Javascript must be enabled to continue!
TEORI RASIONALITAS DALAM PANDANGAN ILMU EKONOMI ISLAM
View through CrossRef
ABSTRAKPandangan tentang konsep rasionalitas memiliki konsekuensi terhadap perilaku manusia dalam melakukan tindakan ekonomi dan tujuan-tujuan hidupnya. Rasionalitas ekonomi yang dibangun oleh konsepsi homo economicus sebagaimana dikembangkan dalam ekonomi kapitalis dan sosialis berbeda dengan rasionalitas ekonomi yang dibangun oleh konsepsi homo islamicus sebagaimana dikembangkan dalam ekonomi Islam. Tujuan dari artikel ini yaitu untuk menganalisis teori rasionalitas dalam perspektif ekonomi Islam. Kesimpulan dari artikel ini yaitu banyak ekonom Muslim yang tidak puas dengan konsep homo economicus sebagai model dasar perilaku ekonomi manusia. Karena itulah, ekonom Muslim pun menggantinya dengan konsepsi homo islamicus sebagai model dasar perilaku ekonomi yang sesuai dengan fitrah hakiki manusia. Istilah homo islamicus mengacu kepada perilaku individu yang dibimbing oleh nilai-nilai Islam. Rasonalitas yang dibangun oleh konsepsi homo islamicus berpandangan bahwa segenap tindakan ekonomi tidak hanya menuruti hasrat-hasrat alamiah manusia tetapi harus didasarkan kepada kebenaran dan kebajikan. Jalan untuk mencapai rasionalitas ini tidak lain adalah mensubordinatkan motif, pikiran, orientasi, kehendak dan perilau ekonomi kepada aturan dan moralitas yang ditentukan oleh syariat Islam. ABSTRACTThe view of the concept of rationality has consequences for human behaviour in carrying out economic actions and life goals. The economic rationality built by the conception of homo economicus as developed in a capitalist and socialist economy is different from the economic rationality built by the conception of homo islamicus as developed in Islamic economics. The purpose of this article is to analyze the rationality theory from an Islamic economic perspective. The conclusion of this article is that many Muslim economists are dissatisfied with the concept of homo economicus as a basic model of human economic behaviour. For this reason, Muslim economists also replaced it with the conception of homo islamicus as a basic model of economic behaviour in accordance with human nature. The term homo islamicus refers to individual behaviour that is guided by Islamic values. The rationality built by the conception of homo Islamic holds that all economic activity does not only comply with natural human desires but must be based on truth and virtue. The way to achieve this rationality is none other than subordinating economic motives, thoughts, orientation, will and behaviour to the rules and morality determined by Islamic law.
Title: TEORI RASIONALITAS DALAM PANDANGAN ILMU EKONOMI ISLAM
Description:
ABSTRAKPandangan tentang konsep rasionalitas memiliki konsekuensi terhadap perilaku manusia dalam melakukan tindakan ekonomi dan tujuan-tujuan hidupnya.
Rasionalitas ekonomi yang dibangun oleh konsepsi homo economicus sebagaimana dikembangkan dalam ekonomi kapitalis dan sosialis berbeda dengan rasionalitas ekonomi yang dibangun oleh konsepsi homo islamicus sebagaimana dikembangkan dalam ekonomi Islam.
Tujuan dari artikel ini yaitu untuk menganalisis teori rasionalitas dalam perspektif ekonomi Islam.
Kesimpulan dari artikel ini yaitu banyak ekonom Muslim yang tidak puas dengan konsep homo economicus sebagai model dasar perilaku ekonomi manusia.
Karena itulah, ekonom Muslim pun menggantinya dengan konsepsi homo islamicus sebagai model dasar perilaku ekonomi yang sesuai dengan fitrah hakiki manusia.
Istilah homo islamicus mengacu kepada perilaku individu yang dibimbing oleh nilai-nilai Islam.
Rasonalitas yang dibangun oleh konsepsi homo islamicus berpandangan bahwa segenap tindakan ekonomi tidak hanya menuruti hasrat-hasrat alamiah manusia tetapi harus didasarkan kepada kebenaran dan kebajikan.
