Javascript must be enabled to continue!
Perhitungan Material Slurry Dan Desain Cement Slurry Di Laboratorium Pada Semen Pemboran Kelas G
View through CrossRef
Proses penyemenan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemboran migas. Agar semen yang akan digunakan pada sumur pemboran memenuhi persyaratan, penting dilakukan pengujian di laboratorium sesuai dengan perhitungan. Penelitian ini membahas perhitungan material slurry dan desain cement slurry skala laboratorium pada semen pemboran kelas G yang digunakan pada sumur “XN-7” dengan kedalam 5905 ft. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui volume material slurry yang dibutuhkan untuk proses penyemenan dan mengetahui hasil rheology dan fluid loss setelah melalui tahap pengujian. Penelitian ini terdiri dari 2 formulasi yang berbeda yaitu formulasi A dan B yang memiliki densitas 15,80 PPG untuk penyemenan dengan suhu dan tekanan yang tinggi. Dari hasil perhitungan dan pengujian di laboratorium, didapatkan total material penyemenan yang digunakan pada formulasi A adalah total 300 sack semen, volume air yang dibutuhkan sebanyak 19,42 bbl, dan additive yang digunakan adalah Dispersant (BAD) sebanyak 0,08 gal, Retarder (BAR) sebanyak 0,07 gal, Fluid loss control (BAL) sebanyak 1,50 gal, Gas block (BAG) sebanyak 1,00 gal, Anti foam (BAF) sebanyak 0,03 gal, dengan nilai rheology Plastic viscosity (PV) = 57 dan Yield Point (YP) = 21 dengan nilai fluid loss sebesar 34 cc/30min pada tekanan 1000psi. Formulasi B total pengunaan material penyemenan yang digunakan sebanyak 301 sack semen, volume air yang dibutuhkan 25,87 bbl, dan additive yang digunakan adalah Dispersant (BAD) sebanyak 0,03 gal, Retarder (BAR) sebanyak 0,05 gal, Fluid loss control (BAL) sebanyak 1,00 gal, Gas block (BAG) sebanyak 0,50 gal, Anti foam (BAF) sebanyak 0,03 gal, dengan nilai rheology Plastic Viscosity (PV) = 54 dan Yield Point (YP) = 20 dengan nilai fluid loss yaitu sebesar 26 cc/30min pada tekanan 1000psi. Dari hasil pengujian 2 formulasi A dan B disimpulkan bahwa fluid loss dari formulasi B lebih kecil dibandingkan dengan formulasi A, efektif mengontrol hilangnya fasa liquid ke dalam formasi.
Tanri Abeng University
Title: Perhitungan Material Slurry Dan Desain Cement Slurry Di Laboratorium Pada Semen Pemboran Kelas G
Description:
Proses penyemenan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemboran migas.
Agar semen yang akan digunakan pada sumur pemboran memenuhi persyaratan, penting dilakukan pengujian di laboratorium sesuai dengan perhitungan.
Penelitian ini membahas perhitungan material slurry dan desain cement slurry skala laboratorium pada semen pemboran kelas G yang digunakan pada sumur “XN-7” dengan kedalam 5905 ft.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui volume material slurry yang dibutuhkan untuk proses penyemenan dan mengetahui hasil rheology dan fluid loss setelah melalui tahap pengujian.
Penelitian ini terdiri dari 2 formulasi yang berbeda yaitu formulasi A dan B yang memiliki densitas 15,80 PPG untuk penyemenan dengan suhu dan tekanan yang tinggi.
Dari hasil perhitungan dan pengujian di laboratorium, didapatkan total material penyemenan yang digunakan pada formulasi A adalah total 300 sack semen, volume air yang dibutuhkan sebanyak 19,42 bbl, dan additive yang digunakan adalah Dispersant (BAD) sebanyak 0,08 gal, Retarder (BAR) sebanyak 0,07 gal, Fluid loss control (BAL) sebanyak 1,50 gal, Gas block (BAG) sebanyak 1,00 gal, Anti foam (BAF) sebanyak 0,03 gal, dengan nilai rheology Plastic viscosity (PV) = 57 dan Yield Point (YP) = 21 dengan nilai fluid loss sebesar 34 cc/30min pada tekanan 1000psi.
Formulasi B total pengunaan material penyemenan yang digunakan sebanyak 301 sack semen, volume air yang dibutuhkan 25,87 bbl, dan additive yang digunakan adalah Dispersant (BAD) sebanyak 0,03 gal, Retarder (BAR) sebanyak 0,05 gal, Fluid loss control (BAL) sebanyak 1,00 gal, Gas block (BAG) sebanyak 0,50 gal, Anti foam (BAF) sebanyak 0,03 gal, dengan nilai rheology Plastic Viscosity (PV) = 54 dan Yield Point (YP) = 20 dengan nilai fluid loss yaitu sebesar 26 cc/30min pada tekanan 1000psi.
Dari hasil pengujian 2 formulasi A dan B disimpulkan bahwa fluid loss dari formulasi B lebih kecil dibandingkan dengan formulasi A, efektif mengontrol hilangnya fasa liquid ke dalam formasi.
Related Results
EVALUASI PEMBORAN PENYEDIAAN LUBANG LEDAK DI PIT WARUTE PT BUKIT INTAN INDOPERKASA
EVALUASI PEMBORAN PENYEDIAAN LUBANG LEDAK DI PIT WARUTE PT BUKIT INTAN INDOPERKASA
Kegiatan pembongkaran overburden menggunakan metode peledakan. Sebelum operasi peledakan dilakukan kegiatan pemboran untuk penyediaan lubang ledak dengan geometri dan pola pemboran...
Performance Experiment of Ultra high Temperature Cementing Slurry System
Performance Experiment of Ultra high Temperature Cementing Slurry System
Abstract
The continuous development of oil and gas exploration and development to deep and ultra deep wells in China, the formation temperature is also getting higher and h...
The cement-bone bond is weaker than cement-cement bond in cement-in-cement revision arthroplasty. A comparative biomechanical study
The cement-bone bond is weaker than cement-cement bond in cement-in-cement revision arthroplasty. A comparative biomechanical study
This study compares the strength of the native bone-cement bond and the old-new cement bond under cyclic loading, using third generation cementing technique, rasping and contaminat...
Dry Lab – Laboratorium Virtual Untuk Anlisa Rekayasa Lumpur Pemboran
Dry Lab – Laboratorium Virtual Untuk Anlisa Rekayasa Lumpur Pemboran
Abstract
Dry Lab is a virtual laboratory design. We called also as a laboratory of the future. Dry Lab was designed because of the increasingly advanced computerized especially Art...
Real-Time Distributed Fiber Optic Sensing for Cement Sheath Integrity Monitoring
Real-Time Distributed Fiber Optic Sensing for Cement Sheath Integrity Monitoring
ABSTRACT:
The integrity of cement sheath is critical to oil and gas effective extraction, in which the cement displacement efficiency and solidify quality are the...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Research on Key Materials and Systems of Ultra High Temperature Cement Slurry for Ultra-Deep Wells Cementing
Research on Key Materials and Systems of Ultra High Temperature Cement Slurry for Ultra-Deep Wells Cementing
Abstract
With the continuous deepening of oil and gas exploration and development, the number of ultra-deep and ultra-high temperature wells is gradually increasing ...
PEMANFAATAN LABORATORIUM IPS SMP
PEMANFAATAN LABORATORIUM IPS SMP
Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan laboratorium IPS di SMP. Pemanfaatan laboratorium dalam penelitian ini ditinjau dari; 1) kondisi laboratorium IPS di SMP, 2) manajem...

