Javascript must be enabled to continue!
PENGELOLAAN UNICORN PADA TRAVELOKA
View through CrossRef
Traveloka telah memperoleh dua kali pendanaan sejauh ini. Pendanaan pertama yang tidak disebutkan jumlahnya berasal dari East Ventures 1 pada tahun 2012. Tahap kedua datang sekitar setahun kemudian saat Samwer bersaudara dari Rocket Internet memberikan investasi seri A ke Traveloka melalui Global Founder Capital (GFC).Industri travel merupakan fokus utama GFC, dan Samwer bersaudara juga sempat memberi pendanaan ke situs agensi travel online TravelBird, situs pencarian tiket pesawat asal Brazil Voopter, dan Trivago, situs pencarian layanan hotel. Pada tahun 2013, Expedia membeli sebagian besar saham Trivago senilai USD632 (Rp8,2 triliun), sehingga membuat perusahaan tersebut memiliki nilai valuasi lebih dari USD 1miliar (Rp13 triliun).Rocket Internet tidak memiliki startup yang bergerak di ranah pemesanan hotel dan tiket pesawat di Indonesia. Tapi Traveloka muncul menjadi salah satu daftar portofolio perusahaan mereka, meskipun secara terpisah didanai oleh GFC. Hal ini dikarenakan Rocket Internet biasanya tidak berinvestasi di perusahaan baru yang masih berada dalam fase penjajakan.Keterlibatan Samwer bersaudara di Traveloka menjadi signifikan karena hal ini adalah pertanda kuat bila Rocket Internet telah melewatkan sektor travel di Indonesia. Dengan memiliki saham di perusahaan tiket online yang paling menjanjikan se-tanah air, Rocket Internet sadar mereka bisa ikut bermain apabila waktunya sudah tepat. Jika saat itu tiba, Traveloka mungkin sudah menguasai pasar travel di Indonesia dan mereka bisa jadi mepertimbangkan untuk mengakuisisi perusahan tersebut.
Title: PENGELOLAAN UNICORN PADA TRAVELOKA
Description:
Traveloka telah memperoleh dua kali pendanaan sejauh ini.
Pendanaan pertama yang tidak disebutkan jumlahnya berasal dari East Ventures 1 pada tahun 2012.
Tahap kedua datang sekitar setahun kemudian saat Samwer bersaudara dari Rocket Internet memberikan investasi seri A ke Traveloka melalui Global Founder Capital (GFC).
Industri travel merupakan fokus utama GFC, dan Samwer bersaudara juga sempat memberi pendanaan ke situs agensi travel online TravelBird, situs pencarian tiket pesawat asal Brazil Voopter, dan Trivago, situs pencarian layanan hotel.
Pada tahun 2013, Expedia membeli sebagian besar saham Trivago senilai USD632 (Rp8,2 triliun), sehingga membuat perusahaan tersebut memiliki nilai valuasi lebih dari USD 1miliar (Rp13 triliun).
Rocket Internet tidak memiliki startup yang bergerak di ranah pemesanan hotel dan tiket pesawat di Indonesia.
Tapi Traveloka muncul menjadi salah satu daftar portofolio perusahaan mereka, meskipun secara terpisah didanai oleh GFC.
Hal ini dikarenakan Rocket Internet biasanya tidak berinvestasi di perusahaan baru yang masih berada dalam fase penjajakan.
Keterlibatan Samwer bersaudara di Traveloka menjadi signifikan karena hal ini adalah pertanda kuat bila Rocket Internet telah melewatkan sektor travel di Indonesia.
Dengan memiliki saham di perusahaan tiket online yang paling menjanjikan se-tanah air, Rocket Internet sadar mereka bisa ikut bermain apabila waktunya sudah tepat.
Jika saat itu tiba, Traveloka mungkin sudah menguasai pasar travel di Indonesia dan mereka bisa jadi mepertimbangkan untuk mengakuisisi perusahan tersebut.
Related Results
Pengaruh online travel agent (ota) traveloka terhadap tingkat hunian kamar pada hotel calista beach baubau
Pengaruh online travel agent (ota) traveloka terhadap tingkat hunian kamar pada hotel calista beach baubau
Hotel Calista Beach Baubau melayani pemesanan kamar melalui walk-in dan OTA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh OTA Traveloka terhadap tingkat hunian kamar pada hot...
Analisa Usability Pada Website Traveloka
Analisa Usability Pada Website Traveloka
Traveloka salah satu penyedia pelayanan jasa memanfaatkan situs website sebagai salah satu media informasi paling efektif untuk menyampaikan sebuah informasi yang cepat dan akurat....
Mediation of customer satisfaction: E-service quality, brand trust, and reuse intention
Mediation of customer satisfaction: E-service quality, brand trust, and reuse intention
The purpose of this study is to explain the role of customer satisfaction in mediating e-service quality and brand trust on reuse intention in the Traveloka application. The theor...
PENGARUH RESTAURANT ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DI MISS UNICORN
PENGARUH RESTAURANT ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DI MISS UNICORN
Sebuah tren pemasaran pada sebuah restoran yang mengusung keunikan yaitu restaurant atmosphere. Setiap restaurant memiliki karakteristik restoran yang unik dengan ciri khas tersend...
RUDI SETIAWAN 165100105
RUDI SETIAWAN 165100105
Unicorn & Revolusi Industri 4.0 mungkin sering kita dengar beakangan ini. Unicorn sejatinya adalah startup yang memiliki nilai valuasi atau nilai pasar US$ 1 Miliar. Istila...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Persepsi Konsumen terhadap Penggunaan Aplikasi Traveloka pada P.O Litha & C.O
Persepsi Konsumen terhadap Penggunaan Aplikasi Traveloka pada P.O Litha & C.O
Penelitian ini bertujuan untuk Menguji efektifitas aplikasi Traveloka terhadap pemesanan tiket di P.O LITHA & C.O. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey lapa...
Seeking the unicorn v1
Seeking the unicorn v1
The task is a two-player game in which players interact with 64 tiles arranged in an 8x8 grid. The grid can either hide a unicorn beneath one of the tiles or else it can be absent ...

