Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Paribasa Bali Dalam Pementasan Drama Gong Sancaya Dwipa Bangli “Manik Lebur Gangsa”

View through CrossRef
Drama gong merupakan salah satu jenis seni pertunjukan yang berkembang di Bali. Drama gong diketahui identik membawakan cerita kehidupan di suatu kerajaan. Pada saat membawakan ceritanya, para tokoh dalam pementasan drama gong tidak jarang menggunakan kata yang memiliki makna lain sebagai pemanis bahasa. Suatu bahasa yang dicurigai memiliki makna lain ini dikenal oleh masyarakat Bali sebagai paribasa Bali. Namun mengetahui jenis-jenis paribasa Bali dan makna yang terkandung didalamnya tersebut tidaklah mudah karena harus memperhatikan situasi dan konteks pembicaraannya. Mengetahui adanya keterkaitan antara paribasa Bali dengan drama gong, penelitian ini memiliki peluang yang bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis paribasa Bali beserta dengan maknanya dalam pementasan drama gong Sancaya Dwipa Bangli “Manik Lebur Gangsa”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah video pementasan drama gong Sancaya Dwipa Bangli “Manik Lebur Gangsa” pada YouTube Channel TVRI Stasiun Bali sedangkan objeknya adalah paribasa Bali. Data yang diperlukan akan dikumpulkan dengan cara membuat transkrip dialog masing-masing tokoh, kemudian mengelompokkan paribasa Bali yang ditemukan sesuai dengan jenis-jenisnya, dan terakhir mendeskripsikan makna dari paribasa Bali tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa paribasa Bali yang terdapat dalam pementasan drama gong Sancaya Dwipa Bangli “Manik Lebur Gangsa” hanya raos ngempelin sebanyak 7 contoh, sesonggan sebanyak 6 contoh, sesimbing sebanyak 6 contoh, bladbadan sebanyak 4 contoh, sesenggakan sebanyak 18 contoh, sesawangan sebanyak 7 contoh, sloka sebanyak 5 contoh, dan peparikan sebanyak 1 contoh. Dari keseluruhan contoh penggunaan paribasa Bali yang didapatkan, jenis paribasa bali yang paling banyak digunakan adalah sesenggakan dan yang paling sedikit adalah peparikan.  
Title: Analisis Paribasa Bali Dalam Pementasan Drama Gong Sancaya Dwipa Bangli “Manik Lebur Gangsa”
Description:
Drama gong merupakan salah satu jenis seni pertunjukan yang berkembang di Bali.
Drama gong diketahui identik membawakan cerita kehidupan di suatu kerajaan.
Pada saat membawakan ceritanya, para tokoh dalam pementasan drama gong tidak jarang menggunakan kata yang memiliki makna lain sebagai pemanis bahasa.
Suatu bahasa yang dicurigai memiliki makna lain ini dikenal oleh masyarakat Bali sebagai paribasa Bali.
Namun mengetahui jenis-jenis paribasa Bali dan makna yang terkandung didalamnya tersebut tidaklah mudah karena harus memperhatikan situasi dan konteks pembicaraannya.
Mengetahui adanya keterkaitan antara paribasa Bali dengan drama gong, penelitian ini memiliki peluang yang bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis paribasa Bali beserta dengan maknanya dalam pementasan drama gong Sancaya Dwipa Bangli “Manik Lebur Gangsa”.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Subjek dalam penelitian ini adalah video pementasan drama gong Sancaya Dwipa Bangli “Manik Lebur Gangsa” pada YouTube Channel TVRI Stasiun Bali sedangkan objeknya adalah paribasa Bali.
Data yang diperlukan akan dikumpulkan dengan cara membuat transkrip dialog masing-masing tokoh, kemudian mengelompokkan paribasa Bali yang ditemukan sesuai dengan jenis-jenisnya, dan terakhir mendeskripsikan makna dari paribasa Bali tersebut.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa paribasa Bali yang terdapat dalam pementasan drama gong Sancaya Dwipa Bangli “Manik Lebur Gangsa” hanya raos ngempelin sebanyak 7 contoh, sesonggan sebanyak 6 contoh, sesimbing sebanyak 6 contoh, bladbadan sebanyak 4 contoh, sesenggakan sebanyak 18 contoh, sesawangan sebanyak 7 contoh, sloka sebanyak 5 contoh, dan peparikan sebanyak 1 contoh.
Dari keseluruhan contoh penggunaan paribasa Bali yang didapatkan, jenis paribasa bali yang paling banyak digunakan adalah sesenggakan dan yang paling sedikit adalah peparikan.
 .

Related Results

Analisis Paribasa Bali Pada Siaran Pan Balang Tamak Radio Nuansa Giri 91,2 Fm
Analisis Paribasa Bali Pada Siaran Pan Balang Tamak Radio Nuansa Giri 91,2 Fm
Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan 1) bentuk Paribasa Bali baru penyiar Pan Balang Tamak radio Nuansa Giri 91,2 FM, 2) hubungan paribasa Bali di penyiar Pan ...
Meningkatkan Kemampuan Paribasa Bali Menggunakan Model Problem Based Learning Siswa SMA Negeri 2 Tabanan
Meningkatkan Kemampuan Paribasa Bali Menggunakan Model Problem Based Learning Siswa SMA Negeri 2 Tabanan
Penelitian ini bertujuan untuk membahas: (1) Tata cara meningkatkan kemampuan paribasa Bali menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 2 Ta...
Analisis Paribasa Bali Pada Kumpulan Lagu Pop Bali Oleh Widi Widiana Feat Dek Ulik
Analisis Paribasa Bali Pada Kumpulan Lagu Pop Bali Oleh Widi Widiana Feat Dek Ulik
Penelitian ini mendeskripsikan tentang jenis – jenis dari Basita Paribasa Bali dalam kumpulan lagu Pop Bali Widi – Widiana feat Dek Ulik. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk d...
ARTEFAK MANIK-MANIK DALAM PERSPEKTIF ARKEOLOGI (Beads Artifact on Archaeology Perspective)
ARTEFAK MANIK-MANIK DALAM PERSPEKTIF ARKEOLOGI (Beads Artifact on Archaeology Perspective)
Knowledge about objects beads ss cultural works, mainly because it is used for clothing and jewelry of the human body. Since when made and used, is a question that requires a searc...
Media Audio Visual Lagu Pop Bali Meningkatkan Kemampuan Paribasa Bali
Media Audio Visual Lagu Pop Bali Meningkatkan Kemampuan Paribasa Bali
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tata cara media audio visual untuk meningkatkan kemampuan paribasa Bali menggunakan lagu pop Bali siswa kelas VIIIE SMP Negeri 1 Taban...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
ASPEK TATAKRAMA MASYARAKAT SUNDA DALAM BABASAN DAN PARIBASA
ASPEK TATAKRAMA MASYARAKAT SUNDA DALAM BABASAN DAN PARIBASA
Penelitian ini mendeskripsikan aspek-aspek tatakrama masyarakat Sunda dengan merujuk pada budaya babasan dan paribasa Sunda. Babasan dan paribasa Sunda sendiri merupakan produk bud...
Analisis Faktor –faktor Yang Menjadi Pertimbangan Wisatawan Untuk Mengunjungi Obyek Wisata Penelokan Kintamani Bangli Bali
Analisis Faktor –faktor Yang Menjadi Pertimbangan Wisatawan Untuk Mengunjungi Obyek Wisata Penelokan Kintamani Bangli Bali
The development of tourism in Indonesia in general and Bali in particular that continues to move dynamically, and the tendency of tourists to travel is an opportunity and challenge...

Back to Top