Javascript must be enabled to continue!
Rasio perbandingan nilai transepidermal water loss (TEWL) dan power of hydrogen (PH) lesi psoriatic dan non-lesi psoriatic
View through CrossRef
Introduction: Psoriasis is a chronic inflammation of the skin. The remission rate of psoriasis is 10-60%, with the risk of depression, skin cancer and suicide. Inflammation leads decrease of skin hydration, and pH, thus it makes destruction of skin barrier. Therefore, this study aimed to determine the function and integrity of the skin barrier as seen from TEWL and pH in psoriatic and non-psoriatic lesions in psoriasis vulgaris patients.
Method: This was a crossectional study, that was conducted in RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar around May – July 2022. This study used a consecutive sampling technique, after that the sample was adjusted with the inclusion and exclusion criteria. The data was analyzed by using SPSS version 25. Bivariate analysis used Independent T-Test, for the multivariate analysis used linear regression.
Results: This study obtained 28 samples with the majority was male (60.7%). The average age of the sample was 45.68±15.04. The mean TEWL value in the psoriatic lesion group (24.78 ± 4.77) was higher and the mean pH was lower (5.25 ± 0.18) than the non-psoriatic lesion (TEWL:11.75 ± 2.79; pH 5.63 ± 0.21). TEWL and pH ratio between psoriatic lession and non psoriatic lesion is (TEWL: 2,19 ± 0,11; pH 0,93 ± 0,01). The difference was statistically significant (p<0,01).
Conclusion: There was a significant relationship between an increase in TEWL value and a decrease in pH value in the psoriatic group of lesions compared to the non-psoriatic group.
Latar Belakang : Psoriasis merupakan penyakit inflamasi kronis pada kulit. Psoriasis dilaporkan memiliki tingkat remisi yang tinggi sebesar 10-60%, dengan risiko depresi, kanker kulit, dan bunuh diri. Inflamasi dapat menyebabkan penurunan hidrasi dan PH kulit, sehingga menyebakan kerusakan barrier kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi dan integritas barrier kulit dilihat dari TEWL dan pH pada lesi psoriatic dan non-lesi psoriatic pada pasien psoriasis vulgaris.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, dilakukan pada bulan Mei – Juli 2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu consecutive sampling dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah di tentukan. Data di analisis menggunakan SPSS versi 25. Analisis bivariat menggunakan Independent T-Test, dan analisis multivariat yang digunakan menggunakan regresi linear.
Hasil : Penelitian ini mendapatkan 28 sampel dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (60,7%). Rata-rata sampel berusia 45,68±15,04. Rerata nilai TEWL pada pada kelompok lesi psoriatic (24,78 ± 4,77) lebih tinggi dan rerata pH lebih rendah (5,25 ± 0,18) dibandingkan non-lesi psoriatic (TEWL:11,75 ± 2,79; pH 5,63 ± 0,21). Rasio TEWL dan pH lesi psoriatic dibandingkan non-lesi psoriatic adalah (TEWL: 2,19 ± 0,11; pH 0,93 ± 0,01). Perbedaan tersebut signifikan secara statistik (p<0,01).
Simpulan: Adapun kesimpulan dari penelitian ini yakni lesi psoriatic secara signifikan memiliki nilai TEWL yang lebih tinggi namun pH yang lebih rendah dengan rasio TEWL sebesar 2,19 ± 0,11 dan rasio pH sebesar 0,93 ± 0,01.
Title: Rasio perbandingan nilai transepidermal water loss (TEWL) dan power of hydrogen (PH) lesi psoriatic dan non-lesi psoriatic
Description:
Introduction: Psoriasis is a chronic inflammation of the skin.
The remission rate of psoriasis is 10-60%, with the risk of depression, skin cancer and suicide.
Inflammation leads decrease of skin hydration, and pH, thus it makes destruction of skin barrier.
Therefore, this study aimed to determine the function and integrity of the skin barrier as seen from TEWL and pH in psoriatic and non-psoriatic lesions in psoriasis vulgaris patients.
Method: This was a crossectional study, that was conducted in RSUP Prof.
Dr.
I.
G.
N.
G.
Ngoerah, Denpasar around May – July 2022.
This study used a consecutive sampling technique, after that the sample was adjusted with the inclusion and exclusion criteria.
The data was analyzed by using SPSS version 25.
Bivariate analysis used Independent T-Test, for the multivariate analysis used linear regression.
Results: This study obtained 28 samples with the majority was male (60.
7%).
The average age of the sample was 45.
68±15.
04.
The mean TEWL value in the psoriatic lesion group (24.
78 ± 4.
77) was higher and the mean pH was lower (5.
25 ± 0.
18) than the non-psoriatic lesion (TEWL:11.
75 ± 2.
