Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KOSTUM PRAJURIT KRATON YOGYAKARTA KAJIAN PERAN DAN NILAI SIMBOLIK

View through CrossRef
Setiap negara memiliki perangkat militer, namun bila negara lain menggunakannya sebagai alat mempertahankan kedaulatan wilayah dan bangsanya, tapi di Yogyakarta berbeda. Prajurit kraton di sini memiliki peran sebagai suatu kelengkapan dalam upacara-upacara dan pada kesempatan lain yang dilakukan oleh Kraton .Selain hal itu nanti akan hanya  membahas  empat prajurit yang menggunakan lurik sebagai bahan utama dalam kostumnya yaitu, prajurit Patang puluh, Jagakarya, Ketanggung, dan Mantri jero. Keempat prajurit yang dipilih memiliki kesamaan akan  motif yang dikenakan walaupun memiliki atribut-atribut yang berbeda pada setiap kostumnya, baik ada yang memiliki warna pendukung pada kostum  hitam  maupun merah.Metode yang akan digunakan   metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sedangkan kajian yang akan digunakan berupa nilai peran dan teori simbolik yang ada pada kostumnya. Teori semiotika yang akan digunakan milik Charles S. Peirce. Semiotika memiliki definisi sebagai suatu kajian tanda-tanda, pada dasarnya merupakan sebuah studi atas kode-kode, yaitu sistem apapun yang memungkinkan kita memandang entitas-entitas tertentu sebagai tanda atau sebagai suatu yang bermakna. Maka dari itu nilai simbol yang dapat dipetik dari kostum ini adanya nilai budaya yang  tak lepas, seperti lurik yang saling diteruskan lagi dengan warna lain, penggambaran kesetiaan prajurit dengan tuannya yang jangan sampai akan adanya kerenggangan. Kata kunci: Kostum, prajurit, Kraton Yogyakarta Each country has a military device, but if other countries use it as a means of maintaining the sovereignty of the region and its people, but in Yogyakarta is different. Soldiers of the palace in Yogyakarta have a role as a completeness in the ceremonies and on other occasions made by the Palace. In addition it will discuss four soldiers who use lurik as the main ingredient in the costum that is, soldiers Patang, Jagakarya, Ketanggung, and Mantrijero. The four selected soldiers have similarities to the motives imposed despite having different attributes on each costume, whether there is a supporting color on the black or red costume.The method used qualitative method with descriptive approach. While the study used in the form of role values and symbolic theories that exist in the costume. The semiotics theory was to be used belongs to Charles S. Peirce. Semiotics has a definition as a study of signs, essentially a study of codes, ie any system that allows us to view certain entities as signs or as meaningful. Therefore, the value of symbols that can be picked from this costume the existence of cultural values that can not be separated, such as lurik which mutually forwarded again with other colors, the depiction of loyalty of the warrior with his master who do not get the existence of estrangement. Keywords: Costume, soldiers, Kraton Yogyakarta 
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Title: KOSTUM PRAJURIT KRATON YOGYAKARTA KAJIAN PERAN DAN NILAI SIMBOLIK
Description:
Setiap negara memiliki perangkat militer, namun bila negara lain menggunakannya sebagai alat mempertahankan kedaulatan wilayah dan bangsanya, tapi di Yogyakarta berbeda.
Prajurit kraton di sini memiliki peran sebagai suatu kelengkapan dalam upacara-upacara dan pada kesempatan lain yang dilakukan oleh Kraton .
Selain hal itu nanti akan hanya  membahas  empat prajurit yang menggunakan lurik sebagai bahan utama dalam kostumnya yaitu, prajurit Patang puluh, Jagakarya, Ketanggung, dan Mantri jero.
Keempat prajurit yang dipilih memiliki kesamaan akan  motif yang dikenakan walaupun memiliki atribut-atribut yang berbeda pada setiap kostumnya, baik ada yang memiliki warna pendukung pada kostum  hitam  maupun merah.
Metode yang akan digunakan   metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Sedangkan kajian yang akan digunakan berupa nilai peran dan teori simbolik yang ada pada kostumnya.
Teori semiotika yang akan digunakan milik Charles S.
Peirce.
Semiotika memiliki definisi sebagai suatu kajian tanda-tanda, pada dasarnya merupakan sebuah studi atas kode-kode, yaitu sistem apapun yang memungkinkan kita memandang entitas-entitas tertentu sebagai tanda atau sebagai suatu yang bermakna.
Maka dari itu nilai simbol yang dapat dipetik dari kostum ini adanya nilai budaya yang  tak lepas, seperti lurik yang saling diteruskan lagi dengan warna lain, penggambaran kesetiaan prajurit dengan tuannya yang jangan sampai akan adanya kerenggangan.
 Kata kunci: Kostum, prajurit, Kraton Yogyakarta Each country has a military device, but if other countries use it as a means of maintaining the sovereignty of the region and its people, but in Yogyakarta is different.
Soldiers of the palace in Yogyakarta have a role as a completeness in the ceremonies and on other occasions made by the Palace.
In addition it will discuss four soldiers who use lurik as the main ingredient in the costum that is, soldiers Patang, Jagakarya, Ketanggung, and Mantrijero.
The four selected soldiers have similarities to the motives imposed despite having different attributes on each costume, whether there is a supporting color on the black or red costume.
The method used qualitative method with descriptive approach.
While the study used in the form of role values and symbolic theories that exist in the costume.
The semiotics theory was to be used belongs to Charles S.
Peirce.
Semiotics has a definition as a study of signs, essentially a study of codes, ie any system that allows us to view certain entities as signs or as meaningful.
Therefore, the value of symbols that can be picked from this costume the existence of cultural values that can not be separated, such as lurik which mutually forwarded again with other colors, the depiction of loyalty of the warrior with his master who do not get the existence of estrangement.
 Keywords: Costume, soldiers, Kraton Yogyakarta .

