Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pendekatan Model Bisnis Untuk Pemetaan Triage Forensics

View through CrossRef
Abstrak – Prinsip dasar triage forensics adalah melakukan pemilahan terhadap bukti potensial untuk mendapatkan informasi yang relevan dan menentukan urutan investigasi. Triase forensik digital dimaksudkan untuk mempercepat pengumpulan dan pemeriksaan bukti yang ada di Tempat Kejadian Perkara dikarenakan waktu menjadi hal yang krusial dalam penyelidikan. Waktu dapat mempengaruhi kondisi bukti dan insiden, sehingga dibutuhkan prosedur untuk meminimalisir insiden, serangan, maupun ancaman terhadap kerusakan bukti. Triase forensik digital diterapkan sesuai kondisi insiden yang terjadi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang berkorelasi dengan actor yang melakukan penyelidikan, bukti yang diperoleh, maupun keberadaan pihak terkait. Komponen-komponen tersebut dipetakkan dalam Triage Digital Forensics Model (TDFM). Pemetaan triase forensik digital menggunakan pendekatan model bisnis yang berupa Business Process Model and Notation (BPMN) untuk menunjukkan interaksi yang terjadi dan mengilustrasikan proses-proses yang harus dieksekusi. TDFM terdiri dari urutan proses dalam melakukan triase forensik digital yang diawali dari penyelidikan di TKP, pengumpulan bukti fisik/bukti elektronik, tindakan ekstraksi data penyelidikan, pemeriksaan hingga penentuan ambang batas dari bukti, yaitu diperiksa lebih lanjut, ditahan, atau dikembalikan. Terakhir, adalah proses penyampaian hasil penyelidikan, koordinasi, observasi, dan pengendalian. Kriteria prioritas TDFM berdasarkan keberadaan bukti, jenis serangan/insiden di TKP. Penilaian penyelesaian kasus berdasarkan daftar “past list”. Pemetaan dan validasi TDFM menggunakan Bizagi Modeller. Validasi elemen bertujuan untuk memastikan ketepatan penggunaan elemen sesuai aturan BPMN. Validasi proses dilakukan untuk melihat kesesuaian aliran proses. Fokus dalam penentuan prioritas penyelidikan ini bersifat subyektif karena bergantung dari kemampuan dan pengalaman dari actor/personel. TDFM diharapkan dapat menjadi acuan untuk melakukan penyelidikan yang membutuhkan tindakan live forensic maupun dead forensic.
Title: Pendekatan Model Bisnis Untuk Pemetaan Triage Forensics
Description:
Abstrak – Prinsip dasar triage forensics adalah melakukan pemilahan terhadap bukti potensial untuk mendapatkan informasi yang relevan dan menentukan urutan investigasi.
Triase forensik digital dimaksudkan untuk mempercepat pengumpulan dan pemeriksaan bukti yang ada di Tempat Kejadian Perkara dikarenakan waktu menjadi hal yang krusial dalam penyelidikan.
Waktu dapat mempengaruhi kondisi bukti dan insiden, sehingga dibutuhkan prosedur untuk meminimalisir insiden, serangan, maupun ancaman terhadap kerusakan bukti.
Triase forensik digital diterapkan sesuai kondisi insiden yang terjadi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang berkorelasi dengan actor yang melakukan penyelidikan, bukti yang diperoleh, maupun keberadaan pihak terkait.
Komponen-komponen tersebut dipetakkan dalam Triage Digital Forensics Model (TDFM).
Pemetaan triase forensik digital menggunakan pendekatan model bisnis yang berupa Business Process Model and Notation (BPMN) untuk menunjukkan interaksi yang terjadi dan mengilustrasikan proses-proses yang harus dieksekusi.
TDFM terdiri dari urutan proses dalam melakukan triase forensik digital yang diawali dari penyelidikan di TKP, pengumpulan bukti fisik/bukti elektronik, tindakan ekstraksi data penyelidikan, pemeriksaan hingga penentuan ambang batas dari bukti, yaitu diperiksa lebih lanjut, ditahan, atau dikembalikan.
Terakhir, adalah proses penyampaian hasil penyelidikan, koordinasi, observasi, dan pengendalian.
Kriteria prioritas TDFM berdasarkan keberadaan bukti, jenis serangan/insiden di TKP.
Penilaian penyelesaian kasus berdasarkan daftar “past list”.
Pemetaan dan validasi TDFM menggunakan Bizagi Modeller.
Validasi elemen bertujuan untuk memastikan ketepatan penggunaan elemen sesuai aturan BPMN.
Validasi proses dilakukan untuk melihat kesesuaian aliran proses.
Fokus dalam penentuan prioritas penyelidikan ini bersifat subyektif karena bergantung dari kemampuan dan pengalaman dari actor/personel.
TDFM diharapkan dapat menjadi acuan untuk melakukan penyelidikan yang membutuhkan tindakan live forensic maupun dead forensic.

Related Results

Improving emergency department triage quality improvement project
Improving emergency department triage quality improvement project
Background: Healthcare presents challenges that require nursing professionals to continually evaluate their practice. Overcrowding in the emergency department (ED) has become a wor...
“We can’t do without it”: Parent and call-handler experiences of video triage of children at a medical helpline
“We can’t do without it”: Parent and call-handler experiences of video triage of children at a medical helpline
BackgroundPediatric out-of-hours calls are common, as parents worry and seek reassurance and shared responsibility. Nevertheless, most children assessed in this context are not ser...
Referral to geriatric rehabilitation
Referral to geriatric rehabilitation
Summary Older hospital patients are vulnerable to adverse outcomes of hospital stay. In aging societies, post-acute care (PAC) programs were developed to support functional recov...
A comparison of self-triage tools to nurse driven triage in the emergency department
A comparison of self-triage tools to nurse driven triage in the emergency department
ABSTRACT INTRODUCTION Canadian patients presenting to the emergency department (ED) typically undergo a triage process where th...

Back to Top