Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBANDINGAN JUMLAH TUNGAU DEBU RUMAH MENGGUNAKAN LARUTAN ASAM LAKTAT 90% DAN KOH 10% PADA METODE VOORHORST

View through CrossRef
Debu merupakan partikel padatan halus sangat kecil dan sering dijumpai pada kehidupan sehari-hari termasuk debu rumah. Debu rumah berasal dari partikrl dan destrimen yang berasal dari rambut, daki, bulu binatang, cat, sisa makanan, serangga, spora jamur, tungau dan lain-lain. Tungau debu rumah (TDR) terdapat dalam debu rumah dan berukuran sangat kecil. TDR merupakan sumber alergen penyebab alergi, misalnya rhinokongjunitivitas alergi, asma, dermatitis atopik, dan penyakit kulit lain. Bagian tubuh tungau debu rumah merupakan sumber allergen seperti kutikula, organ seks dan saluran cerna. Tungau debu rumah (TDR) paling banyak ditemukan di dalam rumah seperti kasur, seprei, selimut, boneka, perabot rumah tangga, karpet dan lain-lain. Suhu dan kelembapan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan TDR. Suhu optimal untuk perkembangan TDR yaitu 25-30 ˚C dengan kelembapan 70-80%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan jumlah tungau debu rumah menggunakan larutan Asam Laktat 90% dan KOH 10% pada metode voorhorst. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test, hasilnya tidak terdapat perbedaan signifikan pada jumlah TDR antara larutan Asam Laktat 90% dan KOH 10%. Jumlah tungau debu rumah menggunakan larutan Asam Laktat 90% pada metode voorhorst yaitu sebanyak 12 ekor tungau. Jumlah tungau debu rumah menggunakan larutan KOH 10% pada metode voorhorst yaitu sebanyak 11 ekor tungau. Tidak terdapat perbedaan jumlah tungau debu rumah menggunakan larutan Asam Laktat 90% dan KOH 10% pada metode voorhorst.
Title: PERBANDINGAN JUMLAH TUNGAU DEBU RUMAH MENGGUNAKAN LARUTAN ASAM LAKTAT 90% DAN KOH 10% PADA METODE VOORHORST
Description:
Debu merupakan partikel padatan halus sangat kecil dan sering dijumpai pada kehidupan sehari-hari termasuk debu rumah.
Debu rumah berasal dari partikrl dan destrimen yang berasal dari rambut, daki, bulu binatang, cat, sisa makanan, serangga, spora jamur, tungau dan lain-lain.
Tungau debu rumah (TDR) terdapat dalam debu rumah dan berukuran sangat kecil.
TDR merupakan sumber alergen penyebab alergi, misalnya rhinokongjunitivitas alergi, asma, dermatitis atopik, dan penyakit kulit lain.
Bagian tubuh tungau debu rumah merupakan sumber allergen seperti kutikula, organ seks dan saluran cerna.
Tungau debu rumah (TDR) paling banyak ditemukan di dalam rumah seperti kasur, seprei, selimut, boneka, perabot rumah tangga, karpet dan lain-lain.
Suhu dan kelembapan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan TDR.
Suhu optimal untuk perkembangan TDR yaitu 25-30 ˚C dengan kelembapan 70-80%.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan jumlah tungau debu rumah menggunakan larutan Asam Laktat 90% dan KOH 10% pada metode voorhorst.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test, hasilnya tidak terdapat perbedaan signifikan pada jumlah TDR antara larutan Asam Laktat 90% dan KOH 10%.
Jumlah tungau debu rumah menggunakan larutan Asam Laktat 90% pada metode voorhorst yaitu sebanyak 12 ekor tungau.
Jumlah tungau debu rumah menggunakan larutan KOH 10% pada metode voorhorst yaitu sebanyak 11 ekor tungau.
Tidak terdapat perbedaan jumlah tungau debu rumah menggunakan larutan Asam Laktat 90% dan KOH 10% pada metode voorhorst.

Related Results

Hubungan kepadatan tungau debu rumah dengan derajat rinitis alergi
Hubungan kepadatan tungau debu rumah dengan derajat rinitis alergi
Abstract: Alergic Rhinitis (AR)is a global health burden and a big problem that can cause disability all over the world. AR prevalence in Asia today has increase approximately 45%,...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
TUNGAU DEBU RUMAH DI KELURAHAN TAAS KECAMATAN TIKALA KOTA MANADO
TUNGAU DEBU RUMAH DI KELURAHAN TAAS KECAMATAN TIKALA KOTA MANADO
Abstract: House dust mite (HDM)  is one of the insects found in the dust. Various studies of allergy to house dust around the world shows that the HDM has an important role in trig...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Background: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan komposisi asam lemak VCO dengan metode fermentasi dari berbagai varietas kelapa di Kecamatan Kajang Kabu...
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI TERNAK SAPI DI DESA PODA-PODA KECAMATAN TUTAR
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI TERNAK SAPI DI DESA PODA-PODA KECAMATAN TUTAR
Prinsip dasar produksi silase adalah fermentasi hijauan oleh bakteri yang banyak menghasilkan asam laktat atau dikenal dengan bakteri asam laktat. Bakteri yang paling dominan terma...
EFEKTIVITAS LARUTAN ASAM UNTUK MENURUNKAN KADAR MERKURI (Hg) PADA IKAN PATIN (pangasius pangasius)
EFEKTIVITAS LARUTAN ASAM UNTUK MENURUNKAN KADAR MERKURI (Hg) PADA IKAN PATIN (pangasius pangasius)
Abstrak: Efektivitas Larutan Asam Untuk Menurunkan Kadar Merkuri (Hg) pada Ikan Patin (pangasius pangasius). Kandungan merkuri pada ikan patin (pangasius pangasius) dapat mengindik...

Back to Top