Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Persentase Fertilitas dan Daya Tetas Ayam Cemani dan White Leghorn Berdasarkan Ukuran Bobot Telur

View through CrossRef
ABSTRAK. Fertilitas dan daya tetas sangat penting secara ekonomi untuk semua tempat penetasan, oleh karena itu harus diberikan perhatian khusus. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran bobot telur terhadap persentase fertilitas dan daya tetas ayam Cemani dan White Leghorn. Telur tetas (299) dari ayam Cemani dan White Leghorn diperoleh dari kompleks kandang Balitnak dan dibagi menjadi 3 kategori ukuran bobot telur (kecil, sedang, dan besar). Data bobot telur tetas, fertilitas, dan daya tetas dianalisis berdasarkan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 2. Faktor pertama adalah ukuran bobot telur dan faktor kedua adalah jenis ternak, menggunakan prosedur General Linear Model dari SPSS versi 22. Jika terdapat pengaruh, maka diuji lanjut dengan uji Duncan. Sementara itu, untuk mengetahui hubungan antara ukuran bobot telur terhadap fertilitas dan daya tetas dihitung dengan persamaan regresi. Penelitian menunjukkan ukuran bobot telur secara signifikan (P0,05) memengaruhi bobot telur tetas, fertilitas, dan daya tetas. Telur ukuran sedang memberikan persentase fertilitas dan daya tetas yang lebih baik dibandingkan dengan telur ukuran kecil dan besar. Begitu juga untuk persamaan regresi memperlihatkan ada korelasi positif antara ukuran bobot telur terhadap fertilitas dan daya tetas, di mana ukuran bobot telur sedang mempunyai nilai R tertinggi. Pemilihan telur ukuran sedang akan bermanfaat untuk memaksimalkan persentase fertilitas dan daya tetas. (Percentage of fertility and hatchability of cemani and white leghorn chickens based on size of egg weight) ABSTRACT. Special attention to the trait of fertility and hatchability is very important because these two characteristics have economic value in all hatcheries. The purpose of this study was to determine the effect of egg weight size to the fertility and hatchability percentage in Cemani and White Leghorn chickens. The sample used in this research was the hatching eggs of Cemani and White Leghorn chickens (299 eggs) that obtained from the Balitnak chicken station. The eggs are divided into 3 egg weight size categories (small, medium and large). Data on weight of hatching egg, fertility, and hatchability were analyzed based on a 3 x 2 factorial randomized block design. The first factor was egg weight size and the second factor was breed. Data analysis used the General Linear Model procedure from SPSS version 22. If the effect is significantly different, then Duncan's test will be continued. Meanwhile, the correlation between size of egg weight and fertility is analyzed by regression. The results showed that the size of the egg weight was significantly (P0.05) on the hatching egg weight, fertility, and hatchability. The best percentage of fertility and hatchability is eggs in the medium category. Fertility and hatchability of eggs have a positive correlation with egg weight measurements, where the measurement of egg weight in the medium category has the highest R value. The choice of medium size eggs will be beneficial to maximize the percentage of fertility and hatchability.
Title: Persentase Fertilitas dan Daya Tetas Ayam Cemani dan White Leghorn Berdasarkan Ukuran Bobot Telur
Description:
ABSTRAK.
Fertilitas dan daya tetas sangat penting secara ekonomi untuk semua tempat penetasan, oleh karena itu harus diberikan perhatian khusus.
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran bobot telur terhadap persentase fertilitas dan daya tetas ayam Cemani dan White Leghorn.
Telur tetas (299) dari ayam Cemani dan White Leghorn diperoleh dari kompleks kandang Balitnak dan dibagi menjadi 3 kategori ukuran bobot telur (kecil, sedang, dan besar).
Data bobot telur tetas, fertilitas, dan daya tetas dianalisis berdasarkan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 2.
Faktor pertama adalah ukuran bobot telur dan faktor kedua adalah jenis ternak, menggunakan prosedur General Linear Model dari SPSS versi 22.
Jika terdapat pengaruh, maka diuji lanjut dengan uji Duncan.
Sementara itu, untuk mengetahui hubungan antara ukuran bobot telur terhadap fertilitas dan daya tetas dihitung dengan persamaan regresi.
Penelitian menunjukkan ukuran bobot telur secara signifikan (P0,05) memengaruhi bobot telur tetas, fertilitas, dan daya tetas.
Telur ukuran sedang memberikan persentase fertilitas dan daya tetas yang lebih baik dibandingkan dengan telur ukuran kecil dan besar.
Begitu juga untuk persamaan regresi memperlihatkan ada korelasi positif antara ukuran bobot telur terhadap fertilitas dan daya tetas, di mana ukuran bobot telur sedang mempunyai nilai R tertinggi.
Pemilihan telur ukuran sedang akan bermanfaat untuk memaksimalkan persentase fertilitas dan daya tetas.
 (Percentage of fertility and hatchability of cemani and white leghorn chickens based on size of egg weight) ABSTRACT.
Special attention to the trait of fertility and hatchability is very important because these two characteristics have economic value in all hatcheries.
The purpose of this study was to determine the effect of egg weight size to the fertility and hatchability percentage in Cemani and White Leghorn chickens.
The sample used in this research was the hatching eggs of Cemani and White Leghorn chickens (299 eggs) that obtained from the Balitnak chicken station.
The eggs are divided into 3 egg weight size categories (small, medium and large).
Data on weight of hatching egg, fertility, and hatchability were analyzed based on a 3 x 2 factorial randomized block design.
The first factor was egg weight size and the second factor was breed.
Data analysis used the General Linear Model procedure from SPSS version 22.
If the effect is significantly different, then Duncan's test will be continued.
Meanwhile, the correlation between size of egg weight and fertility is analyzed by regression.
The results showed that the size of the egg weight was significantly (P0.
05) on the hatching egg weight, fertility, and hatchability.
The best percentage of fertility and hatchability is eggs in the medium category.
Fertility and hatchability of eggs have a positive correlation with egg weight measurements, where the measurement of egg weight in the medium category has the highest R value.
The choice of medium size eggs will be beneficial to maximize the percentage of fertility and hatchability.

