Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

BOBOTOH DAN PERSIB: MENGONSUMSI IDENTITAS MELALUI MAKANAN

View through CrossRef
Makanan adalah salah satu simbol yang dapat secara menonjol merepresentasi identitas pribadi dan kelompok dan membentuk keunikan serta rasa kebersamaan dan keterikatan anggota dalam kelompok yang lebih besar. Masing-masing individu meleburkan diri mereka ke dalam komunitas dan masyarakat dengan mengupayakan (re)konstruksi diri. Artikel ini berhipotesis bahwa pendukung Persib—yang secara umum  dikenal dengan nama bobotoh—terus-menerus mencari cara baru untuk dapat mengekspresikan identitas mereka. Menggunakan kajian-kajian identitas yang berhubungan dengan persepsi akan tempat atau a sense of place, budaya kuliner, ruang fisik, pilihan dan gaya hidup, artikel ini membahas peran rumah makan yang berhubungan dengan Persib, dan menyoroti kemungkinan implikasi dari kegiatan makan bobotoh di rumah makan-rumah makan tersebut. Berfokus pada bagaimana Pawon Sunda Buhun Bobotoh dan 1933 Dapur dan Kopi—dua tempat makan dengan keunikan berbeda—turut me(re)konstruksi identitas bobotoh, artikel ini berargumen bahwa bobotoh juga mengandalkan kegiatan mengonsumsi makanan yang terkait dengan Persib/bobotoh untuk mengekspresikan, memelihara dan bahkan memperkuat identitas pribadi dan kolektif mereka. Food is a symbol that can prominently represent personal and group identity and form uniqueness and a sense of bonding among members of a larger group. Individuals conform themselves to communities and society through self-(re)constructing efforts. The article hypothesizes that Persib’s supporters—commonly known as bobotoh—have continuously sought new ways to express their identity. Employing identity theories related to a sense of place, culinary culture, physical space, choices, and lifestyle, the article examines the roles of Persib-related eateries and highlights the possible implications of bobotoh’s dining out. Focusing on how Pawon Sunda Buhun Bobotoh and 1933 Dapur dan Kopi—two significantly different eating places—contribute to bobotoh’s self identity (re)construction, the article argues that bobotoh also rely on consuming food as a Persib/bobotoh-related activities to express, retain and even strengthen their personal and collective identity.
Title: BOBOTOH DAN PERSIB: MENGONSUMSI IDENTITAS MELALUI MAKANAN
Description:
Makanan adalah salah satu simbol yang dapat secara menonjol merepresentasi identitas pribadi dan kelompok dan membentuk keunikan serta rasa kebersamaan dan keterikatan anggota dalam kelompok yang lebih besar.
Masing-masing individu meleburkan diri mereka ke dalam komunitas dan masyarakat dengan mengupayakan (re)konstruksi diri.
Artikel ini berhipotesis bahwa pendukung Persib—yang secara umum  dikenal dengan nama bobotoh—terus-menerus mencari cara baru untuk dapat mengekspresikan identitas mereka.
Menggunakan kajian-kajian identitas yang berhubungan dengan persepsi akan tempat atau a sense of place, budaya kuliner, ruang fisik, pilihan dan gaya hidup, artikel ini membahas peran rumah makan yang berhubungan dengan Persib, dan menyoroti kemungkinan implikasi dari kegiatan makan bobotoh di rumah makan-rumah makan tersebut.
Berfokus pada bagaimana Pawon Sunda Buhun Bobotoh dan 1933 Dapur dan Kopi—dua tempat makan dengan keunikan berbeda—turut me(re)konstruksi identitas bobotoh, artikel ini berargumen bahwa bobotoh juga mengandalkan kegiatan mengonsumsi makanan yang terkait dengan Persib/bobotoh untuk mengekspresikan, memelihara dan bahkan memperkuat identitas pribadi dan kolektif mereka.
 Food is a symbol that can prominently represent personal and group identity and form uniqueness and a sense of bonding among members of a larger group.
Individuals conform themselves to communities and society through self-(re)constructing efforts.
The article hypothesizes that Persib’s supporters—commonly known as bobotoh—have continuously sought new ways to express their identity.
Employing identity theories related to a sense of place, culinary culture, physical space, choices, and lifestyle, the article examines the roles of Persib-related eateries and highlights the possible implications of bobotoh’s dining out.
Focusing on how Pawon Sunda Buhun Bobotoh and 1933 Dapur dan Kopi—two significantly different eating places—contribute to bobotoh’s self identity (re)construction, the article argues that bobotoh also rely on consuming food as a Persib/bobotoh-related activities to express, retain and even strengthen their personal and collective identity.

