Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KONSTRUKSI IDENTITAS PRIA DEWASA DALAM FILM “CINTA KIBLAT” KARYA M. AMRUL UMAMMI

View through CrossRef
Abstrak: Penelitian ini mengkaji konstruksi identitas pria dewasa dalam film Cinta Kiblat karya M. Amrul Umammi dengan menggunakan teori konstruksi identitas sosial oleh Henri Tajfel dan John Turner dan semiotika Roland Barthes melalui tiga level analisis, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini berfokus pada analisis teks media untuk melihat bagaimana karakter utama dalam film merepresentasikan proses kedewasaan pria dalam mempersiapkan pernikahan. Pendekatan kualitatif digunakan umtuk mengidentifikasi unsur-unsur seperti adegan, dialog, simbol visual, dan kode kultural yang menggambarkan kematangan pria dari sisi emosional, sosial, dan tanggung jawab. Data yang di peroleh yaitu 13 scene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Cinta Kiblat tidak hanya menggambarkan perjalanan kedewasaan pria dari sisi finansial, tetapi juga menyoroti pentingnya kematangan emosional dan kemampuan mengelola konflik dalam membangun rumah tangga. Film ini sekaligus mengkritik pandangan masyarakat yang masih mengukur kesiapan menikah dari aspek materi semata. Konstruksi identitas pria dewasa dalam film ini memperkaya pemahaman tentang pentingnya tanggung jawab, cinta, dan perjuangan sebagai bagian dari proses menjadi pria dewasa yang sesungguhnya dalam konteks sosial dan budaya Abstract: This study examines the construction of adult male identity in the film Cinta Kiblat by M. Amrul Umammi using Roland Barthes' theory of social identity construction with Henri Tajfel and Jhon Turner and semiotics through three levels of analysis, namely denotation, connotation, and myth. This study focuses on the analysis of media texts to see how the main characters in the film represent the process of male maturity in preparing for marriage. A qualitative approach is used to identify elements such as scenes, dialogues, visual symbols, and cultural codes that describe male maturity from an emotional, social, and responsibility perspective. The data obtained are 13 scenes. The results of the study show that the film Cinta Kiblat not only depicts the journey of male maturity from a financial perspective, but also highlights the importance of emotional maturity and the ability to manage conflict in building a household. This film also criticizes the views of society that still measure readiness for marriage from a material aspect alone. The construction of adult male identity in this film enriches the understanding of the importance of responsibility, love, and struggle as part of the process of becoming a real adult man in a social and cultural context.
Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang
Title: KONSTRUKSI IDENTITAS PRIA DEWASA DALAM FILM “CINTA KIBLAT” KARYA M. AMRUL UMAMMI
Description:
Abstrak: Penelitian ini mengkaji konstruksi identitas pria dewasa dalam film Cinta Kiblat karya M.
Amrul Umammi dengan menggunakan teori konstruksi identitas sosial oleh Henri Tajfel dan John Turner dan semiotika Roland Barthes melalui tiga level analisis, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos.
Penelitian ini berfokus pada analisis teks media untuk melihat bagaimana karakter utama dalam film merepresentasikan proses kedewasaan pria dalam mempersiapkan pernikahan.
Pendekatan kualitatif digunakan umtuk mengidentifikasi unsur-unsur seperti adegan, dialog, simbol visual, dan kode kultural yang menggambarkan kematangan pria dari sisi emosional, sosial, dan tanggung jawab.
Data yang di peroleh yaitu 13 scene.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Cinta Kiblat tidak hanya menggambarkan perjalanan kedewasaan pria dari sisi finansial, tetapi juga menyoroti pentingnya kematangan emosional dan kemampuan mengelola konflik dalam membangun rumah tangga.
Film ini sekaligus mengkritik pandangan masyarakat yang masih mengukur kesiapan menikah dari aspek materi semata.
Konstruksi identitas pria dewasa dalam film ini memperkaya pemahaman tentang pentingnya tanggung jawab, cinta, dan perjuangan sebagai bagian dari proses menjadi pria dewasa yang sesungguhnya dalam konteks sosial dan budaya Abstract: This study examines the construction of adult male identity in the film Cinta Kiblat by M.
Amrul Umammi using Roland Barthes' theory of social identity construction with Henri Tajfel and Jhon Turner and semiotics through three levels of analysis, namely denotation, connotation, and myth.
This study focuses on the analysis of media texts to see how the main characters in the film represent the process of male maturity in preparing for marriage.
A qualitative approach is used to identify elements such as scenes, dialogues, visual symbols, and cultural codes that describe male maturity from an emotional, social, and responsibility perspective.
The data obtained are 13 scenes.
The results of the study show that the film Cinta Kiblat not only depicts the journey of male maturity from a financial perspective, but also highlights the importance of emotional maturity and the ability to manage conflict in building a household.
This film also criticizes the views of society that still measure readiness for marriage from a material aspect alone.
The construction of adult male identity in this film enriches the understanding of the importance of responsibility, love, and struggle as part of the process of becoming a real adult man in a social and cultural context.

Related Results

Metafora cinta dalam bahasa Batak Toba
Metafora cinta dalam bahasa Batak Toba
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategorisasi metafora konseptual cinta dalam bahasa Batak Toba. Data yang digunakan adalah data tulis dan data lisan. Data tulis dipe...
MODERASI FIQH PENENTUAN ARAH KIBLAT: Akurasi Yang Fleksibel
MODERASI FIQH PENENTUAN ARAH KIBLAT: Akurasi Yang Fleksibel
One of the conflicts happened in our society is a decision on qiblah accuracy direction. As the writer mentioned, one of the conflicts happened at Nurul Iman Mosque located in Kara...
Uji Akurasi Pengukuran Arah Kiblat Masjid di Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa
Uji Akurasi Pengukuran Arah Kiblat Masjid di Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa
Penentuan arah kiblat masjid di Kecamatan Bontomaranu Kabupaten Gowa menggunakan metode yang sederhana karena kurangya pemahaman masyarakat tentang penentuan arah kiblat bahkan mas...
MATAHARI MELURUSKAN ARAH KIBLAT
MATAHARI MELURUSKAN ARAH KIBLAT
Menghadap kiblat merupakan kewajiban bagi orang islam saat akan melaksanakan shalat, bahkam ia menjadi syarat sahnya shalat seseorang, sehingga shalat menjadi batal manakala seseor...
Pengukuran Arah Kiblat Dalam Pengembangan Masyarakat Islam
Pengukuran Arah Kiblat Dalam Pengembangan Masyarakat Islam
Banyaknya bangunan masjid yang arah kiblatnya perlu dicek ulang menjadi bukti bahwa permasalahan terkait arah kiblat masjid maupun mushala di beberapa daerah seperti di Desa Gejlig...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
Dalam ilmu statika benda didalam bidang dapat dibedakan menjadi konstruksi batang dan konstruksi rangka batang. Konstruksi rangka batang merupakan konstruksi yang terdiri dari elem...
Pendampingan Pengukuran Arah Kiblat Untuk Santri Pondok Pesantren Idris Bintan
Pendampingan Pengukuran Arah Kiblat Untuk Santri Pondok Pesantren Idris Bintan
Pada tahun 2019 dilakukan 20 kalibrasi kiblat masjid di Bintan, dan pada tahun 2020 dilakukan 10 kalibrasi kiblat di Bintan. Kalibrasi arah kiblat terjadi karena kurangnya pengetah...

Back to Top