Javascript must be enabled to continue!
PEMAKAIAN BAHASA LAMPUNG DI DAERAH RAJABASA
View through CrossRef
Pemakaian bahasa Lampung di daerah Rajabasa menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini. Tujuan melaksanakan penelitian adalah memberikan informasi dan deskripsi kepada masyarakat, praktisi bahasa, dan budayawan tentang pemakaian bahasa Lampung di daearah Rajabasa. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemakaian bahasa ibu di daerah Rajabasa dengan jumlah penduduk 45.421 jiwa dengan pengambilan sampel sebanyak 15% sehingga berjumlah 6.821 responden yang tersebar di 7 kelurahan, diperoleh data bahwa 50% dari responden beretnis bukan Lampung (seperti etnis Jawa, Sunda, Padang, Batak, Palembang) sesuai dengan yang tercatat pada data seluruhnya menggunakan bahasa ibu sesuai dengan keetnisan masing-masing. Hal ini menyimpulkan bahwa bahasa ibu masyarakat daerah kecamatan Rajabasa berkesesuaian dengan keetnisanya. Selanjutnya, pemakaian bahasa Lampung di daerah Rajabasa disimpulkan secara keseluruhan sebanding dengan bahasa yang digunakan bukan orang Lampung yaitu 50% juga. Hanya saja, untuk kategori ini perolehannya dipecah menjadi dua yaitu Lampung asli dan Lampung campur. Untuk kategori Lampung asli diperoleh data sebanyak 35% dan Lampung campur 15%. Sekali lagi, manakala itu digabungkan perolehannya berimbang sama-sama 50% dengan etnis bukan Lampung. Selain itu ditemukan pula bahwa di daerah kecamatan Rajabasa ada sebuah kampung adat yang terdapat beberapa buay, seperti buay Subing dan buay Pubian terletak di seputaran pasar Tempel dan sekitarnya. AbstractThe focus of this study is the use of languages in the area of Rajabasa, Lampung. This study was aimed to provide information and description of the use of languages in Rajabasa, Lampung, to the public, linguist, and culture practitioners. This study was conducted for over three months. Rajabasa area has a population of 45,421 inhabitants. The sample was as much as 15%, or 6,821 respondents. The sample was from seven villages. The data included 50% of respondents who are not Lampung ethnic (Javanese, Sundanese, Padang, Batak, and Palembang). The results show that all respondents use their mother tongue in accordance with their respective ethnicities. This study concludes that the mother tongues of local communities are in line with ethnicity. Meanwhile, the overall use of Lampungs language in the area Rajabasa is comparable to the non-Lampungs languages, namely 50%. However, this category was divided into two categories: native Lampungs and mix Lampungs. The category of native Lampungs covers 35%; and the mix Lampung covers 15%. The combination of both Lampungs is in balance with non-Lampung ethnics, covering 50%. In addition, it was also found that, in the district of Rajabasa, there is a traditional village with a number of Buays, such as Buay Subing and Buay Pubian. They are located in around Tempel Market and its surrounding areas.
Title: PEMAKAIAN BAHASA LAMPUNG DI DAERAH RAJABASA
Description:
Pemakaian bahasa Lampung di daerah Rajabasa menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini.
Tujuan melaksanakan penelitian adalah memberikan informasi dan deskripsi kepada masyarakat, praktisi bahasa, dan budayawan tentang pemakaian bahasa Lampung di daearah Rajabasa.
Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemakaian bahasa ibu di daerah Rajabasa dengan jumlah penduduk 45.
421 jiwa dengan pengambilan sampel sebanyak 15% sehingga berjumlah 6.
821 responden yang tersebar di 7 kelurahan, diperoleh data bahwa 50% dari responden beretnis bukan Lampung (seperti etnis Jawa, Sunda, Padang, Batak, Palembang) sesuai dengan yang tercatat pada data seluruhnya menggunakan bahasa ibu sesuai dengan keetnisan masing-masing.
Hal ini menyimpulkan bahwa bahasa ibu masyarakat daerah kecamatan Rajabasa berkesesuaian dengan keetnisanya.
Selanjutnya, pemakaian bahasa Lampung di daerah Rajabasa disimpulkan secara keseluruhan sebanding dengan bahasa yang digunakan bukan orang Lampung yaitu 50% juga.
Hanya saja, untuk kategori ini perolehannya dipecah menjadi dua yaitu Lampung asli dan Lampung campur.
