Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENYESUAIAN DIRI PADA WARIA ADJUSTED DI BALI

View through CrossRef
Pada hakikatnya manusia diciptakan dengan jenis kelamin yang berbeda (pria dan wanita), namun dalam kenyataannya, kini telah banyak pria yang berdandan atau bergaya seperti seorang wanita. Seharusnya pria yang berdandan selayaknya seorang wanita akan merasa malu, namun pria-pria ini adalah tipe pria yang berbeda dari biasanya. Indonesia memiliki sebutan yang berbeda bagi pria-pria yang memiliki penampilan seperti wanita, yaitu waria atau “wanita pria”. Jumlah waria di wilayah Bali hingga tahun 2015 menurut LSM Gaya Dewata Bali mencapai 973 orang. Banyak masyarakat yang menganggap kaum waria adalah kaum yang melanggar kodrat sebagai manusia sehingga masyarakat cenderung memberi label buruk kepada kaum waria. Banyaknya diskriminasi yang diterima, kaum waria tetap berani menampilkan diri sesuai dengan keinginannya. Kaum waria yang berani “menampilkan diri” ditengah  masyarakat  pada siang atau bahkan malam hari disebut sebagai kaum waria yang adjusted dan yang membedakannya dengan waria yang lain adalah dari penyesuaian diri yang dilakukan. Kemampuan kaum waria yang adjusted dapat bertahan ditengah-tengah masyarakat tidak lepas dari proses penyesuaian diri yang menyertai. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui Bagaimana proses Penyesuaian Diri pada Waria Adjusted di Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah empat orang waria yang telah adjusted lebih dari tiga tahun. Penelitian ini menghasilkan tiga kategori temuan, yaitu kategori I: karakteristik partisipan secara umum, karakteristik II: proses penyesuaian diri (yang merupakan temuan utama dalam penelitian ini) dan kategori III: kondisi setelah menjadi waria adjusted.   Kata Kunci: waria adjusted, penyesuaian diri, Bali?
Title: PENYESUAIAN DIRI PADA WARIA ADJUSTED DI BALI
Description:
Pada hakikatnya manusia diciptakan dengan jenis kelamin yang berbeda (pria dan wanita), namun dalam kenyataannya, kini telah banyak pria yang berdandan atau bergaya seperti seorang wanita.
Seharusnya pria yang berdandan selayaknya seorang wanita akan merasa malu, namun pria-pria ini adalah tipe pria yang berbeda dari biasanya.
Indonesia memiliki sebutan yang berbeda bagi pria-pria yang memiliki penampilan seperti wanita, yaitu waria atau “wanita pria”.
Jumlah waria di wilayah Bali hingga tahun 2015 menurut LSM Gaya Dewata Bali mencapai 973 orang.
Banyak masyarakat yang menganggap kaum waria adalah kaum yang melanggar kodrat sebagai manusia sehingga masyarakat cenderung memberi label buruk kepada kaum waria.
Banyaknya diskriminasi yang diterima, kaum waria tetap berani menampilkan diri sesuai dengan keinginannya.
Kaum waria yang berani “menampilkan diri” ditengah  masyarakat  pada siang atau bahkan malam hari disebut sebagai kaum waria yang adjusted dan yang membedakannya dengan waria yang lain adalah dari penyesuaian diri yang dilakukan.
Kemampuan kaum waria yang adjusted dapat bertahan ditengah-tengah masyarakat tidak lepas dari proses penyesuaian diri yang menyertai.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui Bagaimana proses Penyesuaian Diri pada Waria Adjusted di Bali.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah empat orang waria yang telah adjusted lebih dari tiga tahun.
Penelitian ini menghasilkan tiga kategori temuan, yaitu kategori I: karakteristik partisipan secara umum, karakteristik II: proses penyesuaian diri (yang merupakan temuan utama dalam penelitian ini) dan kategori III: kondisi setelah menjadi waria adjusted.
  Kata Kunci: waria adjusted, penyesuaian diri, Bali?.

Related Results

Diskriminasi Terhadap Kelompok Waria di Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta
Diskriminasi Terhadap Kelompok Waria di Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta
Pondok Pesantren Waria Al-Fatah didirikan dengan tujuan sebagai wadah untuk para santri waria dapat memperbaiki diri dan memberikan pemahaman tentang agama. Meskipun pembangunan pe...
Persepsi Masyarakat Terhadap Kelompok Waria Pesantren
Persepsi Masyarakat Terhadap Kelompok Waria Pesantren
Tranvestites as one part of the Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) can be categorized as a muted group. They get discrimination and rejection in their activities. When they...
Perubahan Sistem Mata Pencaharian Nelayan di Desa Tanjung Sari
Perubahan Sistem Mata Pencaharian Nelayan di Desa Tanjung Sari
Penelitian ini membahas tentang nelayan yang mengalami perubahan sistem mata pencaharian dan penyesuaian diri nelayan dalam menghadapi perubahan di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Teb...
PENERAPAN BAURAN PEMASARAN SOSIAL LEMBAGA PENGAJIAN WARIA AL-IKHLAS SURABAYA
PENERAPAN BAURAN PEMASARAN SOSIAL LEMBAGA PENGAJIAN WARIA AL-IKHLAS SURABAYA
Studi ini ditulis berdasarkan tesis dengan judul Bauran Pemasaran Sosial Lembaga Pengajian Al-Ikhlas Pada Kaum Waria Muslim Surabaya. Lembaga pengajian waria Al-Ikhlas adalah organ...
RAGAM BAHASA WARIA DI KOTA BALIKPAPAN
RAGAM BAHASA WARIA DI KOTA BALIKPAPAN
Bahasa binan/waria merupakan salah satu bagian dalam bahasa slang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kosakata bahasa waria/ binan di kota Balikpapan serta menge...
PROFIL PENYESUAIAN DIRI DAN IMPLIKASI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
PROFIL PENYESUAIAN DIRI DAN IMPLIKASI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
ABSTRACTmotivated by problems in adjusting to students. The purpose of this study is to look at the level of adjustment in students, then make a program design to improve adjustmen...
LAMA MASA PACARAN DAN PENYESUAIAN DIRI DALAM PERKAWINAN
LAMA MASA PACARAN DAN PENYESUAIAN DIRI DALAM PERKAWINAN
Lama Masa Pacaran dan Penyesuaian Diri Dalam Perkawinan. Penelitian ini mengkaji hubungan lamanya masa pacaran dengan penyesuaian diri dalam perkawinan umat Paroki Kathedral Renha ...
PENGELOLAAN DAN PROFITABILITAS USAHA PENANGKAPAN LEMURU (SARDINELLA LEMURU BLEEKER,1853) DI SELAT BALI
PENGELOLAAN DAN PROFITABILITAS USAHA PENANGKAPAN LEMURU (SARDINELLA LEMURU BLEEKER,1853) DI SELAT BALI
Penangkapan lemuru (Sardinella lemuru Bleeker,1853) di Selat Bali telah dilakukan jauh sebelum diperkenalkannya purse seine dua kapal (slerek) yang mempunyai hasil tangkapan mengge...

Back to Top