Javascript must be enabled to continue!
Model Pembelajaran dan Implementasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (Studi Kasus)
View through CrossRef
Pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai model layanan kesehatan komunitas terpadu masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan kompetensi kader, sarana prasarana, dan sistem pelaporan yang belum optimal. Kader sebagai ujung tombak kegiatan posyandu dituntut mampu mengintegrasikan berbagai informasi kesehatan, melaksanakan edukasi, pencatatan, pelaporan, serta sistem rujukan dengan puskesmas. Evaluasi awal menunjukkan bahwa kompetensi kader Posyandu Gunung Krakatau belum sepenuhnya memenuhi standar pelaksanaan ILP sebagaimana ditetapkan dalam regulasi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan tiga model pembelajaran—klasikal, kelompok kecil, dan role play—dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu Gunung Krakatau sebagai persiapan implementasi Posyandu Integrasi Layanan Primer berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan melibatkan 16 kader Posyandu di Dusun Soka, Seloharjo, Pundong, Bantul. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan (Agustus–Oktober 2025) melalui tiga tahapan pembelajaran: (1) model klasikal untuk memperkuat konsep dasar, (2) model kelompok kecil untuk peningkatan keterampilan teknis, dan (3) model role play untuk penerapan pengalaman langsung. Pengumpulan data dilakukan dengan pre-test dan post-test pada setiap tahap pembelajaran untuk mengukur perubahan pengetahuan dan keterampilan kader. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua model pembelajaran. Pada model klasikal, kader dengan kategori pengetahuan “baik” meningkat dari 18,75% menjadi 62,5%. Pada model kelompok kecil, keterampilan “baik” meningkat dari 18,75% menjadi 68,75%. Sedangkan pada model role play dan praktik langsung ILP, pengetahuan dan keterampilan “baik” meningkat dari 31,25% menjadi 87,5%. Metode role play terbukti paling efektif karena memadukan teori dan praktik dalam situasi simulatif yang menyerupai kondisi lapangan. Kombinasi tiga model pembelajaran klasikal, kelompok kecil, dan role play terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kader Posyandu menuju pelaksanaan ILP berbasis kearifan lokal. Pembelajaran berjenjang dan berbasis pengalaman menciptakan proses belajar yang interaktif dan aplikatif, memperkuat kemampuan kader dalam memberikan edukasi, pelayanan dasar, pencatatan, serta sistem rujukan masyarakat. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari puskesmas, pemerintah desa, dan lembaga lokal untuk menyediakan pelatihan periodik, sarana-prasarana, serta sistem pelaporan digital agar keberlanjutan Posyandu ILP di tingkat komunitas dapat terjamin
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul
Title: Model Pembelajaran dan Implementasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (Studi Kasus)
Description:
Pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai model layanan kesehatan komunitas terpadu masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan kompetensi kader, sarana prasarana, dan sistem pelaporan yang belum optimal.
Kader sebagai ujung tombak kegiatan posyandu dituntut mampu mengintegrasikan berbagai informasi kesehatan, melaksanakan edukasi, pencatatan, pelaporan, serta sistem rujukan dengan puskesmas.
Evaluasi awal menunjukkan bahwa kompetensi kader Posyandu Gunung Krakatau belum sepenuhnya memenuhi standar pelaksanaan ILP sebagaimana ditetapkan dalam regulasi nasional.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan tiga model pembelajaran—klasikal, kelompok kecil, dan role play—dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu Gunung Krakatau sebagai persiapan implementasi Posyandu Integrasi Layanan Primer berbasis kearifan lokal.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan melibatkan 16 kader Posyandu di Dusun Soka, Seloharjo, Pundong, Bantul.
Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan (Agustus–Oktober 2025) melalui tiga tahapan pembelajaran: (1) model klasikal untuk memperkuat konsep dasar, (2) model kelompok kecil untuk peningkatan keterampilan teknis, dan (3) model role play untuk penerapan pengalaman langsung.
