Javascript must be enabled to continue!
Implementasi Pendidikan Karakter Religius di SMP Negeri 5 Purbalingga
View through CrossRef
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter religius dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat implementasi pendidikan karakter religius di SMP Negeri 5 Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan jenis penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Sedangkan analisis datanya menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi pendidikan karakter religius di SMP Negeri 5 Purbalingga melalui berbagai program di antaranya. Pengembangan diri, pengintegrasian dalam mata pelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran PAI, serta pengintegrasian dalam budaya sekolah melalui kegiatan 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun). Faktor pendukung implementasi pendidikan karakter religius yaitu sarana prasarana yang memadai seperti terdapat masjid dan alat shalat, media pendukung yang membantu guru dalam memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melaksanakan kegiatan rutin keagamaan, serta para guru atau pendidik yang selalu melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan visi misi sekolah. Adapun faktor penghambat dalam implementasi pendidikan karakter religius yaitu kurangnya kesadaran tentang keagamaan pada peserta didik yang memicu tidak semangatnya peserta didik dalam mengikuti kegiatan keagamaan, kurangnya sosok teladan tentang keagamaan bagi peserta didik di rumah yang mengakibatkan peserta didik kurang memahami tentang kewajiban seorang muslim kepada Allah.
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Title: Implementasi Pendidikan Karakter Religius di SMP Negeri 5 Purbalingga
Description:
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter religius dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat implementasi pendidikan karakter religius di SMP Negeri 5 Purbalingga.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan jenis penelitian kualitatif.
Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara.
Sedangkan analisis datanya menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi pendidikan karakter religius di SMP Negeri 5 Purbalingga melalui berbagai program di antaranya.
Pengembangan diri, pengintegrasian dalam mata pelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran PAI, serta pengintegrasian dalam budaya sekolah melalui kegiatan 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun).
Faktor pendukung implementasi pendidikan karakter religius yaitu sarana prasarana yang memadai seperti terdapat masjid dan alat shalat, media pendukung yang membantu guru dalam memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melaksanakan kegiatan rutin keagamaan, serta para guru atau pendidik yang selalu melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan visi misi sekolah.
Adapun faktor penghambat dalam implementasi pendidikan karakter religius yaitu kurangnya kesadaran tentang keagamaan pada peserta didik yang memicu tidak semangatnya peserta didik dalam mengikuti kegiatan keagamaan, kurangnya sosok teladan tentang keagamaan bagi peserta didik di rumah yang mengakibatkan peserta didik kurang memahami tentang kewajiban seorang muslim kepada Allah.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pendidikan Karakter Religius Peserta Didik SMP Negeri 3 Kendal Melalui Program Pembiasaan Jumat Takwa
Pendidikan Karakter Religius Peserta Didik SMP Negeri 3 Kendal Melalui Program Pembiasaan Jumat Takwa
Pendidikan karakter adalah upaya dan usaha yang dilaksanakan secara sadar dan sistematis yang bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik menjadi lebih baik. Sekolah adalah sa...
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI RELIGIUS DAN NASIONALISME
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI RELIGIUS DAN NASIONALISME
Penulis tertarik ingin mengetahui bagaimana implementasi dari perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan Manajemen Pendidikan karakter berbasis muatan lokal aswaja ...
BELAJAR UNTUK MENJADI PELAJAR YANG BERKARAKTER
BELAJAR UNTUK MENJADI PELAJAR YANG BERKARAKTER
Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta di...
BELAJAR UNTUK MENJADI PELAJAR YANG BERKARAKTER
BELAJAR UNTUK MENJADI PELAJAR YANG BERKARAKTER
Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta di...
Studi Etnografi Budaya Sekolah Dalam Membentuk Karakter Religius Di Sekolah Dasar Negeri Bajangan Gondang Wetan Pasuruan
Studi Etnografi Budaya Sekolah Dalam Membentuk Karakter Religius Di Sekolah Dasar Negeri Bajangan Gondang Wetan Pasuruan
Pendidikan akhlak atau yang lebih dikenal dengan karakter adalah serangkain prinsip dasar moral dan keutamaan sikap serta watak atau tabiat yang harus dimiliki dan dijadikan kebias...
IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DI SMP NURUL ISLAM PROBOLINGGO
IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DI SMP NURUL ISLAM PROBOLINGGO
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Implementasi Budaya Religius dalam Mengembangkan Karakter Disiplin Peserta Didik di SMP Nurul Islam Probolinggo.
P...
PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS RELIGIUS
PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS RELIGIUS
Maraknya isu radikalisme dan terorisme merupakan bagian dari kurangnya dukungan dalam pendidikan karakter di lembaga pendidikan sekolah. Peran pendidikan karakter dalam lingkungan ...

