Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Mencegah Diare pada Siswa Kelas V SDN Kelayan Dalam 4 Banjarmasin
View through CrossRef
Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan Pendidikan kesehatan, yang dilakukan dengan menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan dengan tujuan tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada anak usia sekolah dasar. Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa diare termasuk dalam 10 besar penyakit yang paling banyak diderita anak-anak dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu faktor penyebab utama diare adalah rendahnya pengetahuan dan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti cuci tangan pakai sabun, konsumsi makanan yang higienis, dan penggunaan jamban yang bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang Diare pada siswa kelas V SDN Kelayan Dalam banjarmasin. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desain Penelitan One Group Pretest-Postest, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan angket. Data dianalisa dengan teknik analisis univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, berdasarkan uji univariat, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, yaitu sebanyak 9 responden (30%), sementara 21 responden (70%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah Penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan, dengan 27 responden (90%) memiliki npengetahuan baik, 3 responden (10%) pengetahuan cukup. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest, dengan peningkatan nilai mean dari 15,5 (Z=--4,626; p<0,000). Kesimpulannya, penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan Diare pada siswa kelas V SDN Kelayan Dalam 4 Banjarmasin.
Akademi Kebidanan Bunga Husada
Title: Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Mencegah Diare pada Siswa Kelas V SDN Kelayan Dalam 4 Banjarmasin
Description:
Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan Pendidikan kesehatan, yang dilakukan dengan menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan dengan tujuan tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.
Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada anak usia sekolah dasar.
Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa diare termasuk dalam 10 besar penyakit yang paling banyak diderita anak-anak dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.
Salah satu faktor penyebab utama diare adalah rendahnya pengetahuan dan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti cuci tangan pakai sabun, konsumsi makanan yang higienis, dan penggunaan jamban yang bersih.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang Diare pada siswa kelas V SDN Kelayan Dalam banjarmasin.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desain Penelitan One Group Pretest-Postest, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 30 responden.
Instrumen penelitian menggunakan angket.
Data dianalisa dengan teknik analisis univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, berdasarkan uji univariat, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, yaitu sebanyak 9 responden (30%), sementara 21 responden (70%) memiliki pengetahuan cukup.
Setelah Penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan, dengan 27 responden (90%) memiliki npengetahuan baik, 3 responden (10%) pengetahuan cukup.
Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest, dengan peningkatan nilai mean dari 15,5 (Z=--4,626; p<0,000).
Kesimpulannya, penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan Diare pada siswa kelas V SDN Kelayan Dalam 4 Banjarmasin.
Related Results
Analisis Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga di RT 04 RW 05 Kelurahan Ciriung Kabupaten Bogor
Analisis Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga di RT 04 RW 05 Kelurahan Ciriung Kabupaten Bogor
Latar belakang: Penyakit infeksi menjadi penyakit ketiga tertinggi di unit rawat inap di fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Bogor. Hal ini terjadi karena upaya masyarakat men...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG
Diare adalah keadadan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali bagi anak, konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan dara...
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SMP Negeri 1 Tombatu
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SMP Negeri 1 Tombatu
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga dapat mencegah berbagai macam penyakit. Salah satu perilaku hid...
Penyuluhan Protozoa Usus Penyebab Diare dan Penyerahan Washtafel Pada Siswa SD Makamhaji 03 Sukoharjo
Penyuluhan Protozoa Usus Penyebab Diare dan Penyerahan Washtafel Pada Siswa SD Makamhaji 03 Sukoharjo
Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia. Pada tahun 2016 terdapat 911.901 kejadian diare di Jawa Tengah. Salah satu sebab diare adalah infeksi protozoa usus. Penyaki...
Gambaran Perilaku Masyarakat terhadap terjadinya Diare pada Balita di Wilayah Lingkungan I,II,III,IV, Daerah Aliran Sungai , Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Medan
Gambaran Perilaku Masyarakat terhadap terjadinya Diare pada Balita di Wilayah Lingkungan I,II,III,IV, Daerah Aliran Sungai , Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Medan
Abstrak
Latar Belakang : Diare adalah penyebab umum pada tingkat kematian yang terjadi di negara berkembang, tingkat penyebab pertama kematian balita (di bawah lima tahun) di...
PENYULUHAN TENTANG KESEHATAN GIGI PADA ANAK PAUD AT-TAQWA MOJOKAMPUNG KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO
PENYULUHAN TENTANG KESEHATAN GIGI PADA ANAK PAUD AT-TAQWA MOJOKAMPUNG KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO
Kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum, perlu diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945. Dalam Undang-Undang Kesehatan ...