Jalan untuk mencapai rasionalitas ini tidak lain adalah mensubordinatkan motif, pikiran, orientasi, kehendak dan perilau ekonomi kepada aturan dan moralitas yang ditentukan oleh syariat Islam.
ABSTRACTThe view of the concept of rationality has consequences for human behaviour in carrying out economic actions and life goals.
The economic rationality built by the conception of homo economicus as developed in a capitalist and socialist economy is different from the economic rationality built by the conception of homo islamicus as developed in Islamic economics.
The purpose of this article is to analyze the rationality theory from an Islamic economic perspective.
The conclusion of this article is that many Muslim economists are dissatisfied with the concept of homo economicus as a basic model of human economic behaviour.
For this reason, Muslim economists also replaced it with the conception of homo islamicus as a basic model of economic behaviour in accordance with human nature.
The term homo islamicus refers to individual behaviour that is guided by Islamic values.
The rationality built by the conception of homo Islamic holds that all economic activity does not only comply with natural human desires but must be based on truth and virtue.
The way to achieve this rationality is none other than subordinating economic motives, thoughts, orientation, will and behaviour to the rules and morality determined by Islamic law.
.
Related Results
Ekonomi syariah-03112220013-fika musfika
Ekonomi syariah-03112220013-fika musfika
PANDANGAN DASAR EKONOMI ISLAM Pandangan Dasar Ekonomi Islam menyatakan bahwa ekonomi Islam memandang bahwa kelangkaan (kelangkaan) bukanlah masalah yang asasi dari ekonomi manusia....
TEORI RASIONALITAS MENURUT EKONOMI ISLAM
TEORI RASIONALITAS MENURUT EKONOMI ISLAM
Pandangan tentang konsep rasionalitas memiliki konsekuensi terhadap perilaku manusiadalam melakukan tindakan ekonomi dan tujuan-tujuan hidupnya. Rasionalitas ekonomi yangdibangun o...
Pandangan dasar ekonomi islam
Pandangan dasar ekonomi islam
Pandangan Dasar Ekonomi Islam menyatakan bahwa ekonomi Islam memandang bahwa kelangkaan (kelangkaan) bukanlah masalah yang asasi dari ekonomi manusia. Sehingga persoalan produksi, ...
Teori Belajar dalam Perspektif Barat dan Islam
Teori Belajar dalam Perspektif Barat dan Islam
Teori belajar yang ditawarkan Barat mempunyai world view sekuler-positifistik-materialistik membatasi teori belajar pada gejala-gejala yang berkaitan dengan peristiwa belajar yang ...
PENGEMBANGAN KURIKULUM EKONOMI ISLAM BERBASIS TAUHID: Studi Kurikulum Program Studi Ekonomi Islam STEI Tazkia Bogor
PENGEMBANGAN KURIKULUM EKONOMI ISLAM BERBASIS TAUHID: Studi Kurikulum Program Studi Ekonomi Islam STEI Tazkia Bogor
Setiap Muslim yang akan berbisnis di lembaga keuangan syariah terlebih dahulu harus mempelajari dan memahami fikih mu’amalah. Pemahaman terhadap fikih muamalah bisa dilakukan denga...
TEORI PEKERJAAN SOSIAL DALAM LINTASAN MODERNISME DAN POSMODERNISME
TEORI PEKERJAAN SOSIAL DALAM LINTASAN MODERNISME DAN POSMODERNISME
Adanya perbedaan sudut pandang dalam memahami teori pada ilmu-ilmu sosial termasukpekerjaan sosial seringkali memunculkan pertanyaan seperti: apa sebenarnya teori itu? Apakahpekerj...
Aliran Pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer
Aliran Pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer
Setelah ekonomi Islam muncul di masa Rasulullah lalu di masa Khalifah bahkan sampai dinasti setelah dinasti runtuh muncul pemikiran ekonomi klasik seperti pemikir ekonomi kapitalis...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...

