengelolaan wanawisata di Resort Pengelolaam Hutan (RPH) Mangunan mengalami perkembangan yang pesat sejak dilakukan dibuka secara resmi pada Januari 2017. Perkembangan yang pesat t...

Back to Top