Untuk kategori Lampung asli diperoleh data sebanyak 35% dan Lampung campur 15%.
Sekali lagi, manakala itu digabungkan perolehannya berimbang sama-sama 50% dengan etnis bukan Lampung.
Selain itu ditemukan pula bahwa di daerah kecamatan Rajabasa ada sebuah kampung adat yang terdapat beberapa buay, seperti buay Subing dan buay Pubian terletak di seputaran pasar Tempel dan sekitarnya.
AbstractThe focus of this study is the use of languages in the area of Rajabasa, Lampung.
This study was aimed to provide information and description of the use of languages in Rajabasa, Lampung, to the public, linguist, and culture practitioners.
This study was conducted for over three months.
Rajabasa area has a population of 45,421 inhabitants.
The sample was as much as 15%, or 6,821 respondents.
The sample was from seven villages.
The data included 50% of respondents who are not Lampung ethnic (Javanese, Sundanese, Padang, Batak, and Palembang).
The results show that all respondents use their mother tongue in accordance with their respective ethnicities.
This study concludes that the mother tongues of local communities are in line with ethnicity.
Meanwhile, the overall use of Lampungs language in the area Rajabasa is comparable to the non-Lampungs languages, namely 50%.
However, this category was divided into two categories: native Lampungs and mix Lampungs.
The category of native Lampungs covers 35%; and the mix Lampung covers 15%.
The combination of both Lampungs is in balance with non-Lampung ethnics, covering 50%.
In addition, it was also found that, in the district of Rajabasa, there is a traditional village with a number of Buays, such as Buay Subing and Buay Pubian.
They are located in around Tempel Market and its surrounding areas.
Related Results
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Irlan Fery
Fakultas Ekonomi Akuntansi Seko...
PENTINGNYA MELESTARIKAN BAHASA DAERAH
PENTINGNYA MELESTARIKAN BAHASA DAERAH
Bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia memiliki ciri dan karakteristik yangberbeda antara satu bahasa dengan bahasa yang lain. Keunikan bahasa setiap daerahmenandakan identitas...
PEMAKAIAN BAHASA DI MADRASAH: KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK SEKOLAH
PEMAKAIAN BAHASA DI MADRASAH: KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK SEKOLAH
Pemakaian bahasa di ruang publik menarik untuk dikaji dan saat ini telah berkembang menjadi kajian linguistik lanskap (LL). Jika ditelisik lebih jauh, data kajiannya dapat juga dik...
Lampung Tempo Doeloe
Lampung Tempo Doeloe
Buku ini meriwayatkan Lampung dan pengelanaan, dengan melibatkan 15 kontributor dari pelbagai bangsa sehingga terhimpun sebanyak 21 tulisan, termasuk 5 tulisan dari penyusun sendir...
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Protokol Kesehatan sebagai Upaya Preverentif Covid 19 pada Civitas Akademika di Universitas Malahayati Bandar Lampung
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Protokol Kesehatan sebagai Upaya Preverentif Covid 19 pada Civitas Akademika di Universitas Malahayati Bandar Lampung
ABSTRACT: ATTITUDE RELATIONSHIP WITH HEALTH PROTOCOL BEHAVIOR AS A PREVERENTIVE EFFORT FOR COVID 19 IN ACADEMIC CIVITY AT MALAHAYATI UNIVERSITY BANDAR LAMPUNG Introduction: Indone...
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik seperti ...
Prevalensi Absensi Palmaris Longus Tendon Suku Lampung Pada Civitas Akademika Universitas Malahayati Bandar Lampung
Prevalensi Absensi Palmaris Longus Tendon Suku Lampung Pada Civitas Akademika Universitas Malahayati Bandar Lampung
ABSTRAK Latar Belakang : Perkembangan tendon Palmaris Longus sudah lengkap saat dilahirkan. Tendon Palmaris Longus tidak akan berkembang lagi sesudah itu. tendon Palmaris Longus se...
Pengaruh Perubahan Sosial Terhadap Penggunaan Bahasa Daerah Kei di Ohoi Wearlilir Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara
Pengaruh Perubahan Sosial Terhadap Penggunaan Bahasa Daerah Kei di Ohoi Wearlilir Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara
Penulisan ini tentang Pengaruh perubahan sosial terhadap penggunaan bahasa Kei dan dampaknya pada bahasa daerah Kei pada desa Wearlilir dengan sebutan Ohoi Wearlilir Kabupaten Malu...

