Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Zat Gizi Makro, BCAA, Viskositas Formula Enteral Bagi Pasien Sirosis Hepatis

View through CrossRef
ABSTRAK Sirosis hepatis merupakan sekelompok penyakit hati kronik yang mengakibatkan terjadi penurunan jumlah jaringan hati normal. Pasien dengan gangguan hati sangat beresiko malnutrisi karena terjadi gangguan absorbsi, adanya hipermetabolik, dan asupan oral kurang. Terapi diet formula enteral berbasis labu  kuning dan tepung kedelai merupakan salah satu pangan lokal yang bermanfaat sebagai alternatif formula enteral untuk pasien sirosis hepatis karena mengandung Branched-Chain Amino Acids (BCAA) dan Medium -Chain Tryglyceride (MCT) tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai gizi (uji proksimat), uji BCAA (Leusin, Isoleusin, Valin) dan Uji Viskositas (kekentalan) dan uji organoleptik formula enteral pasien sirosis hepatis dari labu kuning dan tepung kedelai. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan 3 taraf perlakuan, perbandingan labu kuning dengan bubuk kedelai dengan FE1, FE2, FE3, karakteristik yang dianalisis yaitu zat gizi makro (energi, protein, lemak, karbohidrat), BCAA (leusin, isoleusin, valin) , viskositas. Analisis statistik dengan One Way Anova dan uji organoleptik metode hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisa kandungan zat gizi makro yang sesui dengan syarat dan prinsip diet adalah formula enteral 2  pada konsentrasi perbandingan (80:20). Hasil uji statistik One-Way anova menunjukkan p-value = 0,000 (<0,005) yang berarti adanya perbedaan yang nyata kandungan leusin, isoleusin dan valin pada ke tiga formula enteral tersebut . Peningkatan perbandingan labu kuning cenderung membuat viskositas formula enteral sirosis hepatis semakin meningkat. Formula enteral mempunyai karakteristik per 1000 ml sebagai berikut kandungan protein 38 gram, karbohidrat 161,1 gram, lemak 25,2 gram, energi 1023 kkal, branched chain amino acids (BCAA) 5743,43 mg, serta hasil uji organoleptik terpilih formula 2 Rekomendasi formula terpilih adalah FE2 karena memiliki kadar energi, protein, lemak dan karbohidrat  yang sesuai dengan syarat dan prinsip diet penyakit hati menurut  (ASDI,2019), serta memiliki nilai penerimaan tertinggi diantara formula lain.
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Title: Analisis Zat Gizi Makro, BCAA, Viskositas Formula Enteral Bagi Pasien Sirosis Hepatis
Description:
ABSTRAK Sirosis hepatis merupakan sekelompok penyakit hati kronik yang mengakibatkan terjadi penurunan jumlah jaringan hati normal.
Pasien dengan gangguan hati sangat beresiko malnutrisi karena terjadi gangguan absorbsi, adanya hipermetabolik, dan asupan oral kurang.
Terapi diet formula enteral berbasis labu  kuning dan tepung kedelai merupakan salah satu pangan lokal yang bermanfaat sebagai alternatif formula enteral untuk pasien sirosis hepatis karena mengandung Branched-Chain Amino Acids (BCAA) dan Medium -Chain Tryglyceride (MCT) tinggi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai gizi (uji proksimat), uji BCAA (Leusin, Isoleusin, Valin) dan Uji Viskositas (kekentalan) dan uji organoleptik formula enteral pasien sirosis hepatis dari labu kuning dan tepung kedelai.
Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan 3 taraf perlakuan, perbandingan labu kuning dengan bubuk kedelai dengan FE1, FE2, FE3, karakteristik yang dianalisis yaitu zat gizi makro (energi, protein, lemak, karbohidrat), BCAA (leusin, isoleusin, valin) , viskositas.
Analisis statistik dengan One Way Anova dan uji organoleptik metode hedonik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisa kandungan zat gizi makro yang sesui dengan syarat dan prinsip diet adalah formula enteral 2  pada konsentrasi perbandingan (80:20).
Hasil uji statistik One-Way anova menunjukkan p-value = 0,000 (<0,005) yang berarti adanya perbedaan yang nyata kandungan leusin, isoleusin dan valin pada ke tiga formula enteral tersebut .
Peningkatan perbandingan labu kuning cenderung membuat viskositas formula enteral sirosis hepatis semakin meningkat.
Formula enteral mempunyai karakteristik per 1000 ml sebagai berikut kandungan protein 38 gram, karbohidrat 161,1 gram, lemak 25,2 gram, energi 1023 kkal, branched chain amino acids (BCAA) 5743,43 mg, serta hasil uji organoleptik terpilih formula 2 Rekomendasi formula terpilih adalah FE2 karena memiliki kadar energi, protein, lemak dan karbohidrat  yang sesuai dengan syarat dan prinsip diet penyakit hati menurut  (ASDI,2019), serta memiliki nilai penerimaan tertinggi diantara formula lain.

Related Results

FORMULASI FORMULA ENTERAL BLENDERIZED NON MILK BASED
FORMULASI FORMULA ENTERAL BLENDERIZED NON MILK BASED
ABSTRACTBackground: Hospital enteral formula with lactose-free content is still rare, meanwhile lactose-free enteral food is needed, especially with patients who have lactose intol...
PERBANDINGAN INDEKS ASPARTATE AMINOTRANSFERASE TO PLATELET RATIO INDEX (APRI) PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS DAN KARSINOMA HEPATOSELULER
PERBANDINGAN INDEKS ASPARTATE AMINOTRANSFERASE TO PLATELET RATIO INDEX (APRI) PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS DAN KARSINOMA HEPATOSELULER
ABSTRAK Sirosis hepatis dianggap sebagai kondisi sebelum terjadinya karsinoma hepatoseluler. Sirosis hepatis dan karsinoma hepatoseluler perlu dideteksi lebih awal dengan men...
Karakteristik Pasien Sirosis Hepatis
Karakteristik Pasien Sirosis Hepatis
Latar belakang:. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2016 sekitar 51,1% laki laki dan 27,1% perempuan dari 100.000 populasi meninggal akibat sirosis he...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI
Salah satu faktor penting dalam mencapai derajat Kesehatan yang optimal yaitu dengan status gizi yang baik. Tingkat pengetahuan gizi mempengaruhi seseorang dalam memilih makanan. B...
Bounds on the sum of broadcast domination number and strong metric dimension of graphs
Bounds on the sum of broadcast domination number and strong metric dimension of graphs
Let [Formula: see text] be a connected graph of order at least two with vertex set [Formula: see text]. For [Formula: see text], let [Formula: see text] denote the length of an [Fo...

Back to Top