Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MULTIMODAL STRATEGIES OF MODERATE ISLAMIC DIGITAL DA’WAH ON THE RUKUN INDONESIA YOUTUBE CHANNEL

View through CrossRef
This study examines how the Rukun Indonesia YouTube channel constructs representations of moderate Islam through multimodal digital da’wah. Although research on online Islamic communication has expanded, few studies analyze how moderate Islamic values are articulated through integrated visual, verbal, and auditory modes, particularly within interfaith contexts. This study addresses this gap by investigating how multimodal strategies shape public perceptions of inclusive Islam. This study employed a descriptive qualitative design using 25 purposively selected podcast videos uploaded between 2022 and 2025. Data consisted of spoken narratives, visual imagery, symbolic elements, background music, and audience comments. Multimodal Discourse Analysis was used to interpret meaning-making across modes, supported by thematic coding of narrative structures and audience responses. The findings indicate that: First, humanitarian narratives and empathetic visual framing function as the primary vehicles for communicating moderate Islamic values. Second, symbols of cultural and religious diversity embedded in visual and musical elements reinforce messages of tolerance and coexistence. Third, audience responses indicate strong emotional engagement and broad acceptance from both Muslim and non-Muslim viewers, suggesting that multimodal da’wah can effectively foster interfaith understanding. These results demonstrate that digital da’wah can operate as a participatory and dialogic space that counters polarizing religious discourse. The study concludes that multimodal strategies offer significant potential for strengthening inclusive Islamic communication and recommends further research on cross-platform comparative models of moderate digital da’wah.  Abstrak Penelitian ini mengkaji bagaimana kanal YouTube Rukun Indonesia membangun representasi Islam moderat melalui dakwah digital multimodal. Meskipun kajian mengenai komunikasi Islam daring terus berkembang, masih sedikit penelitian yang menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam moderat diartikulasikan melalui integrasi mode visual, verbal, dan auditori, khususnya dalam konteks lintas iman. Studi ini mengisi kekosongan tersebut dengan meneliti bagaimana strategi multimodal membentuk persepsi publik terhadap Islam yang inklusif. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan menganalisis 25 video podcast yang dipilih secara purposif dan diunggah antara 2022 hingga 2025. Data mencakup narasi lisan, citra visual, elemen simbolik, musik latar, serta komentar audiens. Analisis Wacana Multimodal digunakan untuk menafsirkan proses pembentukan makna lintas mode, didukung oleh pengodean tematik terhadap struktur naratif dan respons penonton. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola utama. Pertama, narasi kemanusiaan dan framing visual yang empatik menjadi sarana utama dalam menyampaikan nilai-nilai Islam moderat. Kedua, simbol keberagaman budaya dan agama yang tertanam dalam elemen visual dan musikal memperkuat pesan toleransi dan koeksistensi. Ketiga, respons audiens menunjukkan keterlibatan emosional yang kuat dan penerimaan luas dari penonton Muslim maupun non-Muslim, yang mengindikasikan bahwa dakwah multimodal efektif dalam mendorong pemahaman lintas iman. Temuan ini menunjukkan bahwa dakwah digital dapat berfungsi sebagai ruang dialogis dan partisipatif yang mampu menandingi wacana keagamaan yang memecah belah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi multimodal memiliki potensi signifikan dalam memperkuat komunikasi Islam yang inklusif dan merekomendasikan penelitian lanjutan mengenai model perbandingan dakwah digital moderat lintas platform.
Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementrian Agama RI
Title: MULTIMODAL STRATEGIES OF MODERATE ISLAMIC DIGITAL DA’WAH ON THE RUKUN INDONESIA YOUTUBE CHANNEL
Description:
This study examines how the Rukun Indonesia YouTube channel constructs representations of moderate Islam through multimodal digital da’wah.
Although research on online Islamic communication has expanded, few studies analyze how moderate Islamic values are articulated through integrated visual, verbal, and auditory modes, particularly within interfaith contexts.
This study addresses this gap by investigating how multimodal strategies shape public perceptions of inclusive Islam.
This study employed a descriptive qualitative design using 25 purposively selected podcast videos uploaded between 2022 and 2025.
Data consisted of spoken narratives, visual imagery, symbolic elements, background music, and audience comments.
Multimodal Discourse Analysis was used to interpret meaning-making across modes, supported by thematic coding of narrative structures and audience responses.
The findings indicate that: First, humanitarian narratives and empathetic visual framing function as the primary vehicles for communicating moderate Islamic values.
Second, symbols of cultural and religious diversity embedded in visual and musical elements reinforce messages of tolerance and coexistence.
Third, audience responses indicate strong emotional engagement and broad acceptance from both Muslim and non-Muslim viewers, suggesting that multimodal da’wah can effectively foster interfaith understanding.
These results demonstrate that digital da’wah can operate as a participatory and dialogic space that counters polarizing religious discourse.
The study concludes that multimodal strategies offer significant potential for strengthening inclusive Islamic communication and recommends further research on cross-platform comparative models of moderate digital da’wah.
 Abstrak Penelitian ini mengkaji bagaimana kanal YouTube Rukun Indonesia membangun representasi Islam moderat melalui dakwah digital multimodal.
Meskipun kajian mengenai komunikasi Islam daring terus berkembang, masih sedikit penelitian yang menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam moderat diartikulasikan melalui integrasi mode visual, verbal, dan auditori, khususnya dalam konteks lintas iman.
Studi ini mengisi kekosongan tersebut dengan meneliti bagaimana strategi multimodal membentuk persepsi publik terhadap Islam yang inklusif.
Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan menganalisis 25 video podcast yang dipilih secara purposif dan diunggah antara 2022 hingga 2025.
Data mencakup narasi lisan, citra visual, elemen simbolik, musik latar, serta komentar audiens.
Analisis Wacana Multimodal digunakan untuk menafsirkan proses pembentukan makna lintas mode, didukung oleh pengodean tematik terhadap struktur naratif dan respons penonton.
Hasil penelitian menunjukkan tiga pola utama.
Pertama, narasi kemanusiaan dan framing visual yang empatik menjadi sarana utama dalam menyampaikan nilai-nilai Islam moderat.
Kedua, simbol keberagaman budaya dan agama yang tertanam dalam elemen visual dan musikal memperkuat pesan toleransi dan koeksistensi.
Ketiga, respons audiens menunjukkan keterlibatan emosional yang kuat dan penerimaan luas dari penonton Muslim maupun non-Muslim, yang mengindikasikan bahwa dakwah multimodal efektif dalam mendorong pemahaman lintas iman.
Temuan ini menunjukkan bahwa dakwah digital dapat berfungsi sebagai ruang dialogis dan partisipatif yang mampu menandingi wacana keagamaan yang memecah belah.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi multimodal memiliki potensi signifikan dalam memperkuat komunikasi Islam yang inklusif dan merekomendasikan penelitian lanjutan mengenai model perbandingan dakwah digital moderat lintas platform.