Pengumpulan data dilakukan dengan pre-test dan post-test pada setiap tahap pembelajaran untuk mengukur perubahan pengetahuan dan keterampilan kader.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua model pembelajaran.
Pada model klasikal, kader dengan kategori pengetahuan “baik” meningkat dari 18,75% menjadi 62,5%.
Pada model kelompok kecil, keterampilan “baik” meningkat dari 18,75% menjadi 68,75%.
Sedangkan pada model role play dan praktik langsung ILP, pengetahuan dan keterampilan “baik” meningkat dari 31,25% menjadi 87,5%.
Metode role play terbukti paling efektif karena memadukan teori dan praktik dalam situasi simulatif yang menyerupai kondisi lapangan.
Kombinasi tiga model pembelajaran klasikal, kelompok kecil, dan role play terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kader Posyandu menuju pelaksanaan ILP berbasis kearifan lokal.
Pembelajaran berjenjang dan berbasis pengalaman menciptakan proses belajar yang interaktif dan aplikatif, memperkuat kemampuan kader dalam memberikan edukasi, pelayanan dasar, pencatatan, serta sistem rujukan masyarakat.
Diperlukan dukungan berkelanjutan dari puskesmas, pemerintah desa, dan lembaga lokal untuk menyediakan pelatihan periodik, sarana-prasarana, serta sistem pelaporan digital agar keberlanjutan Posyandu ILP di tingkat komunitas dapat terjamin.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Latar belakang: Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018 prevalensi balita underweight di Kabupaten Way Kanan sebesar 19,57%. Kunjungan balita ke Posyand...
RANCANG BANGUN WEBSITE POSYANDU ONLINE KEMBANG SETAMAN KOTA BOGOR
RANCANG BANGUN WEBSITE POSYANDU ONLINE KEMBANG SETAMAN KOTA BOGOR
Posyandu adalah salah satu kegiatan kesehatan dasar berbasis masyarakat yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan dan anggota posyand...
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
Cakupan D/S sebesar 39,20 %, cakupan K/S 100 %, dan cakupan N/S 26,47 % . Pencapaian indikator Posyandu di Desa Singaparna tidak terlepas dari peran kader posyandu yang ada di des...
Kepatuhan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Rutin Di Posyandu Lansia Sumur Welut RW 1 Kecamatan Lakarsantri Surabaya
Kepatuhan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Rutin Di Posyandu Lansia Sumur Welut RW 1 Kecamatan Lakarsantri Surabaya
ABSTRAK
Jumlah lansia yang terus meningkat mempengaruhi status kesehatan yang semakin menurun akibat penurunan fungsi tubuh menyebabkan angka kesakitan lansia meningkat. Posyandu l...
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI DESA PAHLAWAN SETIA KECEMATAN TARUMAJAYA KABUPATAN BEKASI
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI DESA PAHLAWAN SETIA KECEMATAN TARUMAJAYA KABUPATAN BEKASI
The high AKI (Maternal Mortality Rate) and IMR (Infant Mortality Rate) respectively 228/100,000 live births and 34/1,000 live births in Indonesia encourage several health services,...
RANCANG BANGUN APLIKASI KARTU MENUJU SEHAT (e-KMS) PADA PLATFORM ANDROID
RANCANG BANGUN APLIKASI KARTU MENUJU SEHAT (e-KMS) PADA PLATFORM ANDROID
<p><em>Toddler Growth Chart held by parents is a book that consists of a toddler's growth history which holds by Maternal and Child Health Services (Posyandu) officer. ...
Pemberdayaan Posyandu Lansia di Desa Borisallo, Kec. Parangloe, Kab. Gowa
Pemberdayaan Posyandu Lansia di Desa Borisallo, Kec. Parangloe, Kab. Gowa
Integrated Service Post for the Elderly or Posyandu Lansia is a form of health service organized by the community with support from the government, which aims to improve the qualit...

