Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Parodi, Pastiche, Ironi dalam Film Hello Ghost Versi Indonesia: Postmodernisme Jean Francois Lyotard

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan parodi, pastiche, dan ironi dalam film Hello Ghost versi Indonesia menggunakan teori postmodernisme Jean Francois Lyotard. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis unsur-unsur postmodern dalam narasi film. Sumber data penelitian adalah film Hello Ghost yang dirilis pada tahun 2023, yang merupakan adaptasi dari film Korea Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik tontonan, catat, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penggunaan parodi dalam film ini berfungsi untuk mengolok-olok norma-norma budaya dan memberikan kritik sosial terhadap pandangan konvensional tentang kehidupan dan kematian. Aspek pastiche terlihat dalam kombinasi gaya visual yang menciptakan keragaman budaya, sedangkan ironi mengungkapkan konsistensi dalam pengalaman karakter, menantang asumsi penonton tentang kenyataan. Penelitian ini menunjukkan bahwa film Hello Ghost tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk refleksi kritis terhadap kondisi sosial dan budaya yang dihadapi masyarakat Indonesia, menciptakan lapisan makna yang kompleks dan relevan dalam konteks postmodern.   
Title: Parodi, Pastiche, Ironi dalam Film Hello Ghost Versi Indonesia: Postmodernisme Jean Francois Lyotard
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan parodi, pastiche, dan ironi dalam film Hello Ghost versi Indonesia menggunakan teori postmodernisme Jean Francois Lyotard.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis unsur-unsur postmodern dalam narasi film.
Sumber data penelitian adalah film Hello Ghost yang dirilis pada tahun 2023, yang merupakan adaptasi dari film Korea Selatan.
Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik tontonan, catat, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa penggunaan parodi dalam film ini berfungsi untuk mengolok-olok norma-norma budaya dan memberikan kritik sosial terhadap pandangan konvensional tentang kehidupan dan kematian.
Aspek pastiche terlihat dalam kombinasi gaya visual yang menciptakan keragaman budaya, sedangkan ironi mengungkapkan konsistensi dalam pengalaman karakter, menantang asumsi penonton tentang kenyataan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa film Hello Ghost tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk refleksi kritis terhadap kondisi sosial dan budaya yang dihadapi masyarakat Indonesia, menciptakan lapisan makna yang kompleks dan relevan dalam konteks postmodern.
   .

Related Results

Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
PENDIDIKAN IPS ERA POSTMODERNISME
PENDIDIKAN IPS ERA POSTMODERNISME
Postmodernisme adalah sebuah cara pandang baru terhadap IPTEK dan sosial budaya saat ini. Ciri utama postmodernisme adalah ketidakpastian. Manusia masa kini berada pada kondisi yan...
Deforestasi dan degradasi hutan di KPHP Telake Kalimantan Timur
Deforestasi dan degradasi hutan di KPHP Telake Kalimantan Timur
Metode penelitian dilakukan dengan cara menganalisis data deforestasi dan degradasi hutan yang dikeluarkan versi KLHK dan data deforestasi dan degrdasi hutan versi TMF dari Pusat P...
Postmodernisme Dalam Perspektif Islam
Postmodernisme Dalam Perspektif Islam
Postmodernisme merupakan arus pemikiran yang muncul sebagai respons terhadap modernisme, menekankan pluralitas, relativitas kebenaran, serta kritik terhadap narasi besar yang diang...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...
POSTMODERNISME DALAM NOVEL RANTAI RENJANA KARYA NIKEN AQUEENSHA
POSTMODERNISME DALAM NOVEL RANTAI RENJANA KARYA NIKEN AQUEENSHA
Abstract This study describes aspects of postmodernism in the novel Chain of Renjana. In this study, the authors used a qualitative descriptive method. Data ...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...

Back to Top