79; pH 5.
63 ± 0.
21).
TEWL and pH ratio between psoriatic lession and non psoriatic lesion is (TEWL: 2,19 ± 0,11; pH 0,93 ± 0,01).
The difference was statistically significant (p<0,01).
Conclusion: There was a significant relationship between an increase in TEWL value and a decrease in pH value in the psoriatic group of lesions compared to the non-psoriatic group.
Latar Belakang : Psoriasis merupakan penyakit inflamasi kronis pada kulit.
Psoriasis dilaporkan memiliki tingkat remisi yang tinggi sebesar 10-60%, dengan risiko depresi, kanker kulit, dan bunuh diri.
Inflamasi dapat menyebabkan penurunan hidrasi dan PH kulit, sehingga menyebakan kerusakan barrier kulit.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi dan integritas barrier kulit dilihat dari TEWL dan pH pada lesi psoriatic dan non-lesi psoriatic pada pasien psoriasis vulgaris.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan di RSUP Prof.
Dr.
I.
G.
N.
G.
Ngoerah, Denpasar, dilakukan pada bulan Mei – Juli 2022.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu consecutive sampling dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah di tentukan.
Data di analisis menggunakan SPSS versi 25.
Analisis bivariat menggunakan Independent T-Test, dan analisis multivariat yang digunakan menggunakan regresi linear.
Hasil : Penelitian ini mendapatkan 28 sampel dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (60,7%).
Rata-rata sampel berusia 45,68±15,04.
Rerata nilai TEWL pada pada kelompok lesi psoriatic (24,78 ± 4,77) lebih tinggi dan rerata pH lebih rendah (5,25 ± 0,18) dibandingkan non-lesi psoriatic (TEWL:11,75 ± 2,79; pH 5,63 ± 0,21).
Rasio TEWL dan pH lesi psoriatic dibandingkan non-lesi psoriatic adalah (TEWL: 2,19 ± 0,11; pH 0,93 ± 0,01).
Perbedaan tersebut signifikan secara statistik (p<0,01).
Simpulan: Adapun kesimpulan dari penelitian ini yakni lesi psoriatic secara signifikan memiliki nilai TEWL yang lebih tinggi namun pH yang lebih rendah dengan rasio TEWL sebesar 2,19 ± 0,11 dan rasio pH sebesar 0,93 ± 0,01.
Related Results
Transepidermal water loss and stratum corneum hydration in forearm versus hand palm
Transepidermal water loss and stratum corneum hydration in forearm versus hand palm
AbstractBackgroundSkin measurements of transepidermal water loss (TEWL) and stratum corneum hydration (SCH) reflect different aspects of skin physiology. Since epidermal water loss...
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK MELALUI ANALISIS RASIO KEUANGAN TAHUN
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK MELALUI ANALISIS RASIO KEUANGAN TAHUN
Abstrak
Mengukur kinerja keuangan perusahaan adalah hal yang penting yang perlu dilakukan manajemen perusahaan. Buat melaksanakan penilaian fundamental terhadap performa peru...
ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PROFIT GROWTH PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR 5
ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PROFIT GROWTH PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR 5
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis dalam memprediksi profit growth secara empiris, yang berfokus pada perusahaan manufaktur di Sektor 5 ...
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUM BULOG
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUM BULOG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan pada Perusahaan yang dinilai dengan analisis rasio keuangan pada perusahaan Perum BULOG. dari tahun 2019 hingga tahun 202...
Risk factors and comorbidities for psoriatic arthritis. Literature review
Risk factors and comorbidities for psoriatic arthritis. Literature review
Introduction:
Psoriatic arthritis is a chronic disease involving peripheral arthritis, spondylitis, dactylitis (inflammation of the whole digit) and enthesitis. It is a disease e...
Analisis Kinerja Keuangan PT Indosat Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19
Analisis Kinerja Keuangan PT Indosat Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19
Wabah pandemi virus corona (Covid-19) yang terjadi hampir diseluruh dunia, termasuk Indonesia, yang menyebabkan munculnya efek negatif terhadap perekonomian. Meski demikian, pandem...
Use of Formation Water and Associated Gases and their Simultaneous Utilization for Obtaining Microelement Concentrates Fresh Water and Drinking Water
Use of Formation Water and Associated Gases and their Simultaneous Utilization for Obtaining Microelement Concentrates Fresh Water and Drinking Water
Abstract Purpose: The invention relates to the oil industry, inorganic chemistry, in particular, to the methods of complex processing of formation water, using flare gas of oil and...
Intraday Variations in Skin Water Parameters
Intraday Variations in Skin Water Parameters
Introduction: Three interrelated skin water assessments include stratum corneum hydration (SCH) via electrical measurements, skin water using tissue dielectric constant (TDC) measu...

