Javascript must be enabled to continue!
Strategi penangkaran Trenggiling (Manis javanica) di Sumatera Utara
View through CrossRef
Sampai saat ini upaya penangkaran trenggiling (Manis javanica) sangat terbatas, padahal ancaman kepunangan sangat tinggi akibat perburuan dan perdagangan ilegal serta kerusakan habitat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi penangkaran trenggiling dalam upaya mempelajari perilaku trenggiling di penangkaran. Penelitian dilakukan dengan cara penangkaran di kandang satwa liar yang dimodifikasi, diberikan pakan dan dicatat perilakunya. Trenggiling yang ditangkarkan berasal dari hasil sitaan dari masyarakat dan penyerahan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukan bahwa trenggiling merupakan (a) satwa yang sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, (b) satwa yang memiliki tingkat stress yang tinggi apabila berdekatan dengan manusia, (c) satwa sangat rentan terhadap penyakit, terutama flu pada lingkungan yang baru, (d) satwa yang menyukai sarang semut dari alam untuk konsumsinya dibandingkan dengan kroto atau lainnya. Oleh karena itu, untuk membudidayakan trenggiling di penangkaran diperlukan (a) bibit yang berasal dari kondisi fisik habitat yang sama, (b) pemeliharaan kesehatan harus intensif, (c) kandang menggunakan tembok dan pagar besi dengan lantai tanah dan (d) ketersediaan air yang cukup serta (e) pemberian pakan pada tahap pemeliharaan awal (1-2 bulan) sebaiknya menggunakan sarang semut yang diambil dari alam.
The efforts of capturing pangolin (Manis javanica) are very limited so far, even though the threat of extinction is very high due to hunting, illegal trade, and habitat destruction. This study aims to develop a pangolin breeding strategy in an effort to study anteater behavior in captivity. The study was carried out by capturing the cage of modified wildlife, feeding and recording behavior. The anteater that is anchored from confiscated products from the community and the surrender of the Center for Natural Resources Conservation (BBKSDA), North Sumatra. The results showed that anteater was (a) an animal that is difficult to adapt to a new environment, (b) animals that have a high level of stress when close to humans, (c) animals were very susceptible to diseases, especially flu in new environments, (d ) animals that like ant nests from nature to consume compared to others. Therefore, to cultivate anteaters in captivity it is necessary (a) seedlings originating from the same physical condition of habitat, (b) health care must be intensive, (c) cages using iron walls and fences with soil floors and (d) availability of water enough and (e) feeding in the initial maintenance stage (1-2 months) should use ant nests taken from nature.
Universitas Sumatera Utara
Title: Strategi penangkaran Trenggiling (Manis javanica) di Sumatera Utara
Description:
Sampai saat ini upaya penangkaran trenggiling (Manis javanica) sangat terbatas, padahal ancaman kepunangan sangat tinggi akibat perburuan dan perdagangan ilegal serta kerusakan habitat.
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi penangkaran trenggiling dalam upaya mempelajari perilaku trenggiling di penangkaran.
Penelitian dilakukan dengan cara penangkaran di kandang satwa liar yang dimodifikasi, diberikan pakan dan dicatat perilakunya.
Trenggiling yang ditangkarkan berasal dari hasil sitaan dari masyarakat dan penyerahan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara.
Hasil penelitian menunjukan bahwa trenggiling merupakan (a) satwa yang sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, (b) satwa yang memiliki tingkat stress yang tinggi apabila berdekatan dengan manusia, (c) satwa sangat rentan terhadap penyakit, terutama flu pada lingkungan yang baru, (d) satwa yang menyukai sarang semut dari alam untuk konsumsinya dibandingkan dengan kroto atau lainnya.