Related Results

Pengaruh Aktivitas Dakwah Bobotoh Taqwa dalam Meningkatkan Keshalehan Sosial
Pengaruh Aktivitas Dakwah Bobotoh Taqwa dalam Meningkatkan Keshalehan Sosial
Abstract. This study aims to determine the magnitude of the effect of Bobotoh Taqwa's da'wah activities in increasing social piety. The existence of acts of violence carried out by...
Pengaruh Aktivitas Dakwah Bobotoh Taqwa dalam Meningkatkan Keshalehan Sosial
Pengaruh Aktivitas Dakwah Bobotoh Taqwa dalam Meningkatkan Keshalehan Sosial
Abstract. This study aims to determine the magnitude of the effect of Bobotoh Taqwa's da'wah activities in increasing social piety. The existence of acts of violence carried out by...
MEDIA KOMUNITAS SUPORTER SEPAKBOLA SEBAGAI OPINION LEADER DI MEDIA SOSIAL
MEDIA KOMUNITAS SUPORTER SEPAKBOLA SEBAGAI OPINION LEADER DI MEDIA SOSIAL
Penelitian berfokus pada bagaimana media komunitas suporter menjadi Opinion leader di Twitter. Dengan tujuan untuk menganalisis aktivitas media sosial dari media komunitas suporter...
Analyzing network dynamics and dominant hate speech types in Twitter conversations during professional football matches
Analyzing network dynamics and dominant hate speech types in Twitter conversations during professional football matches
Introduction: Persib is one of Indonesia's most popular football clubs, and it has a strong fan base. Unfortunately, this does not prevent it from being exposed to negative opinion...
Analisis Jaringan dan Aktor #TeddyOut di Media Sosial Twitter Menggunakan Social Network Analysis (SNA)
Analisis Jaringan dan Aktor #TeddyOut di Media Sosial Twitter Menggunakan Social Network Analysis (SNA)
Bobotoh adalah sebutan bagi pendukung klub sepak bola Persib Bandung. Bobotoh memiliki semangat tinggi mendukung pertandingan Persib Bandung. Dijatuhkannya sanksi kepada salah satu...
Hubungan Penggunaan Instagram Simamaung dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Followers
Hubungan Penggunaan Instagram Simamaung dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Followers
Abstract. The development of information technology has increased, one of which is by utilizing social media. In general, social media is used to make friends and connect with rela...
Penguatan Identitas Budaya Supporter Sepak Bola Bandung
Penguatan Identitas Budaya Supporter Sepak Bola Bandung
Abstract. Football supporters are an important element in shaping the atmosphere of matches and club identity, including in Bandung City with Persib Bandung as an iconic club. Supp...
An Article Analisis Media Monitoring Terhadap Persib Bandung Pada Pekan 25-29 Liga 1 Indonesia 2024
An Article Analisis Media Monitoring Terhadap Persib Bandung Pada Pekan 25-29 Liga 1 Indonesia 2024
Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang digemari banyak masyarakat di berbagai negara dunia, Hingga pada tahun 2022 saat kompetisi piala dunia mencatatkan  sebanyak 1,5 milia...

Back to Top