Related Results

Dakwah di Kalangan Prajurit
Dakwah di Kalangan Prajurit
The purpose of this research is to study the attention of soldiers on da'wah activities, applying good after listening Da'wah among soldiers, and invite and do good deeds /good dee...
Pergeseran Bentuk Siluet Kostum Tari Jaipongan Tahun 1980-2010
Pergeseran Bentuk Siluet Kostum Tari Jaipongan Tahun 1980-2010
ABSTRACKThis article is aimed at identifying the shift in silhouette of Jaipongan costume from its first appearance (in 1980) until thirty years later (2010). The silhouette of Jai...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
3. PROFESIONALISME KINERJA PRAJURIT TNI ANGKATAN UDARA PADA SATUAN KERJA DEPOHAR 40 BANDUNG
3. PROFESIONALISME KINERJA PRAJURIT TNI ANGKATAN UDARA PADA SATUAN KERJA DEPOHAR 40 BANDUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan meningkatkan profesionalisme kinerja prajurit TNI Angkatan Udara pada satuan kerja di Depohar 40 yang bertugas melaksanakan pemelihara...
Informasi Spasial Pewilayahan dan Sejarah Nama Kampung Kota Yogyakarta
Informasi Spasial Pewilayahan dan Sejarah Nama Kampung Kota Yogyakarta
Sejarah pemaknaan perkampungan di Kota Yogyakarta dapat diidentifikasi berdasarkan keahlian abdi dalem kraton dan tempat tinggal prajurit kraton, masing-masing berjumlah 38 dan 1...
SUBJEKTIVITAS PRAMUDYA ANANTA TOER DALAM NOVEL PERBURUAN KAJIAN PSIKOANALIS HISTORIS SLAVOJ ZIZEK
SUBJEKTIVITAS PRAMUDYA ANANTA TOER DALAM NOVEL PERBURUAN KAJIAN PSIKOANALIS HISTORIS SLAVOJ ZIZEK
Penelitian ini menguraikan subjektivitas Pramoedya Ananta Toer dalam tindakannya menulis novel Perburuan. Tindakan itu bertujuan untuk membangun jarak dan melepaskan diri dari jera...
KOMUNIKASI ANTARABDIDALEM DALAM INTERAKSI SOSIAL DI LINGKUNGAN KRATON SURAKARTA HADINGRAT
KOMUNIKASI ANTARABDIDALEM DALAM INTERAKSI SOSIAL DI LINGKUNGAN KRATON SURAKARTA HADINGRAT
Bahasa Jawa yang digunakan dalam kraton Surakarta Hadiningrat sebagai alat komunikasi masih mengenal unggah-ungguh (speech levels). Dalam kraton Surakarta Hadiningrat manggunakan t...

Back to Top