Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

WISATA KULINER DI PANTAI INDAH KAPUK

View through CrossRef
At millennial era, trends are very easily spread due to the presence of social media. Millennials with high curiosity, as "digital native" can easily find out what trends are happening at that time. And usually will try to do that trend. That is because millennials like to try something new, besides, the experience gained will always be perpetuated through photos which will then be exhibited on social media. One of the trends of the most 'hits' in this era is culinary. When culinary is combined with vibrant social media in millennials, there will be activities to spread culinary content on social media. Because of the considerable impact of the activity, now restaurants are flocking to present the concept of a unique dining place with attractive food performances and different dining places. Millennials also hunt for such types of places to be exhibited on social media. By presenting an architecture which is an culinary tour, it is hoped that it can become a forum for millennials to channel culinary hobbies while learning to preserve the environment. AbstrakPada jaman milenial, tren sangatlah mudah tersebar karena kehadiran sosial media. Kaum Milenial dengan rasa ingin tahu yang tinggi, sebagai “digital native”, dapat dengan mudah mencari tahu tren apa yang sedang terjadi saat itu. Dan biasanya akan berusaha untukmelakukan tren tersebut. Hal itu dikarenakan kaum milenial gemar untuk mencoba sesuatuyang baru. Selain itu, pengalaman yang didapatkan akan selalu diabadikan melalui foto yang    kemudian akan dipamerkan di sosial media. Salah satu tren yang paling ‘hits’ di jaman ini                adalah kuliner. Ketika kuliner digabungkan dengan sosial media yang semarak di kalangan             milenial, akan ada aktivitas menyebarkan konten berupa kuliner pada sosial media. Karena dampak yang cukup besar dari aktivitas itu, kini restoran berbondong-bondong menyajikan konsep tempat makan unik dengan penampilan makanan yang menarik dan desain tempat makan yang berbeda. Kaum millennial juga memburu jenis tempat makan seperti itu agar dapat dipamerkan di media sosial. Dengan menghadirkan sebuah arsitektur yang merupakan wisata kuliner diharapkan dapat menjadi wadah kaum milenial untuk menyalurkan hobi akan kuliner sambil belajar untuk melestarikan lingkungan. 
Title: WISATA KULINER DI PANTAI INDAH KAPUK
Description:
At millennial era, trends are very easily spread due to the presence of social media.
Millennials with high curiosity, as "digital native" can easily find out what trends are happening at that time.
And usually will try to do that trend.
That is because millennials like to try something new, besides, the experience gained will always be perpetuated through photos which will then be exhibited on social media.
One of the trends of the most 'hits' in this era is culinary.
When culinary is combined with vibrant social media in millennials, there will be activities to spread culinary content on social media.
Because of the considerable impact of the activity, now restaurants are flocking to present the concept of a unique dining place with attractive food performances and different dining places.
Millennials also hunt for such types of places to be exhibited on social media.
By presenting an architecture which is an culinary tour, it is hoped that it can become a forum for millennials to channel culinary hobbies while learning to preserve the environment.
 AbstrakPada jaman milenial, tren sangatlah mudah tersebar karena kehadiran sosial media.
Kaum Milenial dengan rasa ingin tahu yang tinggi, sebagai “digital native”, dapat dengan mudah mencari tahu tren apa yang sedang terjadi saat itu.
Dan biasanya akan berusaha untukmelakukan tren tersebut.
Hal itu dikarenakan kaum milenial gemar untuk mencoba sesuatuyang baru.
Selain itu, pengalaman yang didapatkan akan selalu diabadikan melalui foto yang    kemudian akan dipamerkan di sosial media.
Salah satu tren yang paling ‘hits’ di jaman ini                adalah kuliner.
Ketika kuliner digabungkan dengan sosial media yang semarak di kalangan             milenial, akan ada aktivitas menyebarkan konten berupa kuliner pada sosial media.
Karena dampak yang cukup besar dari aktivitas itu, kini restoran berbondong-bondong menyajikan konsep tempat makan unik dengan penampilan makanan yang menarik dan desain tempat makan yang berbeda.
Kaum millennial juga memburu jenis tempat makan seperti itu agar dapat dipamerkan di media sosial.
Dengan menghadirkan sebuah arsitektur yang merupakan wisata kuliner diharapkan dapat menjadi wadah kaum milenial untuk menyalurkan hobi akan kuliner sambil belajar untuk melestarikan lingkungan.
 .

Related Results

Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
Identifikasi Kesesuaian Atraksi Wisata Pantai Berdasarkan Daya Tampung dan Daya Dukung
Identifikasi Kesesuaian Atraksi Wisata Pantai Berdasarkan Daya Tampung dan Daya Dukung
Abstract. Pangandaran Beach has various kinds of tourist attractions such as beach recreation areas, watersport, swimming, snorkeling, mangrove tourism and camping, but these touri...
Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Binalatung Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara
Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Binalatung Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara
Abstrak Pariwisata merupakan salah satu sektor yang bisa di andalkan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) suatu wilayah. Kota Tarakan memiliki kondisi geografis ke...
PUSAT WISATA KULINER dan UMKM TANJUNG KRAMAT di KOTA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER
PUSAT WISATA KULINER dan UMKM TANJUNG KRAMAT di KOTA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER
Kota Gorontalo merupakan salah satu kota yang memiliki perkembangan yang cukup dalam bidang wisata dan kuliner yang di dukung dengan hasil laut yang melimpah sehingga membuat wisat...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
Pulau Laut-Sekatung adalah salah satu pulau terluar Negara Republik Indonesia yang berbatasan dengan perairan Malaysia Timur. Pulau ini terletak di laut Cina Selatan sebagai bagian...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
PEMBUATAN KOMPOSIT ISOLATOR PANAS BERBAHAN SERAT KAPUK (CEIBA PENTANDRA) DAN POLIPROPILENA DENGAN METODE THERMAL BONDING
PEMBUATAN KOMPOSIT ISOLATOR PANAS BERBAHAN SERAT KAPUK (CEIBA PENTANDRA) DAN POLIPROPILENA DENGAN METODE THERMAL BONDING
Komposit adalah suatu material yang terbentuk dari kombinasi dua material ataulebih melalui pencampuran yang tidak homogen, sehingga menghasilkan sebuah material dengan sifat baru ...

Back to Top