Javascript must be enabled to continue!
Peranan Perawatan terhadap Pendapatan Usahatani Karet Kecamatan Gunung Purei Kabupaten Barito Utara
View through CrossRef
The rubber plant (Hevea brasiliensis) is grown in large plantations. Rubber is a strategic plantation commodity because it has high economic value and is a non-oil and gas export material. In general, rubber farmers use local seeds so that the quality of rubber is low, and there is a lack of care for rubber plants, especially fertilizing, cleaning, pruning, and irregular tapping. Improper post-harvest handling also results in decreased rubber production and quality. This study aimed to determine the effect of plant maintenance on rubber farming income in Gunung Purei District. The research method was descriptive quantitative. The sampling method used simple random sampling through questionnaires to seventy respondents. The results showed that the types of rubber maintenance carried out were pruning, fertilizing, cleaning, and tapping. The income of rubber farmers with treatment (IDR 12,860,000) was higher than that without treatment (IDR 10,148,000). The results of the statistical test showed that the variance was homogeneous. Meanwhile, there was a significant difference between income in the maintenance treatment and without treatment. Therefore, it is necessary to treat rubber plantations to increase productivity. Karet menjadi komoditas perkebunan strategis karena memiliki nilai ekonomi tinggi serta menjadi salah satu bahan ekspor non migas yang penting. Para petani karet dominan menggunakan bibit lokal serta kurangnya perawatan tanaman karet sehingga mempengaruhi produktivitasnya yang nantinya akan berdampak terhadap pendapatan. tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis perawatan yang dilakukan petani karet di kecamatan Gunung Purei serta untuk mengetahui pengaruh jenis perawatan terhadap pendapatan petani karet. Metode pengambilan sampel ini menggunakan simple random sampling melalui kuesioner ke petani karet dengan jumlah petani sebanyak 70 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis perawatan karet yang dilakukan adalah pemangkasan, pemupukan, pembersihan dan penyadapan. Pendapatan petani karet dengan perlakuan perawatan (Rp12.860.000) lebih besar dibanding dengan tanpa perawatan (Rp10.148.000). Hasil pengujian statistic dengan uji F menunjukkan bahwa varian homogen. Sedangkan Hasil Uji T menunjukkan adanya perbedaan secara siginifikan antara pendapatan pada perlakuan perawatan dengan tanpa perawatan. Maka itu perlu dilakukan perawatan terhadap tanamna karet agar meningkatkan produktivitas
Universitas Kediri
Title: Peranan Perawatan terhadap Pendapatan Usahatani Karet Kecamatan Gunung Purei Kabupaten Barito Utara
Description:
The rubber plant (Hevea brasiliensis) is grown in large plantations.
Rubber is a strategic plantation commodity because it has high economic value and is a non-oil and gas export material.
In general, rubber farmers use local seeds so that the quality of rubber is low, and there is a lack of care for rubber plants, especially fertilizing, cleaning, pruning, and irregular tapping.
Improper post-harvest handling also results in decreased rubber production and quality.
This study aimed to determine the effect of plant maintenance on rubber farming income in Gunung Purei District.
The research method was descriptive quantitative.
The sampling method used simple random sampling through questionnaires to seventy respondents.
The results showed that the types of rubber maintenance carried out were pruning, fertilizing, cleaning, and tapping.
The income of rubber farmers with treatment (IDR 12,860,000) was higher than that without treatment (IDR 10,148,000).
The results of the statistical test showed that the variance was homogeneous.
Meanwhile, there was a significant difference between income in the maintenance treatment and without treatment.
Therefore, it is necessary to treat rubber plantations to increase productivity.
 Karet menjadi komoditas perkebunan strategis karena memiliki nilai ekonomi tinggi serta menjadi salah satu bahan ekspor non migas yang penting.
Para petani karet dominan menggunakan bibit lokal serta kurangnya perawatan tanaman karet sehingga mempengaruhi produktivitasnya yang nantinya akan berdampak terhadap pendapatan.
tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis perawatan yang dilakukan petani karet di kecamatan Gunung Purei serta untuk mengetahui pengaruh jenis perawatan terhadap pendapatan petani karet.
Metode pengambilan sampel ini menggunakan simple random sampling melalui kuesioner ke petani karet dengan jumlah petani sebanyak 70 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis perawatan karet yang dilakukan adalah pemangkasan, pemupukan, pembersihan dan penyadapan.
Pendapatan petani karet dengan perlakuan perawatan (Rp12.
860.
000) lebih besar dibanding dengan tanpa perawatan (Rp10.
148.
000).
Hasil pengujian statistic dengan uji F menunjukkan bahwa varian homogen.
Sedangkan Hasil Uji T menunjukkan adanya perbedaan secara siginifikan antara pendapatan pada perlakuan perawatan dengan tanpa perawatan.
Maka itu perlu dilakukan perawatan terhadap tanamna karet agar meningkatkan produktivitas.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
Salah satu komoditas yang diusahakan oleh petani sejak lima tahun terakhir di Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung dalam upaya mewujudkan ketahan pangan seperti tertu...
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih petani padi di daerah penelitian dan untuk menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung. Penelitia...
Analisis Respon Penawaran Karet Rakyat di Kalimantan Selatan
Analisis Respon Penawaran Karet Rakyat di Kalimantan Selatan
Dominasi perkebunan karet rakyat memberikan kontribusi besar dalam perekonomian di Indonesia. Karet merupakan komoditas perkebunan unggulan kedua setelah kelapa sawit di Provinsi K...
Analisis Pendapatan Rumah Tangga Petani Karet di Desa Warukin Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong
Analisis Pendapatan Rumah Tangga Petani Karet di Desa Warukin Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong
Sektor pertanian di Indonesia sangat penting dalam memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani. Sub-sektor perkebu...
KONTRIBUSI USAHATANI PEMBIBITAN CABAI RAWIT TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA KELOMPOK TANI PERDI DI DESA DILEM KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG
KONTRIBUSI USAHATANI PEMBIBITAN CABAI RAWIT TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA KELOMPOK TANI PERDI DI DESA DILEM KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG
Prospek usahatani pembibitan sayuran cabai, di desa Dilem kecamatan Kepanjen cukup besar, namun belum diketahui tingkat kelayakannya. Petani umumnya sudah mengadakan perhitungan ek...
Analisis Usahatani Cabai Besar di Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala
Analisis Usahatani Cabai Besar di Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala
Tujuan peneIitian ini yaitu untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani cabai besar dengan menganalisis besar biaya yang dikeluarkan, penerimaan, pendapatan dan keuntungan yang dipe...
Nilai Tukar Petani Karet di Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir OKI
Nilai Tukar Petani Karet di Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir OKI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Berapa nilai tukar petani (NTP) karet di Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Berapa tingkat pe...

