Javascript must be enabled to continue!
TABOT BENGKULU: KAJIAN TEOLOGI KONTEKSTUAL DALAM BINGKAI AKULTURASI BUDAYA
View through CrossRef
Tradisi Tabot di Bengkulu berakar dari peringatan tragedi Karbala, namun melalui proses akulturasi dengan budaya lokal, ia bertransformasi menjadi identitas religio-kultural masyarakat setempat. Artikel ini bertujuan menganalisis Tabot sebagai ekspresi teologi kontekstual, yaitu wujud iman yang menafsirkan nilai-nilai universal Islam pengorbanan, keadilan, dan solidaritas dalam bingkai budaya lokal Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode hermeneutik untuk menafsirkan simbol-simbol religius Tabot, serta triangulasi literatur untuk menjaga validitas interpretasi lintas disiplin (teologi, antropologi, dan budaya). Hasil kajian menunjukkan bahwa Tabot tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media penguatan identitas budaya, sarana pendidikan nilai moral, dan ruang dialog antaragama. Dari perspektif teologi Kristen, Tabot memiliki resonansi dengan pengorbanan Kristus, sehingga membuka peluang refleksi lintas iman dan teologi pluralisme. Kebaruan penelitian ini terletak pada pembacaan Tabot sebagai bentuk teologi kontekstual lintas agama yang berimplikasi pada pengembangan pendidikan agama, pelestarian budaya lokal, dan penguatan dialog antarumat beragama di Indonesia.
studi ini juga dapat memperkaya literatur teologi kontekstual di Indonesia melalui pendekatan hermeneutik simbolik
Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Riau
Title: TABOT BENGKULU: KAJIAN TEOLOGI KONTEKSTUAL DALAM BINGKAI AKULTURASI BUDAYA
Description:
Tradisi Tabot di Bengkulu berakar dari peringatan tragedi Karbala, namun melalui proses akulturasi dengan budaya lokal, ia bertransformasi menjadi identitas religio-kultural masyarakat setempat.
Artikel ini bertujuan menganalisis Tabot sebagai ekspresi teologi kontekstual, yaitu wujud iman yang menafsirkan nilai-nilai universal Islam pengorbanan, keadilan, dan solidaritas dalam bingkai budaya lokal Bengkulu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode hermeneutik untuk menafsirkan simbol-simbol religius Tabot, serta triangulasi literatur untuk menjaga validitas interpretasi lintas disiplin (teologi, antropologi, dan budaya).
Hasil kajian menunjukkan bahwa Tabot tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media penguatan identitas budaya, sarana pendidikan nilai moral, dan ruang dialog antaragama.
Dari perspektif teologi Kristen, Tabot memiliki resonansi dengan pengorbanan Kristus, sehingga membuka peluang refleksi lintas iman dan teologi pluralisme.
Kebaruan penelitian ini terletak pada pembacaan Tabot sebagai bentuk teologi kontekstual lintas agama yang berimplikasi pada pengembangan pendidikan agama, pelestarian budaya lokal, dan penguatan dialog antarumat beragama di Indonesia.
studi ini juga dapat memperkaya literatur teologi kontekstual di Indonesia melalui pendekatan hermeneutik simbolik.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Teologi Kontekstual Sebagai Respon Gereja Atas Kemiskinan Di Wara Utara Palopo
Teologi Kontekstual Sebagai Respon Gereja Atas Kemiskinan Di Wara Utara Palopo
Teologi kontekstual telah berkembang sebagai salah satu pendekatan utama dalam teologi modern, dengan penekanan pada pentingnya memahami dan menginterpretasikan ajaran agama dalam ...
Kristus dalam Berbagai Budaya
Kristus dalam Berbagai Budaya
Gereja dan budaya tidak bisa dipisahkan. Gereja dapat semakin mengakar dan bertumbuh dalam budaya. Dalam perjalanan sejarah, hubungan antara gereja dan budaya dibagi menjadi tiga b...
Akulturasi Islam dalam Peradaban dan Budaya
Akulturasi Islam dalam Peradaban dan Budaya
Artikel ini bertujuan untuk memahami akulturasi Islam dalam peradaban dan budaya, jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka (library research), dengan pendekatan peneli...
Book Review: Teologi Multikultural
Book Review: Teologi Multikultural
Istilah teologi multikultural memang sudah terlanjur digunakan dalam pengertian teologi yang didisain atau diramu (dikominasi) dari semua unsur nilai yang ada dalam setiap agama da...
TINDAK TUTUR PERLOKUSI BAHASA MELAYU BENGKULU DI KELURAHAN PASAR BENGKULU
TINDAK TUTUR PERLOKUSI BAHASA MELAYU BENGKULU DI KELURAHAN PASAR BENGKULU
Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi, melalui bahasa manusia dapat saling berhubungan (berkomunikasi) saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, dan meningka...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Akulturasi Budaya Arsitektur Pada Masjid At-Tin
Akulturasi Budaya Arsitektur Pada Masjid At-Tin
Akulturasi budaya merupakan hasil dari percampuran dua atau lebih kebudayaan yang berbeda, yang terjadi karena interaksi antara kelompok masyarakat dari budaya yang berbeda. Bangun...

