Javascript must be enabled to continue!
PEMIKIRAN FIKIH SYAIKH MUHAMMAD ZAIN BATU BARA: Fidiah Salat dan Puasa
View through CrossRef
<strong>Abstrak: </strong>Artikel ini membahas pemikiran Syaikh Muhammad Zain Batu Bara, seorang ulama besar alumni Makkah awal abad 20 dan berasal dari Batu Bara yang namanya tidak dikenal, namun mempunyai kontribusi besar dalam perkembangan dakwah Islam di daerah tersebut. Salah satu kontribusinya adalah praktik dan tradisi Fidiah salat dan puasa bagi orang yang sudah meninggal, yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh masyarakatnya. Dalam konteks wilayah Nusantara, kajian ini membandingkan pemikiran Syaikh Muhammad Zain dengan pemikiran-pemikiran ulama Nusantara lainnya baik sebelum, semasa atau sesudahnya, untuk menemukan titik persamaan dan perbedaan dan sejauhmana implikasinya, dengan menggunakan telaah kepustakaan karya-karya dan sejarah biografi masing-masing tokoh. Penulis menyimpulkan bahwa Syaikh Muhammad Zain Batu Bara adalah kelompok ulama Kaum Tua di Sumatera Timur yang tetap mempertahankan amaliah dan tradisi Fidiah salat dan puasa bagi orang yang sudah meninggal, dengan memilih pendapat mazhab Hanafi yang memasukkan masalah ini dalam pendapat yang dipedomani dan berkembang terus di masyarakat.<br /> <br /><strong>Abstract: Islamic Legal Thought of </strong><strong>Syaikh Muhammad Zain Batu Bara</strong><strong>: A Case of <em>Fidyah</em> for Fasting and Prayer</strong>. This article discusses the thought of Shaykh Muhammad Zain Batu Bara, a prominent scholar of early 20th century Mecca originating from Batu Bara whose name is unknown, but has a major contribution in the development of Islamic da'wah in the area. One of his contributions is the practice and tradition of <em>fidyah</em> for the five prayers and fasting for the dead, which until now is still preserved by the society. In the context of the archipelago territory, this study compares the thought of Shaykh Muhammad Zain with the thoughts of other learned Islamic thinkers of the archipelago throughout the history, to unveil the points of similarities and differences as well as the extent of their implications, using literature review of works and the biographical history of respective figure. The author concludes that Shaykh Muhammad Zain Batu Bara appears to be bounded by conventional school of thought in East Sumatra, who retains the tradition of <em>fidyah</em> for prayer and fasting of the dead person, by choosing the opinion of the Hanafi school that eventually developed in the society.<br /> <br /><strong>Kata Kunci:</strong> fikih, ulama, Nusantara, Syaikh Muhammad Zain, fidiah, salat, puasa
Title: PEMIKIRAN FIKIH SYAIKH MUHAMMAD ZAIN BATU BARA: Fidiah Salat dan Puasa
Description:
<strong>Abstrak: </strong>Artikel ini membahas pemikiran Syaikh Muhammad Zain Batu Bara, seorang ulama besar alumni Makkah awal abad 20 dan berasal dari Batu Bara yang namanya tidak dikenal, namun mempunyai kontribusi besar dalam perkembangan dakwah Islam di daerah tersebut.
Salah satu kontribusinya adalah praktik dan tradisi Fidiah salat dan puasa bagi orang yang sudah meninggal, yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh masyarakatnya.
Dalam konteks wilayah Nusantara, kajian ini membandingkan pemikiran Syaikh Muhammad Zain dengan pemikiran-pemikiran ulama Nusantara lainnya baik sebelum, semasa atau sesudahnya, untuk menemukan titik persamaan dan perbedaan dan sejauhmana implikasinya, dengan menggunakan telaah kepustakaan karya-karya dan sejarah biografi masing-masing tokoh.
Penulis menyimpulkan bahwa Syaikh Muhammad Zain Batu Bara adalah kelompok ulama Kaum Tua di Sumatera Timur yang tetap mempertahankan amaliah dan tradisi Fidiah salat dan puasa bagi orang yang sudah meninggal, dengan memilih pendapat mazhab Hanafi yang memasukkan masalah ini dalam pendapat yang dipedomani dan berkembang terus di masyarakat.
<br /> <br /><strong>Abstract: Islamic Legal Thought of </strong><strong>Syaikh Muhammad Zain Batu Bara</strong><strong>: A Case of <em>Fidyah</em> for Fasting and Prayer</strong>.
