Javascript must be enabled to continue!
Konsumerisme, Etika Romantis, dan Kultus Diri: Telaah Ringkas Pemikiran Colin Campbell
View through CrossRef
Consumerism is a prevalent phenomenon that is already symptomatic in today's society. This study aims to discuss an ethic that supports the existence of a consumer society that was born and developed in a very long historical process. Colin Campbell was the first to speak of the romantic ethic that underlies the consumer society. This study uses the method of literature review. The main reference used is a book written by Campbell entitled "The Romantic Ethic and the Spirit of Modern Consumerism". The author also explores the essence of several other supporting books that provide interpretations and perspectives on Campbell's thoughts. The study results show several important concepts from Campbell's thought, including qualitative individualism, romantic ethics, and self-cult. These three conceptions are deeply attached to the spirit of humanism which became the catalyst for the Age of Enlightenment. Romantic ethical doctrine emphasizes the uniqueness or peculiarity of a person. Humans are encouraged to determine their destiny in developing themselves that are "genius, unique, and creative". As for consumption, it becomes a medium in the process of discovery and self-expression.
Abstrak
Konsumerisme telah menjadi fenomena yang menggejala di tengah kehidupan masyarakat dewasa ini. Studi ini membahas tentang sebuah etika yang mendukung eksistensi masyarakat konsumen yang lahir dan berkembang dalam proses sejarah yang sangat panjang. Colin Campbell pertama kali mengemukakan tentang etika romantis yang melandasi masyarakat konsumen. Studi ini menggunakan metode kajian pustaka. Referensi utama yang digunakan ialah buku yang ditulis oleh Campbell berjudul “The Romantic Ethic and the Spirit of Modern Consumerism”. Penulis juga menggali intisari dari beberapa buku pendukung lain yang memberikan penafsiran dan sudut pandang terhadap pemikiran Campbell. Hasil studi menampilkan beberapa konsep penting dari pemikiran Campbell, diantaranya individualisme kualitatif, etika romantis, dan kultus diri. Ketiga konsepsi tersebut sangat melekat dengan semangat humanisme yang menjadi katalis Abad Pencerahan. Doktrin etika romantis menekankan keunikan atau kekhasan seseorang. Manusia didorong menentukan nasib sendiri dalam mengembangkan dirinya yang “jenius, unik, dan kreatif”. Adapun konsumsi menjadi media dalam proses penemuan dan ekspresi diri.
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Title: Konsumerisme, Etika Romantis, dan Kultus Diri: Telaah Ringkas Pemikiran Colin Campbell
Description:
Consumerism is a prevalent phenomenon that is already symptomatic in today's society.
This study aims to discuss an ethic that supports the existence of a consumer society that was born and developed in a very long historical process.
Colin Campbell was the first to speak of the romantic ethic that underlies the consumer society.
This study uses the method of literature review.
The main reference used is a book written by Campbell entitled "The Romantic Ethic and the Spirit of Modern Consumerism".
The author also explores the essence of several other supporting books that provide interpretations and perspectives on Campbell's thoughts.
The study results show several important concepts from Campbell's thought, including qualitative individualism, romantic ethics, and self-cult.
These three conceptions are deeply attached to the spirit of humanism which became the catalyst for the Age of Enlightenment.
Romantic ethical doctrine emphasizes the uniqueness or peculiarity of a person.
Humans are encouraged to determine their destiny in developing themselves that are "genius, unique, and creative".
As for consumption, it becomes a medium in the process of discovery and self-expression.
Abstrak
Konsumerisme telah menjadi fenomena yang menggejala di tengah kehidupan masyarakat dewasa ini.
Studi ini membahas tentang sebuah etika yang mendukung eksistensi masyarakat konsumen yang lahir dan berkembang dalam proses sejarah yang sangat panjang.
Colin Campbell pertama kali mengemukakan tentang etika romantis yang melandasi masyarakat konsumen.
Studi ini menggunakan metode kajian pustaka.
Referensi utama yang digunakan ialah buku yang ditulis oleh Campbell berjudul “The Romantic Ethic and the Spirit of Modern Consumerism”.
Penulis juga menggali intisari dari beberapa buku pendukung lain yang memberikan penafsiran dan sudut pandang terhadap pemikiran Campbell.
Hasil studi menampilkan beberapa konsep penting dari pemikiran Campbell, diantaranya individualisme kualitatif, etika romantis, dan kultus diri.
Ketiga konsepsi tersebut sangat melekat dengan semangat humanisme yang menjadi katalis Abad Pencerahan.
Doktrin etika romantis menekankan keunikan atau kekhasan seseorang.
Manusia didorong menentukan nasib sendiri dalam mengembangkan dirinya yang “jenius, unik, dan kreatif”.
Adapun konsumsi menjadi media dalam proses penemuan dan ekspresi diri.
Related Results
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
Sebagai ilmu preskriptif, etika adalah cabang filsafat yang mempertimbangakan secara kritis tindakan mana yang baik atau tindakan mana yang buruk berdasarkan ajaran moral tertentu....
Pengaruh Keteladanan Guru Dan Budaya Sekolah Terhadap Etika Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo (Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo)
Pengaruh Keteladanan Guru Dan Budaya Sekolah Terhadap Etika Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo (Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo)
Pendidikan bagi siswa bersumber dari konsep-konsep yang ada dalam ajaran Islam, etika sangat berkaitan dengan diri, orang tua, guru, teman dan masyarakat luas. Tujuan penelitian in...
Campbell Standards: Modernizing Campbell's Methodologic Expectations for Campbell Collaboration Intervention Reviews (MECCIR)
Campbell Standards: Modernizing Campbell's Methodologic Expectations for Campbell Collaboration Intervention Reviews (MECCIR)
Abstract
Introduction
The authors formed a small working group to modernize the Methodological Expectations for Campbell ...
Produk Pemikiran Hukum Islam di Indonesia
Produk Pemikiran Hukum Islam di Indonesia
Produk pemikiran hukum Islam di Indonesia terdiri dari produk pemikiran fikih, produk pemikiran fatwa ulama, produk pemikiran keputusan pengadilan (yurisprudensi), produk pemikiran...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Pengaruh Harga Diri dan Kepercayaan Diri Dengan Aktualisasi Diri Pada Komunitas Modern Dance di Samarinda
Pengaruh Harga Diri dan Kepercayaan Diri Dengan Aktualisasi Diri Pada Komunitas Modern Dance di Samarinda
Anggota komunitas modern dance yang ada di Samarinda tentunya memiliki harga diri yang tinggi dan kepercayaan diri yang tinggi sehingga berdampak pada kemampuan aktualisasi diri me...
PENGANTAR REDAKSI VOL 31 NO 1 FEBRUARI 2021
PENGANTAR REDAKSI VOL 31 NO 1 FEBRUARI 2021
Pembaca Yang Budiman,Jurnal Filsafat Volume 31 Nomor 1 Februari 2021 menyajikan enam artikel dengan tema beragam. Artikel pertama ditulis oleh Armaidy Armawi dan Raharjo yang berju...
Tipologi Pemikiran Pendidikan Islam Di Indonesia
Tipologi Pemikiran Pendidikan Islam Di Indonesia
Pemikiran pendidikan adalah serangkaian proses kerja akal dan kalbu yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dalam melihat berbagai persoalan yang ada dalam pendidikan Islam. Untuk...