Related Results

Pesan Dakwah Melalui Telegram (Studi Pada Channel Syiar Tauhid Aceh)
Pesan Dakwah Melalui Telegram (Studi Pada Channel Syiar Tauhid Aceh)
This research was conducted to know the form of communication Da'wah that was built by the management of Da'wah Group on Channel Syiar Tauhid ACEH in the message of Da'wah messages...
En skvatmølle i Ljørring
En skvatmølle i Ljørring
A Horizontal Mill at Ljørring, Jutland.Horizontal water-mills have been in use in Jutland since the beginning of the Christian era 2). But the one here described shows so close a c...
Analisis Pesan Dakwah dalam Novel Religi
Analisis Pesan Dakwah dalam Novel Religi
Da'wah currently can no longer be done in a simple way, the da'wah actors must be able to create their da'wah messages so that the da'wah messages presented can be of interest to t...
Content Analysis and Audience Receptions of Online Da'wah on YouTube Social Media
Content Analysis and Audience Receptions of Online Da'wah on YouTube Social Media
YouTube social media has provided online da'wah content that the audience can access. This study aimed to analyze (1) the content of online da'wah on YouTube and (2) the audience's...
PENGETAHUAN GENERASI MUDA TERHADAP GAGASAN RUKUN NEGARA (Young Generation Knowledge towards the Philosophy of Rukun Negara)
PENGETAHUAN GENERASI MUDA TERHADAP GAGASAN RUKUN NEGARA (Young Generation Knowledge towards the Philosophy of Rukun Negara)
ABSTRAK Rukun Negara adalah deklarasi falsafah kebangsaan yang telah diwujudkan sejak berpuluh tahun yang lalu. Ia mempunyai matlamat untuk memastikan masyarakat berbilang kaum di...
Analisis Isi Pesan Dakwah Ustadz Das’ad Latif Dalam Chanel Youtube @Das’adlatif
Analisis Isi Pesan Dakwah Ustadz Das’ad Latif Dalam Chanel Youtube @Das’adlatif
This research is motivated by the rapid development of technology in the field of social media so that preachers use it to deliver their da'wah. Youtube is one of the social media ...
Youtube sebagai Media Dakwah
Youtube sebagai Media Dakwah
Abstract[English]:The research carried out this time is library research by tracing various scientific works, in the form of books, papers, journals, magazines that discuss media (...
KH. ABDULLAH SYFI'IE BIN SYFI'IE BIN SAIRAN'S COMMUNITY DEVELOPMENT EFFORTS THROUGH DA'WAH
KH. ABDULLAH SYFI'IE BIN SYFI'IE BIN SAIRAN'S COMMUNITY DEVELOPMENT EFFORTS THROUGH DA'WAH
In theory, Da'wah is the process of applying Islamic teachings to foster a positive society. From a scholarly perspective, Da'wah science can be categorized into two distinct parts...

Back to Top