Javascript must be enabled to continue!
Teori Abraham Maslow dalam Pengambilan Kebijakan di Perpustakaan
View through CrossRef
<p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Abraham Harold Maslow merupakan salah seorang tokoh psikologi yang lahir di Brookolyn New York pada tahun 1908. Abraham Maslow mengembangkan model Hierarki kebutuhan (1950) dan sampai saat ini tetap digunakan dalam memahami motivasi manusia. Hierarki kebutuhan dari Maslow terdiri dari <em>Physical Needs</em>, <em>Safety Needs</em>, <em>Social Needs</em>, <em>Esteem Needs</em>, dan <em>Self Actualization</em>. Teori ini nantinya menjadi pijakan pengembangan mutu di perpustakaan. Mengapa mengembangkan perpustakaan? Karena perpustakaan memiliki peranan strategis dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa, baik di negara maju maupun negara berkembang. Begitu banyaknya perpustakaan yang ada di Indonesia saat ini, namun belum diimbangi secara kualitas dan fasilitas yang baik, karena arah pengembangannya bukan pada analisis kebutuhan pembaca. Banyak kendala yang dirasakan oleh pembaca, sehingga membuat kondisi minat baca bangsa Indonesia yang cukup memprihatinkan. Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Bandingkan dengan kondisi perpustakaan luar negeri yang mempunyai fasilitas yang unggul dan memadai. Teori dari Abraham Maslow itulah yang nantinya penulis coba uraikan, dijadikan pula sebagai pijakan teori untuk memahami alternative pengambilan kebijakan di perpustakaan. Agar perpustakaan sesuai dengan hierarki kebutuhan pembaca.</p>
Title: Teori Abraham Maslow dalam Pengambilan Kebijakan di Perpustakaan
Description:
<p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Abraham Harold Maslow merupakan salah seorang tokoh psikologi yang lahir di Brookolyn New York pada tahun 1908.
Abraham Maslow mengembangkan model Hierarki kebutuhan (1950) dan sampai saat ini tetap digunakan dalam memahami motivasi manusia.
Hierarki kebutuhan dari Maslow terdiri dari <em>Physical Needs</em>, <em>Safety Needs</em>, <em>Social Needs</em>, <em>Esteem Needs</em>, dan <em>Self Actualization</em>.
Teori ini nantinya menjadi pijakan pengembangan mutu di perpustakaan.
Mengapa mengembangkan perpustakaan? Karena perpustakaan memiliki peranan strategis dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa, baik di negara maju maupun negara berkembang.
Begitu banyaknya perpustakaan yang ada di Indonesia saat ini, namun belum diimbangi secara kualitas dan fasilitas yang baik, karena arah pengembangannya bukan pada analisis kebutuhan pembaca.
Banyak kendala yang dirasakan oleh pembaca, sehingga membuat kondisi minat baca bangsa Indonesia yang cukup memprihatinkan.
Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.
Bandingkan dengan kondisi perpustakaan luar negeri yang mempunyai fasilitas yang unggul dan memadai.
Teori dari Abraham Maslow itulah yang nantinya penulis coba uraikan, dijadikan pula sebagai pijakan teori untuk memahami alternative pengambilan kebijakan di perpustakaan.
Agar perpustakaan sesuai dengan hierarki kebutuhan pembaca.
</p>.
Related Results
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL OLEH PERPUSTAKAAN
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL OLEH PERPUSTAKAAN
<p>Information and communication technology has affected people’s daily behavior, including library users. Users of the library using information technology for various purpo...
Analisis Manajemen Perpustakaan
Analisis Manajemen Perpustakaan
Abstrak
Penelitian ini dilakukan di MTs Darunnajah 2 Cipining karena ditemukan bahwa pengelolaan perpustakaan yang kurang memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengunjun...
Manajemen Kurikulum dalam Menyikapi Merdeka Belajar di Tingkat Sekolah Menengah Atas
Manajemen Kurikulum dalam Menyikapi Merdeka Belajar di Tingkat Sekolah Menengah Atas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen perpustakaan di SMA Negeri 1 Wanasaba Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur NTB, serta faktor penghambat dan penunjang manaj...
IMPLEMENTASI TEORI KEBUTUHAN MASLOW DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21: PENDEKATAN PSIKOLOGI HUMANISTIK
IMPLEMENTASI TEORI KEBUTUHAN MASLOW DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21: PENDEKATAN PSIKOLOGI HUMANISTIK
Pembelajaran abad 21 ditandai dengan adanya penggunaan teknologi digital yang sangat signifikan. Pembelajaran abad 21 adalah konsep pendidikan yang lebih modern dan inovatif yang m...
The Relationship Between the Quality of Library Image at DPKD of South Tangerang City Library
The Relationship Between the Quality of Library Image at DPKD of South Tangerang City Library
Abstract
Background/Problem Statement: This study aims to determine the relationship between the quality of library services and the image of th...
Aplikasi Pengelolaan Perpustakaan di SMPN 1 Cibeber
Aplikasi Pengelolaan Perpustakaan di SMPN 1 Cibeber
Perpustakaan SMPN 1 Cibeber merupakan unit penyedia fasilitas pengadaan dan peminjaman buku. Dalam pelaksanaan tugas pokoknya, terdapat kegiatan yaitu pendataan daftar buku, peminj...
Analisis Kualitas Pelayanan Perpustakaan Kerano Kuncoro Di Desa Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah
Analisis Kualitas Pelayanan Perpustakaan Kerano Kuncoro Di Desa Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah
Abstract : Education is one thing that is very important and is a necessity for all people to achieve prosperity. The government continues to make improvements by changing polici...
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEBSITE PADA PERPUSTAKAAN DESA BUMIROSO
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEBSITE PADA PERPUSTAKAAN DESA BUMIROSO
Perpustakaan merupakan lembaga atau badan yang mengelola buku-buku atau bahan pustaka lainnya. Perpustakaan tidak hanya berada di provinsi ataupun di kota/kabupaten tetapi di desa ...