Related Results

Tingkat Penerimaan Konsumen terhadap Ukuran Telur Ayam Ketarras yang dianggap sebagai Telur Ayam Kampng serta Uji Rasa dan Bau
Tingkat Penerimaan Konsumen terhadap Ukuran Telur Ayam Ketarras yang dianggap sebagai Telur Ayam Kampng serta Uji Rasa dan Bau
Ayam Ketarras merupakan ayam dengan komposisi genetik 75% ayam Arab dan 25% ayam Ras petelur. Warna kerabang telur ayam Ketarras mirip dengan warna kerabang telur ayam Kampung. Nam...
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Permasalahan utama dalam pengembangan ayam Lokal sebagai ternak komersial adalah masih kurangnya varian dari turunan perkawinan silang dan masih rendahnya produktivitas baik sebaga...
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans keturunan ayam Arab dengan ayam Arras (Ayam Ketarras) umur 2-12 minggu. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 6 bulan, dim...
Performa Fase Awal Produksi pada Ayam Ketarras dan Ayam Arab Betina
Performa Fase Awal Produksi pada Ayam Ketarras dan Ayam Arab Betina
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa fase awal produksi pada ayam Ketarras dan ayam Arab betina. Penelitian terdiri 2 perlakuan dan 25 ulangan. Faktor jenis ayam di...
PENGARUH FREKUENSI PEMUTARAN TELUR ITIK PERSILANGAN MOJOSARI ALABIO (MA) DALAM INCUBATOR TERHADAP DAYA TETAS DAN BOBOT TETAS TELUR
PENGARUH FREKUENSI PEMUTARAN TELUR ITIK PERSILANGAN MOJOSARI ALABIO (MA) DALAM INCUBATOR TERHADAP DAYA TETAS DAN BOBOT TETAS TELUR
Upaya memenuhi kebutuhan protein masyarakat melalui budidaya ternak itik tidak terlepas dari kualitas bibit yang digunakan dalam sistem budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk...
Karakteristik Telur, Daya Tetas, Pertumbuhan Larva Hermetia illucens, Sintasan Larva Selama Pemeliharaan.
Karakteristik Telur, Daya Tetas, Pertumbuhan Larva Hermetia illucens, Sintasan Larva Selama Pemeliharaan.
 Larva black soldier fly/BSF (Hermetia illucens) atau yang dikenal sebagai maggot berpotensi digunakan sebagai pakan ikan berprotein tinggi. Sejauh ini maggot telah banyak diaplika...
KAJIAN PENGENCERAN SEMEN AYAM MIRAH DENGAN DOSIS NaCl YANG BERBEDA TERHADAP PERFORMA PENETASAN
KAJIAN PENGENCERAN SEMEN AYAM MIRAH DENGAN DOSIS NaCl YANG BERBEDA TERHADAP PERFORMA PENETASAN
Ayam mirah adalah ayam lokal asli dari Kabupaten Simalungun yang dikembangkan sebagai bahan makanan tradisional etnik Simalungun. Pemanfaatan teknologi Inseminasi buatan diharapkan...
Korelasi Bobot Potong terhadap Produksi Karkas Ternak Sapi Bali di RPH Kota Kefamenanu
Korelasi Bobot Potong terhadap Produksi Karkas Ternak Sapi Bali di RPH Kota Kefamenanu
Penelitian ini telah dilaksanakan di RPH Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara selama 2 bulan dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bobot potong te...

Back to Top