This article discusses the thought of Shaykh Muhammad Zain Batu Bara, a prominent scholar of early 20th century Mecca originating from Batu Bara whose name is unknown, but has a major contribution in the development of Islamic da'wah in the area.
One of his contributions is the practice and tradition of <em>fidyah</em> for the five prayers and fasting for the dead, which until now is still preserved by the society.
In the context of the archipelago territory, this study compares the thought of Shaykh Muhammad Zain with the thoughts of other learned Islamic thinkers of the archipelago throughout the history, to unveil the points of similarities and differences as well as the extent of their implications, using literature review of works and the biographical history of respective figure.
The author concludes that Shaykh Muhammad Zain Batu Bara appears to be bounded by conventional school of thought in East Sumatra, who retains the tradition of <em>fidyah</em> for prayer and fasting of the dead person, by choosing the opinion of the Hanafi school that eventually developed in the society.
<br /> <br /><strong>Kata Kunci:</strong> fikih, ulama, Nusantara, Syaikh Muhammad Zain, fidiah, salat, puasa.
Related Results
Analisis Ilmu Falak Tentang Pelarangan Waktu Salat
Analisis Ilmu Falak Tentang Pelarangan Waktu Salat
Abstrak
Salat merupakan salah satu syarat sahnya salat, karena tidak semua akhir waktu salat adalah awal waktu salat berikutnya. Sebab ada waktu dimana kita dilarang untuk melaksa...
Pengaruh Puasa Terhadap Kesehatan Mental
Pengaruh Puasa Terhadap Kesehatan Mental
Artikel ini mengulas tentang dampak dari puasa terhadap kesehatan mental, di era modern banyak orang yang salah memahami puasa banyak orang yang mengira, bahkan menuding, bahwa pua...
Pelatihan Problematika Puasa bagi Warga Madrasah Minu 13 Gandariyah melalui Kajian Fiqih Puasa
Pelatihan Problematika Puasa bagi Warga Madrasah Minu 13 Gandariyah melalui Kajian Fiqih Puasa
Pelatihan problematika puasa bagi warga Madrasah MINU 13 Gandariyah melalui kajian fiqih puasa bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang hukum dan adab puasa. Pelatiha...
PUASA YANG MENAJUBKAN (STUDI FENOMENOLOGIS PENGALAMAN INDIVIDU YANG MENJALANKAN PUASA DAUD)
PUASA YANG MENAJUBKAN (STUDI FENOMENOLOGIS PENGALAMAN INDIVIDU YANG MENJALANKAN PUASA DAUD)
Sebagian umat manusia di dunia menjalankan ibadah puasa. Berbagai agama turut memerintahkan umatnya untuk menjalankan puasa sesuai dengan tata cara dan pelaksanaannya masing-masing...
Eyyûbîler Döneminde Fıkıh Eğitimi
Eyyûbîler Döneminde Fıkıh Eğitimi
VI.-VII. (XII.-XIII.) yüzyıllar arasında Mısır, Suriye Hicaz Yemen ve Anadolu’da hüküm süren Eyyûbî devleti, Haçlılar’ı mağlup edip Kudüs’ü özgürleştirerek İslâm tarihinde saygın b...
Efektivitas Imbauan Waktu Salat Terhadap Kesadaran Salat Berjamaah Bagi Mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung
Efektivitas Imbauan Waktu Salat Terhadap Kesadaran Salat Berjamaah Bagi Mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung
Abstract. Congregational prayer has the urgency of fiqh as a way of guidance and social urgency as a symbol of togetherness of Muslims. However, the application of congregational p...
Penentuan Awal Waktu Salat (Awal Waktu Salat Asar, Magrib, dan Isya Berdasarkan Hadis Nabi)
Penentuan Awal Waktu Salat (Awal Waktu Salat Asar, Magrib, dan Isya Berdasarkan Hadis Nabi)
This study departs from the issue of differences of opinion in determining the beginning of the time of the traditional prayer, sunset and evening among Muslim scholars. Some schol...
Religious (Salat) Behavior and Suicidality among Youth in Pakistan
Religious (Salat) Behavior and Suicidality among Youth in Pakistan
The manuscript studied religious (Salat) behavior and its link with the probability of suicide among Muslim youth in Pakistan. After careful analysis of scientific literature, it w...

