Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Faktor Risiko Kejadian Penyakit Diare di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin

View through CrossRef
Diare merupakan keadaan buang air besar dalam keadaan abnormal dan lebih cair dari biasanya dan dalam jumlah tiga kali atau lebih dalam periode 24 jam. Prevalensi diare di wilayah sungai lulut pada tahun 2022 sebanyak 93 kasus dan pada januari hingga oktober 2023 ada 92 kasus diare. Adapun beberapa faktor risiko kejadian diare adalah faktor sosiodemografi, faktor perilaku, dan faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu masyarakat Wilayah Sungai Lulut dalam mengetahui faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit diare. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner. Adapun hasil penelitian yang didapatkan dari 75 responden di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin memiliki hubungan antara faktor risiko terhadap kejadian penyakit diare yaitu pendidikan dengan nilai p-value 0.034, kebiasaan cuci tangan dengan nilai p-value 0.022, dan kebiasaan jajan dengan nilai p-value 0.047. Sedangkan faktor risiko yang tidak memiliki hubungan yaitu jenis kelamin dengan nilai p-value 0.296, usia dengan nilai p-value 0.526, pekerjaan dengan nilai p-value 0.125, pembuangan tinja dengan nilai p-value 0,200, penyediaan air bersih dengan nilai p-value 0.085, dan pembuangan sampah dengan nilai p-value 0.269. Berdasarkan hasil penelitian faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian penyakit diare adalah pendidikan, kebiasaan cuci tangan, dan kebiasaan jajan. Sedangkan yang tidak berpengaruh adalah jenis kelamin, usia, pekerjaan, pembuangan tinja, penyediaan air bersih, pembuangan sampah dalam kejadian penyakit diare di wilayah Sungai Lulut Banjarmasin.
Title: Analisis Faktor Risiko Kejadian Penyakit Diare di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin
Description:
Diare merupakan keadaan buang air besar dalam keadaan abnormal dan lebih cair dari biasanya dan dalam jumlah tiga kali atau lebih dalam periode 24 jam.
Prevalensi diare di wilayah sungai lulut pada tahun 2022 sebanyak 93 kasus dan pada januari hingga oktober 2023 ada 92 kasus diare.
Adapun beberapa faktor risiko kejadian diare adalah faktor sosiodemografi, faktor perilaku, dan faktor lingkungan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu masyarakat Wilayah Sungai Lulut dalam mengetahui faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit diare.
Penelitian ini dilakukan menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.
Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner.
Adapun hasil penelitian yang didapatkan dari 75 responden di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin memiliki hubungan antara faktor risiko terhadap kejadian penyakit diare yaitu pendidikan dengan nilai p-value 0.
034, kebiasaan cuci tangan dengan nilai p-value 0.
022, dan kebiasaan jajan dengan nilai p-value 0.
047.
Sedangkan faktor risiko yang tidak memiliki hubungan yaitu jenis kelamin dengan nilai p-value 0.
296, usia dengan nilai p-value 0.
526, pekerjaan dengan nilai p-value 0.
125, pembuangan tinja dengan nilai p-value 0,200, penyediaan air bersih dengan nilai p-value 0.
085, dan pembuangan sampah dengan nilai p-value 0.
269.
Berdasarkan hasil penelitian faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian penyakit diare adalah pendidikan, kebiasaan cuci tangan, dan kebiasaan jajan.
Sedangkan yang tidak berpengaruh adalah jenis kelamin, usia, pekerjaan, pembuangan tinja, penyediaan air bersih, pembuangan sampah dalam kejadian penyakit diare di wilayah Sungai Lulut Banjarmasin.

Related Results

Faktor-Faktor Perilaku Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita
Faktor-Faktor Perilaku Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita
Diare merupakan penyebab kematian terbesar ke dua pada Balita di Dunia setelah penyakit Pneumonia. Diare adalah suau keadaan peradangan pada mukosa lambung dan usus halus yang meng...
SISTEMATIC REVIEW FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI INDONESIA
SISTEMATIC REVIEW FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI INDONESIA
Penyakit jantung koroner (PJK) menjadi masalah kesehatan global dengan beban morbiditas dan mortalitas tinggi, menduduki posisi pertama sebagai penyebab kematian akibat penyakit ti...
PENGARUH SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INSIDEN DIARE PADA BALITA
PENGARUH SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INSIDEN DIARE PADA BALITA
Penyakit diare tetap menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara-negara berkembang. Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan sering kali berpotensi menjadi Kejadi...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin
Keterlibatan masyarakat dalam pencegahan DBD sangat dibutuhkan karena  sangat mustahil memutus rantai penularan jika masyarakatnya tidak ikut berpartisipasi. Partisipasi yang dapat...
Penyuluhan Protozoa Usus Penyebab Diare dan Penyerahan Washtafel Pada Siswa SD Makamhaji 03 Sukoharjo
Penyuluhan Protozoa Usus Penyebab Diare dan Penyerahan Washtafel Pada Siswa SD Makamhaji 03 Sukoharjo
Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia. Pada tahun 2016 terdapat 911.901 kejadian diare di Jawa Tengah. Salah satu sebab diare adalah infeksi protozoa usus. Penyaki...
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG
Diare adalah keadadan frekuensi buang air besar  lebih  dari  3  kali  bagi  anak, konsistensi  feses  encer,  dapat  berwarna hijau  atau  dapat  pula  bercampur  lendir dan  dara...

Back to Top