Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penambahan Bioethanol terhadap Karakteristik Performa Motor 150 dan 160 cc Menggunakan Dynotest

View through CrossRef
Bioethanol merupakan senyawa alkohol yang diperoleh dari proses fermentasi biomassa dan termasuk golongan energi yang dapat diperbarui. Merupakan jenis bahan bakar yang menghasilkan polutan yang rendah, titik nyala tinggi, dan emisi hidrokarbon lebih sedikit sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tambahan bahan bakar yang bisa berperan dalam performa motor. Penelitian ini membahas pengaruh penambahan bioethanol terhadap karakteristik performa motor 150 dan 160 cc menggunakan dynotest. Penambahan bioethanol 10 dan 20% terhadap bahan bakar jenis pertamax dan setiap sampel dilakukan pengujian sebanyak 3 kali.  Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan bioethanol dapat meningkatkan torsi dan daya dari motor yang diuji. Torsi tertinggi pada motor 150 cc untuk bahan bakar pertamax murni tanpa ada penambahan bioethanol adalah 13,36 Nm. Pada penambahan bioethanol 10% torsi meningkat menjadi 13,94 dan 14,16 Nm ketika penambahan bioethanolnya 20%. Pada motor 160 cc torsi tertinggi yang diperoleh adalah 12,14 Nm untuk pertamax murni dan menjadi 15,01 Nm ketika ditambahkan bioethanol sebanyak 10%. Horse power tertinggi yang dapat dihasilkan pada motor 150 cc adalah 14,1 HP untuk pertamax murni dan masing-masing menjadi 14,8 dan 14,6 Nm ketika ditambahkan bioethanol sebanyak 10 dan 20%. Pada motor 160 cc horse power tertinggi yang dihasilkan adalah 12 HP untuk pertamax murni dan meningkat menjadi 13,8 HP ketika ditambahkan bioethanol sebanyak 10%. Dapat disimpulkan bahwa penambahan bioethanol berpengaruh terhadap peningkatan torsi dan daya pada motor. Namun, dengan persentase penambahan 20% cenderung menurunkan torsi dan daya yang dihasilkan.
Title: Penambahan Bioethanol terhadap Karakteristik Performa Motor 150 dan 160 cc Menggunakan Dynotest
Description:
Bioethanol merupakan senyawa alkohol yang diperoleh dari proses fermentasi biomassa dan termasuk golongan energi yang dapat diperbarui.
Merupakan jenis bahan bakar yang menghasilkan polutan yang rendah, titik nyala tinggi, dan emisi hidrokarbon lebih sedikit sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tambahan bahan bakar yang bisa berperan dalam performa motor.
Penelitian ini membahas pengaruh penambahan bioethanol terhadap karakteristik performa motor 150 dan 160 cc menggunakan dynotest.
Penambahan bioethanol 10 dan 20% terhadap bahan bakar jenis pertamax dan setiap sampel dilakukan pengujian sebanyak 3 kali.
 Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan bioethanol dapat meningkatkan torsi dan daya dari motor yang diuji.
Torsi tertinggi pada motor 150 cc untuk bahan bakar pertamax murni tanpa ada penambahan bioethanol adalah 13,36 Nm.
Pada penambahan bioethanol 10% torsi meningkat menjadi 13,94 dan 14,16 Nm ketika penambahan bioethanolnya 20%.
Pada motor 160 cc torsi tertinggi yang diperoleh adalah 12,14 Nm untuk pertamax murni dan menjadi 15,01 Nm ketika ditambahkan bioethanol sebanyak 10%.
Horse power tertinggi yang dapat dihasilkan pada motor 150 cc adalah 14,1 HP untuk pertamax murni dan masing-masing menjadi 14,8 dan 14,6 Nm ketika ditambahkan bioethanol sebanyak 10 dan 20%.
Pada motor 160 cc horse power tertinggi yang dihasilkan adalah 12 HP untuk pertamax murni dan meningkat menjadi 13,8 HP ketika ditambahkan bioethanol sebanyak 10%.
Dapat disimpulkan bahwa penambahan bioethanol berpengaruh terhadap peningkatan torsi dan daya pada motor.
Namun, dengan persentase penambahan 20% cenderung menurunkan torsi dan daya yang dihasilkan.

Related Results

Ballistic landslides on comet 67P/Churyumov–Gerasimenko
Ballistic landslides on comet 67P/Churyumov–Gerasimenko
<p><strong>Introduction:</strong></p><p>The slow ejecta (i.e., with velocity lower than escape velocity) and l...
Case Study of Geological Risk Factors for Earthquake Hazard Mapping in the South Eastern Korea
Case Study of Geological Risk Factors for Earthquake Hazard Mapping in the South Eastern Korea
  In order to interpret geological risk assessment for Earthquake hazard by mapping work, since geotechnical...
Thermophysical model of asteroid (269) Justitia:  a main-belter out of place
Thermophysical model of asteroid (269) Justitia:  a main-belter out of place
ContextAsteroid (269) Justitia is a main-belt asteroid with unusual surface properties. Its reflectance spectrum is extremely red, unlike any other taxonomic type found in the main...
The use of ERDDAP in a self-monitoring and nowcast hazard alerting coastal flood system
The use of ERDDAP in a self-monitoring and nowcast hazard alerting coastal flood system
<div> <p>In the UK, £150bn of assets and 4 million people are at risk from coastal flooding. With reductions in public funding...
Harnessing massive application of lignocellulosic inputs to fallow and regenerated soils
Harnessing massive application of lignocellulosic inputs to fallow and regenerated soils
Soil management practices have led to a generalized decarbonization of agricultural soils' organic matter and carbon contents. Whereas mulching application of large amounts of orga...
Toward Data-Driven Urban Canopy Models
Toward Data-Driven Urban Canopy Models
Understanding the air flows in urban environments is crucial to mitigating urban heat islands, modeling pollutant dispersion, and other health and safety issues. Cities represent i...
Analysis of lava flow features on Venus for radar sounder simulations
Analysis of lava flow features on Venus for radar sounder simulations
IntroductionPrevious missions to Venus depicted an environment dominated by volcanic landforms and hostile atmospheric conditions. The surface was imaged by the Magellan mission, a...
Sensitivity of the CNRM-CM6-1 ocean-climate model to freshwater inputs from Antarctica
Sensitivity of the CNRM-CM6-1 ocean-climate model to freshwater inputs from Antarctica
Meltwater fluxes from Antarctica are in general poorly represented in ocean models in terms of quantity and spatio-temporal variability. These meltwater fluxes impact the stratific...

Back to Top