Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Pengetahuan Kebersihan Gigi dan Mulut dengan Indeks Karies pada Anak Usia 10-12 Tahun di Sekolah Dasar Negeri 5 Sumerta

View through CrossRef
Background: Oral hygiene knowledge is a factor that can affect the occurrence of dental caries. The prevention of dental caries occurrence can be done with Dental Health Education (DHE) to the community especially early childhood because, in this phase, the teeth growth enter the mixed dentition phase, the children are more independent and able to receive information. DHE can be given through public health services from a program called UKGS (School Dental Health Unit) that are aimed at elementary school children. Objective: The purpose of this study is to determine the relationship between the levels of oral hygiene knowledge with caries index in children aged 10-12 years at SDN 5 Sumerta. Methods: This research used an analytical research design with a cross-sectional approach. The sampling technique is using simple random sampling with 50 children as total samples. Data was obtained by questionnaire and dental screening, then analyzed with Rank Spearman Test. Results: The results of this study showed that children with high knowledge levels had a def-t index of 1.38 and DMF-T of 0.19. This value was lower compared to children with less knowledge who had the def-t index of 4.83 and the DMF-T index of 2.17. Spearman rank test results showed a value of (p) is -0.596 on def-t and -0.658 on DMF-T and a value of (α) is 0.01 (α < 0.05) which means that the correlation is significant. Conclusion: The conclusion of this research was oral hygiene knowledge had a strong association with the caries index of deciduous or permanent teeth with a negative correlation value.   Latar belakang: Pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat terjadinya karies gigi. pencegahan terhadap terjadinya karies gigi dapat dilakukan dengan pemberian Dental Health Education (DHE) kepada masyarakat terutama anak usia dini karena pada fase ini, gigi memasuki fase gigi bercampur serta anak mulai lebih mandiri dan mampu menerima informasi. DHE dapat diberikan melalui salah satu program puskesmas yaitu UKGS (Unit Kesehatan Gigi Sekolah) yang ditujukan pada anak sekolah dasar. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kebersihan gigi dan mulut dengan indeks karies pada anak usia 10-12 tahun di SDN 5 Sumerta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Tehnik sampling menggunakan metode simple random sampling dengan total sampel 50 orang anak. Data diperoleh dengan pemberian kuesioner dan screening gigi, kemudian dianalisis dengan Uji Rank Spearman. Hasil : Hasil dari penelitian ini menunjukan anak dengan tingkat pengetahuan tinggi memiliki indeks def-t sebesar 1,38 dan DMF-T sebesar 0,19. Nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan anak dengan pengetahuan kurang yang memiliki indeks def-t sebesar 4,83 dan indeks DMF-T sebesar 2,17. Hasil uji rank spearman menunjukan nilai (p) sebesar -0,596 pada def-t dan -0,658 pada DMF-T dan nilai (α) 0,01 yang berarti bahwa korelasi signifikan karena nilai (α) < 0,05.  Simpulan: Simpulan penelitian ini adalah pengetahuan kebersihan gigi dan mulut memiliki hubungan yang kuat terhadap indeks karies gigi sulung atau permanen dengan nilai korelasi negatif.
Title: Hubungan Pengetahuan Kebersihan Gigi dan Mulut dengan Indeks Karies pada Anak Usia 10-12 Tahun di Sekolah Dasar Negeri 5 Sumerta
Description:
Background: Oral hygiene knowledge is a factor that can affect the occurrence of dental caries.
The prevention of dental caries occurrence can be done with Dental Health Education (DHE) to the community especially early childhood because, in this phase, the teeth growth enter the mixed dentition phase, the children are more independent and able to receive information.
DHE can be given through public health services from a program called UKGS (School Dental Health Unit) that are aimed at elementary school children.
Objective: The purpose of this study is to determine the relationship between the levels of oral hygiene knowledge with caries index in children aged 10-12 years at SDN 5 Sumerta.
Methods: This research used an analytical research design with a cross-sectional approach.
The sampling technique is using simple random sampling with 50 children as total samples.
Data was obtained by questionnaire and dental screening, then analyzed with Rank Spearman Test.
Results: The results of this study showed that children with high knowledge levels had a def-t index of 1.
38 and DMF-T of 0.
19.
This value was lower compared to children with less knowledge who had the def-t index of 4.
83 and the DMF-T index of 2.
17.
Spearman rank test results showed a value of (p) is -0.
596 on def-t and -0.
658 on DMF-T and a value of (α) is 0.
01 (α < 0.
05) which means that the correlation is significant.
Conclusion: The conclusion of this research was oral hygiene knowledge had a strong association with the caries index of deciduous or permanent teeth with a negative correlation value.
  Latar belakang: Pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat terjadinya karies gigi.
pencegahan terhadap terjadinya karies gigi dapat dilakukan dengan pemberian Dental Health Education (DHE) kepada masyarakat terutama anak usia dini karena pada fase ini, gigi memasuki fase gigi bercampur serta anak mulai lebih mandiri dan mampu menerima informasi.
DHE dapat diberikan melalui salah satu program puskesmas yaitu UKGS (Unit Kesehatan Gigi Sekolah) yang ditujukan pada anak sekolah dasar.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kebersihan gigi dan mulut dengan indeks karies pada anak usia 10-12 tahun di SDN 5 Sumerta.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional.
Tehnik sampling menggunakan metode simple random sampling dengan total sampel 50 orang anak.
Data diperoleh dengan pemberian kuesioner dan screening gigi, kemudian dianalisis dengan Uji Rank Spearman.
Hasil : Hasil dari penelitian ini menunjukan anak dengan tingkat pengetahuan tinggi memiliki indeks def-t sebesar 1,38 dan DMF-T sebesar 0,19.
Nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan anak dengan pengetahuan kurang yang memiliki indeks def-t sebesar 4,83 dan indeks DMF-T sebesar 2,17.
Hasil uji rank spearman menunjukan nilai (p) sebesar -0,596 pada def-t dan -0,658 pada DMF-T dan nilai (α) 0,01 yang berarti bahwa korelasi signifikan karena nilai (α) < 0,05.
  Simpulan: Simpulan penelitian ini adalah pengetahuan kebersihan gigi dan mulut memiliki hubungan yang kuat terhadap indeks karies gigi sulung atau permanen dengan nilai korelasi negatif.

