Javascript must be enabled to continue!
Keragaan Daya Hasil dan Morfologi Umbi Klon-Klon Ubijalar (Ipomoea batatas) Berkadar Antosianin Tinggi
View through CrossRef
Selain sebagai sumber bahan pangan, ubijalar juga sebagai bahan industri karena kaya karbohidrat, vitamin A dan C, antosianin dan mineral. Ubijalar dengan kandungan antosianin tinggi diperlukan dalam industri oleh karena itu perlu dilakukan penyaringan klon-klon unggul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan dan morfologi umbi klon-klon terpilih ubijalar yang berproduksi dan mengandung antosianin tinggi sebagai bahan tahapan penyaringan berikutnya. Penelitian dilaksanakan ditanah sawah petani Desa Rogojampi, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi pada MK II 2013. Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok dengan tiga ulangan dengan perlakuan 40 klon ubijalar terdiri dari 37 klon uji yang berkadar antosianin tinggi dan tiga klon/varietas pembanding. Hasil penelitian menunjukkan kisaran hasil umbi adalah 15,5 - 35,8 t/ha. Terdapat 11 klon uji yang memberikan hasil umbi lebih dari 30,0 t/ha.dari hasil ini juga lebih tinggi dari kedua pembanding (Antin 1 dan Antin 2). Kesebelas klon uji tersebut diamati secara visual memiliki kadar antosianin antara 60-150 mg/100g.
AGROPROSS, National Conference Proceedings of Agriculture
Title: Keragaan Daya Hasil dan Morfologi Umbi Klon-Klon Ubijalar (Ipomoea batatas) Berkadar Antosianin Tinggi
Description:
Selain sebagai sumber bahan pangan, ubijalar juga sebagai bahan industri karena kaya karbohidrat, vitamin A dan C, antosianin dan mineral.
Ubijalar dengan kandungan antosianin tinggi diperlukan dalam industri oleh karena itu perlu dilakukan penyaringan klon-klon unggul.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan dan morfologi umbi klon-klon terpilih ubijalar yang berproduksi dan mengandung antosianin tinggi sebagai bahan tahapan penyaringan berikutnya.
Penelitian dilaksanakan ditanah sawah petani Desa Rogojampi, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi pada MK II 2013.
Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok dengan tiga ulangan dengan perlakuan 40 klon ubijalar terdiri dari 37 klon uji yang berkadar antosianin tinggi dan tiga klon/varietas pembanding.
Hasil penelitian menunjukkan kisaran hasil umbi adalah 15,5 - 35,8 t/ha.
Terdapat 11 klon uji yang memberikan hasil umbi lebih dari 30,0 t/ha.
dari hasil ini juga lebih tinggi dari kedua pembanding (Antin 1 dan Antin 2).
Kesebelas klon uji tersebut diamati secara visual memiliki kadar antosianin antara 60-150 mg/100g.
Related Results
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...
Kekerabatan Genetik 50 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Berdasarkan Karakter Morfologi pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kekerabatan Genetik 50 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Berdasarkan Karakter Morfologi pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kina (Cinchona) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki kandungan alkaloid, kinin sulfat, dan saponin yang baik untuk kesehatan manusia. Untuk mera...
Respon Klon-Klon Ubi Kayu terhadap Produksi Ubi dan Kadar Pati di Lahan Kering
Respon Klon-Klon Ubi Kayu terhadap Produksi Ubi dan Kadar Pati di Lahan Kering
Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai tengah karakter agronomi pada klon ubi kayu yang lebih baik dibandingkan dengan klon UJ3 dan UJ5, Percobaan A dan B menggunakan rancangan ...
Keragaan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Lokananta Hasil Induksi Poliploid dengan Kolkisin
Keragaan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Lokananta Hasil Induksi Poliploid dengan Kolkisin
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan bawang merah varietas Lokananta hasil poliploid menggunakan kolkisin pada berbagai konsentrasi dan lama perendaman. Percobaan ini d...
A systematic comparison of eight new plastome sequences from
Ipomoea
L
A systematic comparison of eight new plastome sequences from
Ipomoea
L
Background
Ipomoea
is the largest genus in the family Convolvulaceae. The species in this genus have been widely us...
Studi Elektrokimia Klorofil dan Antosianin Sebagai Fotosensitizer DSSC (Dye-Sensitized Solar Cell)
Studi Elektrokimia Klorofil dan Antosianin Sebagai Fotosensitizer DSSC (Dye-Sensitized Solar Cell)
Abstrak. Pada penelitian ini dilakukan analisis elektrokimia ekstrak klorofil dan antosianin dari daun suji (Pleomele Angustifolia) dan kulit buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus...
Keragaman Genetik 49 Klon Teh Tipe Sinensis (Camellia sinensis var. sinensis)
Keragaman Genetik 49 Klon Teh Tipe Sinensis (Camellia sinensis var. sinensis)
Pengamatan karakter genetik tanaman berguna untuk memperkaya database dalam pemuliaan tanaman. Sifat atau karakter tanaman dapat diamati baik dalam segi molekuler maupun secara mor...