Oleh karena itu, untuk membudidayakan trenggiling di penangkaran diperlukan (a) bibit yang berasal dari kondisi fisik habitat yang sama, (b) pemeliharaan kesehatan harus intensif, (c) kandang menggunakan tembok dan pagar besi dengan lantai tanah dan (d) ketersediaan air yang cukup serta (e) pemberian pakan pada tahap pemeliharaan awal (1-2 bulan) sebaiknya menggunakan sarang semut yang diambil dari alam.
The efforts of capturing pangolin (Manis javanica) are very limited so far, even though the threat of extinction is very high due to hunting, illegal trade, and habitat destruction.
This study aims to develop a pangolin breeding strategy in an effort to study anteater behavior in captivity.
The study was carried out by capturing the cage of modified wildlife, feeding and recording behavior.
The anteater that is anchored from confiscated products from the community and the surrender of the Center for Natural Resources Conservation (BBKSDA), North Sumatra.
The results showed that anteater was (a) an animal that is difficult to adapt to a new environment, (b) animals that have a high level of stress when close to humans, (c) animals were very susceptible to diseases, especially flu in new environments, (d ) animals that like ant nests from nature to consume compared to others.
Therefore, to cultivate anteaters in captivity it is necessary (a) seedlings originating from the same physical condition of habitat, (b) health care must be intensive, (c) cages using iron walls and fences with soil floors and (d) availability of water enough and (e) feeding in the initial maintenance stage (1-2 months) should use ant nests taken from nature.
Related Results
Anatomi Organ Reproduksi Jantan Trenggiling (Manis javanica)
Anatomi Organ Reproduksi Jantan Trenggiling (Manis javanica)
Organ reproduksi trenggiling merupakan hal yang penting dalam menunjang upaya konservasi, karena trenggiling termasuk dalam kategori endangered species oleh IUCN dan dilindungi pem...
Perilaku Fanatisme pada Konsumen Martabak Manis di Jakarta
Perilaku Fanatisme pada Konsumen Martabak Manis di Jakarta
In this study, the author explores the phenomenon of public enthusiasm for one of Indonesia's popular snacks, martabak manis (sweet martabak). The urgency of this research lies in ...
Tomato rootstocks for the control of Meloidogyne spp.
Tomato rootstocks for the control of Meloidogyne spp.
Se determinó la respuesta de resistencia de 10 patrones de tomate a una población avirulenta de Meloidogyne javanica en maceta. Los ensayos se realizaron en primavera, cuando las t...
Loading Brucea javanica Oil into pH-sensitive Chitosan Grafted Mesoporous Silica Nanoparticles by Supercritical Carbon dioxide Impregnation
Loading Brucea javanica Oil into pH-sensitive Chitosan Grafted Mesoporous Silica Nanoparticles by Supercritical Carbon dioxide Impregnation
The anti-tumor effect of Brucea javanica oil is remarkable, but the existing preparations have serious deficiencies in targeting and controlled release. This work developed a pH-se...
REPOSISI PENGAWAS KETENAGAKERJAAN BAGI PENEGAKAN UU NO.13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA
REPOSISI PENGAWAS KETENAGAKERJAAN BAGI PENEGAKAN UU NO.13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA
ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dan bersifat deskriptif analitis menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), dengan memaparkan serta m...
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ekspor Kayu Manis Indonesia ke Jerman
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ekspor Kayu Manis Indonesia ke Jerman
Penelitian ini menganalisis faktor yang memengaruhi ekspor kayu manis Indonesia ke Jerman. Data sekunder diperoleh menggunakan FAOSTAT, UN Comtrade, dan BPS meliputi tahunan harga ...
PENGEMBANGAN WISATA PENANGKARAN TAMAN BUDAYA ASAM KUMBANG SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA KOTA MEDAN
PENGEMBANGAN WISATA PENANGKARAN TAMAN BUDAYA ASAM KUMBANG SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA KOTA MEDAN
Penelitian ini berjudul “Pengembangan wisata penangkaran Taman Buaya AsamKumbang sebagai objek dan daya tarik wisata Kota Medan”. Membahas tentangbagaimana pengembangan wisata pena...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

