Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS OPERASIONAL WADUK IR.H.DJUANDA

View through CrossRef
Waduk serbaguna Jatiluhur dengan kapasitas penampungan sebesar 3.000 juta m3, yang diselesaikan dalam tahun 1967, memberikan berbagai manfaat sebagai berikut: (1) Penyediaan air minum, (2) Penyediaan air irigasi (3) Pembangkitan tenaga listrik (4) Pengendali terjadinya banjir. Permasalahan seringkali terjadi muncul, sehingga tata kelola dan pengaturan distribusi air perlu dianalisis.Dalam studi ini, analisis hanya mencakup menganalisis fungsi operasional waduk sebagai penyedia air irigasi, air baku, PLTA dan kondisi hidrologi waduk. Kapasitas tampungan Waduk Ir.H.Djuanda pada TMA normal 2448 juta m3. Tingkat laju sedimen rata-rata dari tahun 1995-2000 sebesar 0,43 m/tahun. Ketersediaan air rata-rata tahunan Waduk Ir.H.Djuanda 6144 juta m3/tahun. Limpasan air Tahun 2014 hanya terjadi di bulan April-Juli 2014, dan limpasan terbesar terjadi pada tanggal 25 bulan April 2014 dan ada pada ketinggian TMA 108,05 mdpl. Kebutuhan air rata-rata bulanan di hilir Waduk Ir.H.Djuanda adalah 373,445 juta m3/bulan, dan untuk kebutuhan air rata-rata tahunan adalah sebesar 6026,308 juta m3/tahun. Semakin besar air keluar melalui Turbin maka semakin besar pula Produksi Listrik yang dihasilkan. Air yang keluar dimaksimalkan keluar melalui turbin agar dapat menghasilkan energi listrik. Tidak ada skala prioritas dalam pembagian air terutama pada musim kemarau.
Title: ANALISIS OPERASIONAL WADUK IR.H.DJUANDA
Description:
Waduk serbaguna Jatiluhur dengan kapasitas penampungan sebesar 3.
000 juta m3, yang diselesaikan dalam tahun 1967, memberikan berbagai manfaat sebagai berikut: (1) Penyediaan air minum, (2) Penyediaan air irigasi (3) Pembangkitan tenaga listrik (4) Pengendali terjadinya banjir.
Permasalahan seringkali terjadi muncul, sehingga tata kelola dan pengaturan distribusi air perlu dianalisis.
Dalam studi ini, analisis hanya mencakup menganalisis fungsi operasional waduk sebagai penyedia air irigasi, air baku, PLTA dan kondisi hidrologi waduk.
Kapasitas tampungan Waduk Ir.
H.
Djuanda pada TMA normal 2448 juta m3.
Tingkat laju sedimen rata-rata dari tahun 1995-2000 sebesar 0,43 m/tahun.
Ketersediaan air rata-rata tahunan Waduk Ir.
H.
Djuanda 6144 juta m3/tahun.
Limpasan air Tahun 2014 hanya terjadi di bulan April-Juli 2014, dan limpasan terbesar terjadi pada tanggal 25 bulan April 2014 dan ada pada ketinggian TMA 108,05 mdpl.
Kebutuhan air rata-rata bulanan di hilir Waduk Ir.
H.
Djuanda adalah 373,445 juta m3/bulan, dan untuk kebutuhan air rata-rata tahunan adalah sebesar 6026,308 juta m3/tahun.
Semakin besar air keluar melalui Turbin maka semakin besar pula Produksi Listrik yang dihasilkan.
Air yang keluar dimaksimalkan keluar melalui turbin agar dapat menghasilkan energi listrik.
Tidak ada skala prioritas dalam pembagian air terutama pada musim kemarau.

Related Results

Keakuratan Prediksi Inflow Waduk Dengan Neraca Air Waduk
Keakuratan Prediksi Inflow Waduk Dengan Neraca Air Waduk
Dalam perhitungan inflow waduk sering digunakan persamaan neraca air waduk yang menggunakan data seri laporan harian operasi waduk, evaporasi dan curah hujan diwaduk, dan lengkung ...
KAJIAN DISTRIBUSI SEDIMENTASI TERHADAP UMUR RENCANA WADUK CIAWI DI KABUPATEN BOGOR
KAJIAN DISTRIBUSI SEDIMENTASI TERHADAP UMUR RENCANA WADUK CIAWI DI KABUPATEN BOGOR
Waduk Ciawi terletak di bagian hulu sungai Ciliwung di Desa Cipayung Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Waduk Ciawi merupakan waduk eka guna (single purpose...
Model Manajemen Sumber Daya Perairan Waduk Serbaguna (Studi Kasus Waduk Selorejo)
Model Manajemen Sumber Daya Perairan Waduk Serbaguna (Studi Kasus Waduk Selorejo)
Materi buku Model Manajemen Sumber Daya Perairan Waduk Serbaguna (Studi Kasus Waduk Selorejo) ini bersumber dari penelitian kerja sama antara Tim Dosen Prodi Manajemen Sumber Daya ...
Kinerja Pola Operasi Waduk Bili-Bili
Kinerja Pola Operasi Waduk Bili-Bili
Abstrak            Waduk Bili-Bili merupakan waduk multiguna terbesar di Propinsi Sulawesi Selatan yang diresmikan penggunaannya pada tahun 1999 berfungsi sebagai pengendalian risi...
Model Prakiraan Debit Air Dalam Rangka Optimalisasi Pengelolaan Waduk Saguling – Kaskade Citarum
Model Prakiraan Debit Air Dalam Rangka Optimalisasi Pengelolaan Waduk Saguling – Kaskade Citarum
Peningkatan laju pertumbuhan penduduk dan industri mendorong peningkatan kebutuhan akan energi listrik. Salah satu penyedia kebutuhan energi listrik di wilayah Jawa, Madura, Bali (...
Analisa Dampak Sedimen Terhadap Usia Guna Waduk Plumbon
Analisa Dampak Sedimen Terhadap Usia Guna Waduk Plumbon
Penelitian ini dilakukan di Waduk Plumbon yang terletak di Kecamatan Puloharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Waduk Plumbon mulai beroperasi pada tahun 1928 sehingga waduk telah...
Makalah
Makalah
Waduk Raknamo merupakan salah satu waduk yang terletak di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Waduk dengan kapasitas tampungan air sebesar 14,09 juta m3 diharapkan dapat memenuhi kebutuh...
Analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats) Waduk Selorejo bedasarkan Kualitas Mutu Air dan Beban Pencemaran
Analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats) Waduk Selorejo bedasarkan Kualitas Mutu Air dan Beban Pencemaran
Karena aliran sungai-sungai yang tertampung di Waduk Selorejo berdekatan dengan pemukiman, perhutanan dan persawahan yang mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir m...

Back to Top