Javascript must be enabled to continue!
Tradisi dan Inovasi Tari Cepetan Karya Bambang Eko Susilohadi di Kabupaten Kebumen
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi dan inovasi Tari Cepetan karya Bambang Eko Susilohadi di Kabupaten Kebumen. Permasalahan penelitian adalah bagaimana bentuk Tari Cepetan karya Bambang Eko Susilohadi dan bagaimana inovasi tari Cepetan karya Bambang Eko Susilohadi. Teori yang digunakan untuk menjawab permasalahan bentuk menggunakan teori bentuk Suzanne K. Langer yang terdiri dari motif-motif gerak, urutan sajian, rias dan busana, musik atau iringan, serta tempat pertunjukan, sedangkan eksistensi menggunakan teori TOR atau tantangan organisme respon Slamet MD yaitu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi. Penelitian menggunakan pendekatan etnokoreologi. Langkah penelitian yang akan dilakukan dalam pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta studi pustaka. Hasil menunjukan bahwa hasil inovasi dari tradisi kesenian Cepetan Alas menjadi sebuah Tari Cepetan yang meliputi penggarapan bentuk yang dipengaruhi oleh perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
Kata kunci : Tari Cepetan, Tradisi, Eksistensi
ABSTRACT
This research aims to analyze the traditions and innovations of the Cepetan Dance by Bambang Eko Susilohadi in Kebumen Regency. The research problem is what the form of the Cepetan Dance by Bambang Eko Susilohadi is and how the innovation of the Cepetan Dance by Bambang Eko Susilohadi is. The theory used to answer the problem of form uses Suzanne K. Langer's theory of form which consists of movement motifs, sequence of presentation, make-up and clothing, music or accompaniment, and place of performance, while existence uses the TOR theory or Slamet MD's response organism challenge, which is about the factors that influence existence. The research uses an ethnochoreological approach. The research steps that will be carried out in collecting data are obtained through interviews, observation, documentation and literature study. The results show that the innovation of the Cepetan Alas artistic tradition has become a Cepetan Dance which includes the development of forms that are influenced by the development and needs of society.
Keywords: Cepetan Dance, Traditional, Existence
Title: Tradisi dan Inovasi Tari Cepetan Karya Bambang Eko Susilohadi di Kabupaten Kebumen
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi dan inovasi Tari Cepetan karya Bambang Eko Susilohadi di Kabupaten Kebumen.
Permasalahan penelitian adalah bagaimana bentuk Tari Cepetan karya Bambang Eko Susilohadi dan bagaimana inovasi tari Cepetan karya Bambang Eko Susilohadi.
Teori yang digunakan untuk menjawab permasalahan bentuk menggunakan teori bentuk Suzanne K.
Langer yang terdiri dari motif-motif gerak, urutan sajian, rias dan busana, musik atau iringan, serta tempat pertunjukan, sedangkan eksistensi menggunakan teori TOR atau tantangan organisme respon Slamet MD yaitu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi.
Penelitian menggunakan pendekatan etnokoreologi.
Langkah penelitian yang akan dilakukan dalam pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta studi pustaka.
Hasil menunjukan bahwa hasil inovasi dari tradisi kesenian Cepetan Alas menjadi sebuah Tari Cepetan yang meliputi penggarapan bentuk yang dipengaruhi oleh perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
Kata kunci : Tari Cepetan, Tradisi, Eksistensi
ABSTRACT
This research aims to analyze the traditions and innovations of the Cepetan Dance by Bambang Eko Susilohadi in Kebumen Regency.
The research problem is what the form of the Cepetan Dance by Bambang Eko Susilohadi is and how the innovation of the Cepetan Dance by Bambang Eko Susilohadi is.
The theory used to answer the problem of form uses Suzanne K.
Langer's theory of form which consists of movement motifs, sequence of presentation, make-up and clothing, music or accompaniment, and place of performance, while existence uses the TOR theory or Slamet MD's response organism challenge, which is about the factors that influence existence.
The research uses an ethnochoreological approach.
The research steps that will be carried out in collecting data are obtained through interviews, observation, documentation and literature study.
The results show that the innovation of the Cepetan Alas artistic tradition has become a Cepetan Dance which includes the development of forms that are influenced by the development and needs of society.
Keywords: Cepetan Dance, Traditional, Existence.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
Proses Inovasi Gerak Tari Jaipongan yang terjadi dikalangan generasi muda lebih digemari dari pada bentuk tari Jaipongan bentuk ketuk tilu. Hal menjadi permasalahan penting bagi pa...
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
Terbentuknya sebuah karya tari tidak terlepas pada konsep-konsep yang melatarbelakanginya. Konsep garapan tari tidak serta merta hadir dan dapat terwujud dengan mudah. Ada banyak p...
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu...
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
Abstrak: Karya tari yang berjudul “ Tari Sambut Kapo Ilim” merupakan karya yang terinsprirasi dari Tari Setabik yang berasal dari Musi Banyuasin. Terbentuknya sebuah karya tari ini...
MANAJEMEN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DALAM MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT DI SMK NEGERI 1 KEBUMEN
MANAJEMEN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DALAM MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT DI SMK NEGERI 1 KEBUMEN
Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Mengembangkan Minat dan Bakat di SMK Negeri 1 Kebumen. Kajiannya dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti tentang pengelolaan ekstrakuri...
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI
Artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa Rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani yang fungsinya sebagai penyambutan tamu resmi, telah mengalami rekonstruk...
Tari Ngibing Ngalegong: Sebuah Ungkapan Rasa Suka Cita, Tulus, dan Ikhlas
Tari Ngibing Ngalegong: Sebuah Ungkapan Rasa Suka Cita, Tulus, dan Ikhlas
Abstrak
Karya tari yang berjudul Ngibing Ngalegong terinspirasi dari salah satu bagian dari legong yang berasal dari Desa Bongan Tabanan. Tari Ngibing Ngalegong merupakan sebuah k...

