Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Status ilmu gizi

View through CrossRef
Hubungan Perilaku Makan dengan Status GiziPerilaku penyuka makanan merupakan kondisi seseorang dalam menyukai makananberdasarkan ketertarikan terhadap makanan, keinginan untuk makan, perasaan saat makan,keinginan untuk minum, dan pemilihan jenis makanan baru yang cenderung tinggi (Yumni,2016)Perilaku makan pada anak berperan penting terhadap status gizi termasuk kejadianstatus gizi kurang dan status gizi lebih, seperti pada hasil penelitian yang telah dilakukanmenunjukkan kecenderungan siswa yang memiliki status gizi lebih memiliki perilakumakan yaitu penyuka makanan. Perilaku penyuka makanan yang tinggi dapat memberikandampak yang kurang baik terhadap kondisi kesehatan khususnya dari segi status gizi yangmenyebabkan anak mengalami gizi lebih (Yumni, 2016).Dalam hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Sugatama & Adhi (2014) mengenaistatus gizi anak tunagrahita dan tunarungu menyatakan bahwa anak dengan tunagrahitacenderung mengalami overweight atau gizi lebih dibandingkan dengan anak tunarunguyang cenderung mengalami underweight atau gizi kurang. Keadaan tersebut disebabkankarena tingkat aktivitas tunagrahita yang cenderung kurang akibat keterbatasan mentalyang dimiiki, sehingga perlu adanya bantuan orang lain dalam melakukan aktvitasnyadibandingkan dengan anak tunarungu yang hanya mengalami gangguan pendengaran.Karena adanya batasan dalam makanan tersebut, maka anak tunagrahita cenderungmemiliki perilaku makan penghindar makanan. Sedangkan pada anak dengan disabilitasautis lebih cenderung memiliki perilaku makan yang kurang baik dan cendenrungmengalami gizi kurang. Hal ini disebabkan karena anak autis menyukai makanan yangterbatas akan gizi dan tidak menyukai beberapa jenis sayuran akibat keterbatasan dalammencerna, menyerap, dan memfungsikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya denganbaik. Penyebab lainnya, penderita autis tidak dapat mengonsumsi
Center for Open Science
Title: Status ilmu gizi
Description:
Hubungan Perilaku Makan dengan Status GiziPerilaku penyuka makanan merupakan kondisi seseorang dalam menyukai makananberdasarkan ketertarikan terhadap makanan, keinginan untuk makan, perasaan saat makan,keinginan untuk minum, dan pemilihan jenis makanan baru yang cenderung tinggi (Yumni,2016)Perilaku makan pada anak berperan penting terhadap status gizi termasuk kejadianstatus gizi kurang dan status gizi lebih, seperti pada hasil penelitian yang telah dilakukanmenunjukkan kecenderungan siswa yang memiliki status gizi lebih memiliki perilakumakan yaitu penyuka makanan.
Perilaku penyuka makanan yang tinggi dapat memberikandampak yang kurang baik terhadap kondisi kesehatan khususnya dari segi status gizi yangmenyebabkan anak mengalami gizi lebih (Yumni, 2016).
Dalam hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Sugatama & Adhi (2014) mengenaistatus gizi anak tunagrahita dan tunarungu menyatakan bahwa anak dengan tunagrahitacenderung mengalami overweight atau gizi lebih dibandingkan dengan anak tunarunguyang cenderung mengalami underweight atau gizi kurang.
Keadaan tersebut disebabkankarena tingkat aktivitas tunagrahita yang cenderung kurang akibat keterbatasan mentalyang dimiiki, sehingga perlu adanya bantuan orang lain dalam melakukan aktvitasnyadibandingkan dengan anak tunarungu yang hanya mengalami gangguan pendengaran.
Karena adanya batasan dalam makanan tersebut, maka anak tunagrahita cenderungmemiliki perilaku makan penghindar makanan.
Sedangkan pada anak dengan disabilitasautis lebih cenderung memiliki perilaku makan yang kurang baik dan cendenrungmengalami gizi kurang.
Hal ini disebabkan karena anak autis menyukai makanan yangterbatas akan gizi dan tidak menyukai beberapa jenis sayuran akibat keterbatasan dalammencerna, menyerap, dan memfungsikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya denganbaik.
Penyebab lainnya, penderita autis tidak dapat mengonsumsi.

Related Results

PENILAIAN STATUS GIZI
PENILAIAN STATUS GIZI
Menurut UU no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, yang dimaksud kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untu...
Peran Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Energi, Status Gizi Dan Sikap Tentang Gizi Remaja
Peran Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Energi, Status Gizi Dan Sikap Tentang Gizi Remaja
Kualitas gizi dan kesehatan pada siklus hidup orang dewasa ditentukann oleh gizi remaja. Status gizi remaja dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan perilaku gizi remaja. Penelitian...
Hubungan Tingkat Literasi Tentang Gizi Dengan Status Gizi Pada Siswi Di SMKN 4 Tanah Grogot Kalimantan Timur
Hubungan Tingkat Literasi Tentang Gizi Dengan Status Gizi Pada Siswi Di SMKN 4 Tanah Grogot Kalimantan Timur
Latar Belakang: Tingkat literasi tentang gizi ialah kemampuan dari mendapatkan hingga memahami informasi gizi dalam penentuan asupan keseharian. Literasi gizi yang dimiliki dapat m...
Profil status gizi pada remaja di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Profil status gizi pada remaja di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Abstract: Nutritional problem occurs because there is an imbalance in nutritional need fulfillment from food. If the nutrition intake is less then the need, malnutrition happens, a...
Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di Pondok Pesantren Firdaus
Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di Pondok Pesantren Firdaus
Pertumbuhan serta perkembangan tubuh pada remaja memerlukan energi dan zat gizi yang lebih banyak. Pertumbuhan dan perkembangan jika tidak diimbangi dengan asupan zat gizi yang sei...
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Background: Toddler's nutrition is a serious problem in several areas of Indonesia, one of them is Surabaya. In 2015 Surabaya have 513 toddlers with nutrition status below the red ...

Back to Top