Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efek Probiotik sebagai Terapi Adjuvan pada Pasien Depresi: Tinjauan Sistematis

View through CrossRef
Pendahuluan: Gangguan depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum di seluruh dunia dan sering kali bersifat kronis serta sulit ditangani secara tuntas. Dalam beberapa tahun terakhir, munculnya konsep hubungan antara mikrobiota usus dan otak (gut–brain axis) telah membuka peluang baru dalam terapi gangguan mood, termasuk penggunaan probiotik sebagai intervensi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis efek probiotik sebagai  terapi adjuvan pada penderita depresi. Metode: Tinjauan sistematis dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA melalui pencarian literatur pada basis data PubMed dan Google Scholar. Artikel yang dianalisis adalah penelitian asli dalam rentang tahun 2015-2025 yang membahas mengenai efek probiotik sebagai terapi adjuvan pada pasien depresi. Pembahasan: Tujuh artikel yang dikaji menunjukkan bahwa bahwa penggunaan probiotik sebagai terapi adjuvan memiliki efek yang baik dalam penurunan gejala depresi berdasarkan skor BDI ataupun HAM-D. Efek probiotik akan optimal jika diberikan langsung bersamaan dengan obat antidepressan yang telah diresepkan oleh dokter. Simpulan: Penggunaan probiotik, selama minimal 6–8 minggu, dapat menurunkan skor gejala depresi (BDI, HAM-D) secara signifikan, sebagai terapi terapi adjuvan. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan protokol strain, dosis, dan durasi yang paling optimal serta pemahaman lebih dalam mengenai mekanisme individual respon pasien.         Kata Kunci: probiotik, terapi adjuvant, depresi, sumbu otak-usus, mikrobiota usus
Title: Efek Probiotik sebagai Terapi Adjuvan pada Pasien Depresi: Tinjauan Sistematis
Description:
Pendahuluan: Gangguan depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum di seluruh dunia dan sering kali bersifat kronis serta sulit ditangani secara tuntas.
Dalam beberapa tahun terakhir, munculnya konsep hubungan antara mikrobiota usus dan otak (gut–brain axis) telah membuka peluang baru dalam terapi gangguan mood, termasuk penggunaan probiotik sebagai intervensi tambahan.
Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis efek probiotik sebagai  terapi adjuvan pada penderita depresi.
Metode: Tinjauan sistematis dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA melalui pencarian literatur pada basis data PubMed dan Google Scholar.
Artikel yang dianalisis adalah penelitian asli dalam rentang tahun 2015-2025 yang membahas mengenai efek probiotik sebagai terapi adjuvan pada pasien depresi.
Pembahasan: Tujuh artikel yang dikaji menunjukkan bahwa bahwa penggunaan probiotik sebagai terapi adjuvan memiliki efek yang baik dalam penurunan gejala depresi berdasarkan skor BDI ataupun HAM-D.
Efek probiotik akan optimal jika diberikan langsung bersamaan dengan obat antidepressan yang telah diresepkan oleh dokter.
Simpulan: Penggunaan probiotik, selama minimal 6–8 minggu, dapat menurunkan skor gejala depresi (BDI, HAM-D) secara signifikan, sebagai terapi terapi adjuvan.
Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan protokol strain, dosis, dan durasi yang paling optimal serta pemahaman lebih dalam mengenai mekanisme individual respon pasien.
        Kata Kunci: probiotik, terapi adjuvant, depresi, sumbu otak-usus, mikrobiota usus.

Related Results

Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Faktor Prediktor Kegagalan Virologis pada Pasien HIV yang Mendapat Terapi ARV Lini Pertama dengan Kepatuhan Berobat Baik
Faktor Prediktor Kegagalan Virologis pada Pasien HIV yang Mendapat Terapi ARV Lini Pertama dengan Kepatuhan Berobat Baik
Pendahuluan. Pada negara dengan keterbatasan sumber daya, pengukuran viral load (VL) sebagai prediktor efektivitas terapi antiretroviral (ARV) tidak selalu mudah untuk diakses oleh...
Pengaruh Penerapan Reminiscence Therapy Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia
Pengaruh Penerapan Reminiscence Therapy Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia
Lansia sebagai tahap akhir siklus kehidupan sering diwarnai dengan kondisi yang tidak sesuai dengan harapan, sehingga banyak mengalami depresi. World Health Orgalenization menyatak...
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
Memori merupakan kemampuan untuk menyimpan, mempertahankan, dan mengingat informasi dari pengalaman masa lalu pada otak manusia berperan dalam proses belajar. Banyak hal yang mempe...
Literature Review Analisis Utilitas Biaya Terapi Adjuvan pada Pasien Kanker Payudara HER-2 Positif
Literature Review Analisis Utilitas Biaya Terapi Adjuvan pada Pasien Kanker Payudara HER-2 Positif
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit penyebab kematian wanita di dunia. Tingginya biaya yang dikeluarkan untuk pengendalian penyakit kanker dapat berpengaruh terhadap peng...
Pengaruh Probiotik Em4 Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Pengaruh Probiotik Em4 Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Probiotik Effective Microorganisme 4 (EM4) mengandung 90% bakteri Lactobacillus casei dan Streptomyces casei yang mampu meningkatkan daya serap nutrisi dalam pakan, sehingga dapat ...
RE-DESIGN VISUAL IDENTITY MIRACLE GREEN PROBIOTIK ORGANIK
RE-DESIGN VISUAL IDENTITY MIRACLE GREEN PROBIOTIK ORGANIK
Persoalan tentang gaya hidup sehat di Indonesia terus berkembang dan menyebabkan masyarakat menerapkan gaya hidup organik yang juga mempengaruhi perkembangan pertanian organik di I...

Back to Top