Related Results

Upaya Pencegahan Karies Gigi Menggunakan dengan Skrining dan Demontrasi Sikat Gigit Pada Kelompok Anak Sekolah
Upaya Pencegahan Karies Gigi Menggunakan dengan Skrining dan Demontrasi Sikat Gigit Pada Kelompok Anak Sekolah
Kesehatan mulut di Indonesia masih perlu diperhatikan terutama pada kelompok anak usia sekolah dimana prevalensi karies gigi sangat tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan un...
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Abstract: Tooth loss can occur due to various causes including caries and periodontal disease. Dental clerkship students are expected to have a good level of understanding of denta...
Peran Dokter Gigi dalam Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus
Peran Dokter Gigi dalam Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus
Latar belakang. Keberadaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) semakin lama semakin meningkat. Menurut DepKes RI 2010 8,3 juta. Ditinjau dari sudut pandang kebutuhan akan pelayanan kese...
Tingkat Keparahan Karies Gigi Balita Berdasarkan Pengetahuan dan Karies Gigi Ibu
Tingkat Keparahan Karies Gigi Balita Berdasarkan Pengetahuan dan Karies Gigi Ibu
Orang tua, khususnya ibu, memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan menjaga kesehatan mulut pada anak-anak mereka dengan mengajarkan perilaku hidup sehat. Ibu memiliki tangg...
Gambaran Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting di Indonesia
Gambaran Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting di Indonesia
Abstract: Dental caries, as well as stunting in children, is still a worldwide problem including in Indonesia. Malnutrition can cause stunting and abnormal growth and development o...
Pemberdayaan Ibu Terhadap Deteksi Dini Karies Gigi Pada TK/PAUD RA Nurul Fatihah Desa Sidourip Kecamatan Beringin Kab.Deli Serdang
Pemberdayaan Ibu Terhadap Deteksi Dini Karies Gigi Pada TK/PAUD RA Nurul Fatihah Desa Sidourip Kecamatan Beringin Kab.Deli Serdang
Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut penting untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Anak usia dini sangat rentan mengalami karies gigi akibat pola makan dan perilaku k...
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG KARIES PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG KARIES PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV
Latar Belakang: Karies gigi termasuk penyakit pada jaringan gigi dengan gejala rusaknya jaringan, diawali pada permukaan gigi selanjutnya berlanjut pada pulpa. Karies gigi mampu te...

Back to Top