Javascript must be enabled to continue!
PERBANDINGAN METODE Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) DENGAN Chemiluminescence Immunoassay (CLIA) TERHADAP HASIL ANTIBODI IgG DAN IgM HSV-2
View through CrossRef
Virus herpes simpleks (HSV), khususnya tipe 2, adalah infeksi menular seksual yang menyebabkan herpes simpleks genital.Herpes dapat menular dari ibu ke janin atau bayi selama kehamilan atapun pada saat proses persalinan dan juga dapat menular secara kontak langsung maupun tidak langsung. Karena sangat mudah menular, sering kambuh, dan tidak menimbulkan gejala sama sekali, HSV-2 merupakan salah satu penyakit yang paling merepotkan. Penegakan diagnosis penyakit herpes dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan metode ELISA dengan CLIA dalam pemeriksaan antibodi IgG dan IgM HSV-2. Penelitian bersifat quasi eksperimen yaitu dengan membandingkan hasil pemeriksaan IgG dan IgM HSV-2 menggunakan metode ELISA dengan CLIA. Pemeriksaan menggunakan 2 alat yang berbeda yaitu Alegria metode ELISA dan Autolumo A1000 metode CLIA. Sampel yang digunakan sebanyak 31 spesimen. Data yang diperoleh diolah secara uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi IgG HSV-2 p = 1,000 dan IgM HSV-2 p = 0,356 (nilai sig > 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara metode ELISA dengan metode CLIA.
Kata kunci: IgG HSV-2, IgM HSV-2, ELISA, CLIA
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung
Title: PERBANDINGAN METODE Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) DENGAN Chemiluminescence Immunoassay (CLIA) TERHADAP HASIL ANTIBODI IgG DAN IgM HSV-2
Description:
Virus herpes simpleks (HSV), khususnya tipe 2, adalah infeksi menular seksual yang menyebabkan herpes simpleks genital.
Herpes dapat menular dari ibu ke janin atau bayi selama kehamilan atapun pada saat proses persalinan dan juga dapat menular secara kontak langsung maupun tidak langsung.
Karena sangat mudah menular, sering kambuh, dan tidak menimbulkan gejala sama sekali, HSV-2 merupakan salah satu penyakit yang paling merepotkan.
Penegakan diagnosis penyakit herpes dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan metode ELISA dengan CLIA dalam pemeriksaan antibodi IgG dan IgM HSV-2.
Penelitian bersifat quasi eksperimen yaitu dengan membandingkan hasil pemeriksaan IgG dan IgM HSV-2 menggunakan metode ELISA dengan CLIA.
Pemeriksaan menggunakan 2 alat yang berbeda yaitu Alegria metode ELISA dan Autolumo A1000 metode CLIA.
Sampel yang digunakan sebanyak 31 spesimen.
Data yang diperoleh diolah secara uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi IgG HSV-2 p = 1,000 dan IgM HSV-2 p = 0,356 (nilai sig > 0,05).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara metode ELISA dengan metode CLIA.
Kata kunci: IgG HSV-2, IgM HSV-2, ELISA, CLIA.
Related Results
Nilai diagnostik pemeriksaan Antinuclear Antibody (ANA) secara kuantitatif dengan metode Chemiluminescent Immunoassay (CLIA) pada pasien dengan penyakit autoimun
Nilai diagnostik pemeriksaan Antinuclear Antibody (ANA) secara kuantitatif dengan metode Chemiluminescent Immunoassay (CLIA) pada pasien dengan penyakit autoimun
Background: Many serological examination methods have been developed to assist in diagnosing autoimmune diseases, one of which is the Chemiluminescent Immunoassay (CLIA) method. Th...
Seroprevalence of Herpes Simplex Virus Type 2 and Associated Risk Factors among Undergraduate Female Students of Babcock University, Nigeria
Seroprevalence of Herpes Simplex Virus Type 2 and Associated Risk Factors among Undergraduate Female Students of Babcock University, Nigeria
Background: Herpes simplex virus type 2 (HSV-2) causes genital herpes, a chronic viral infection that is sexually transmitted and often results in genital ulcer disease (GUD) world...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Gambaran Antibodi yang terdeteksi pada pemeriksaan Identifikasi Ab Irreguler di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2017 – 2022
Gambaran Antibodi yang terdeteksi pada pemeriksaan Identifikasi Ab Irreguler di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2017 – 2022
Pasien dengan transfusi berulang diduga membentuk antibodi ireguler pada sel darah merah yang dapat menyulitkan pada pencocokan darah pasien dengan donor pada uji kompatibilitas. U...
GAMBARAN ANTIBODI YANG TERDETEKSI PADA PEMERIKSAAN IDENTIFIKASI AB IRREGULER DI UDD PMI DKI JAKARTA TAHUN 2017-2022
GAMBARAN ANTIBODI YANG TERDETEKSI PADA PEMERIKSAAN IDENTIFIKASI AB IRREGULER DI UDD PMI DKI JAKARTA TAHUN 2017-2022
Pasien dengan transfusi berulang diduga membentuk antibodi ireguler pada sel darah merah yang dapat menyulitkan pada pencocokan darah pasien dengan donor pada uji kompatibilitas. U...
Patterns of antiphospholipid antibody positivity in a real-world laboratory over two decades
Patterns of antiphospholipid antibody positivity in a real-world laboratory over two decades
Abstract
Background Antiphospholipid syndrome (APS) is diagnosed when vascular thrombosis or pregnancy morbidity occurs ...
Comparison of Enzyme-Linked Immunosorbent Assay and Chemiluminescence Immunoassay for Thyroid Stimulating Hormone Analysis in Tertiary Care Hospital Lahore
Comparison of Enzyme-Linked Immunosorbent Assay and Chemiluminescence Immunoassay for Thyroid Stimulating Hormone Analysis in Tertiary Care Hospital Lahore
Objective: To compare enzyme-linked immunosorbent assay and Chemiluminescence immunoassay for thyroid stimulating hormone analysis in human serum.
Methodology: This cross-s...

