Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TRANSFORMASI DIGITAL DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN DALAM BIROKRASI: TANTANGAN DAN PELUANG

View through CrossRef
Digital transformation in bureaucracy is an unavoidable phenomenon in the current era of globalization and technological advancement. This process not only changes the way the government delivers public services, but also demands fundamental changes in leadership philosophy. In this context, visionary, participatory, and adaptive leadership becomes very important. This study aims to explore the challenges and opportunities faced by the bureaucracy in the digital transformation process, and how leadership philosophy can influence the success of the transformation. Many civil servants are worried about losing their jobs due to automation, which results in resistance to the implementation of new technologies. In addition, inadequate technological infrastructure is a major obstacle to the implementation of effective digital systems. The role of leadership philosophy in this context is crucial. Visionary leadership is able to provide clear direction and motivate employees to adapt to change. Digital transformation in bureaucracy presents interrelated challenges and opportunities. Success in facing these challenges depends heavily on the leadership philosophy applied. With the right approach, the bureaucracy can transform to be more efficient, responsive, and able to meet the needs of this digital society era. This study is expected to provide insight for leaders and policy makers in formulating effective strategies to face digital transformation in the public sector. ABSTRAKTransformasi digital dalam birokrasi merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari di era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini. Proses ini tidak hanya mengubah cara pemerintah dalam menyampaikan layanan publik, tetapi juga menuntut perubahan mendasar dalam filsafat kepemimpinan. Dalam konteks ini, kepemimpinan yang visioner, partisipatif, dan adaptif menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang yang dihadapi oleh birokrasi dalam proses transformasi digital, serta bagaimana filsafat kepemimpinan dapat mempengaruhi keberhasilan transformasi tersebut. Banyak pegawai negeri yang merasa cemas akan kehilangan pekerjaan mereka akibat otomatisasi, yang mengakibatkan resistensi terhadap penerapan teknologi baru. Selain itu, infrastruktur teknologi yang tidak memadai menjadi penghambat utama dalam implementasi sistem digital yang efektif. Peranan filsafat kepemimpinan dalam konteks ini sangat krusial. Kepemimpinan yang visioner mampu memberikan arahan yang jelas dan memotivasi pegawai untuk beradaptasi dengan perubahan. Transformasi digital dalam birokrasi menghadirkan tantangan dan peluang yang saling berkaitan. Keberhasilan dalam menghadapi tantangan tersebut sangat bergantung pada filosofi kepemimpinan yang diterapkan. Dengan pendekatan yang tepat, birokrasi dapat bertransformasi menjadi lebih efisien, responsif, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di era digital ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi para pemimpin dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi yang efektif untuk menghadapi transformasi digital di sektor publik.
Title: TRANSFORMASI DIGITAL DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN DALAM BIROKRASI: TANTANGAN DAN PELUANG
Description:
Digital transformation in bureaucracy is an unavoidable phenomenon in the current era of globalization and technological advancement.
This process not only changes the way the government delivers public services, but also demands fundamental changes in leadership philosophy.
In this context, visionary, participatory, and adaptive leadership becomes very important.
This study aims to explore the challenges and opportunities faced by the bureaucracy in the digital transformation process, and how leadership philosophy can influence the success of the transformation.
Many civil servants are worried about losing their jobs due to automation, which results in resistance to the implementation of new technologies.
In addition, inadequate technological infrastructure is a major obstacle to the implementation of effective digital systems.
The role of leadership philosophy in this context is crucial.
Visionary leadership is able to provide clear direction and motivate employees to adapt to change.
Digital transformation in bureaucracy presents interrelated challenges and opportunities.
Success in facing these challenges depends heavily on the leadership philosophy applied.
With the right approach, the bureaucracy can transform to be more efficient, responsive, and able to meet the needs of this digital society era.
This study is expected to provide insight for leaders and policy makers in formulating effective strategies to face digital transformation in the public sector.
ABSTRAKTransformasi digital dalam birokrasi merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari di era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini.
Proses ini tidak hanya mengubah cara pemerintah dalam menyampaikan layanan publik, tetapi juga menuntut perubahan mendasar dalam filsafat kepemimpinan.
Dalam konteks ini, kepemimpinan yang visioner, partisipatif, dan adaptif menjadi sangat penting.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang yang dihadapi oleh birokrasi dalam proses transformasi digital, serta bagaimana filsafat kepemimpinan dapat mempengaruhi keberhasilan transformasi tersebut.
Banyak pegawai negeri yang merasa cemas akan kehilangan pekerjaan mereka akibat otomatisasi, yang mengakibatkan resistensi terhadap penerapan teknologi baru.
Selain itu, infrastruktur teknologi yang tidak memadai menjadi penghambat utama dalam implementasi sistem digital yang efektif.
Peranan filsafat kepemimpinan dalam konteks ini sangat krusial.
Kepemimpinan yang visioner mampu memberikan arahan yang jelas dan memotivasi pegawai untuk beradaptasi dengan perubahan.
Transformasi digital dalam birokrasi menghadirkan tantangan dan peluang yang saling berkaitan.
Keberhasilan dalam menghadapi tantangan tersebut sangat bergantung pada filosofi kepemimpinan yang diterapkan.
Dengan pendekatan yang tepat, birokrasi dapat bertransformasi menjadi lebih efisien, responsif, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di era digital ini.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi para pemimpin dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi yang efektif untuk menghadapi transformasi digital di sektor publik.

Related Results

PATOLOGI BIROKRASI DAN UPAYA PENCEGAHANNYA UNTUK MENCIPTAKAN BIROKRASI YANG EFISIEN
PATOLOGI BIROKRASI DAN UPAYA PENCEGAHANNYA UNTUK MENCIPTAKAN BIROKRASI YANG EFISIEN
Abstrak Birokrasi identik dengan kesan proses yang panjang dan berbelit-belit, akibatnya birokrasi mendapatkan citra negatif. Adanya kenyataan yang dialami di lingkungan birokrasi...
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
Filsafat adalah usaha manusia yang mempelajari hakikat melalui akal budi manusia dengan menggunakan akal budi untuk memahami dan menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan tra...
TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN: SUATU TINJAUAN TEORITIS
TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN: SUATU TINJAUAN TEORITIS
Tipe dan gaya kepemimpinan sangat berkaitan dengan norma perilaku pada diri seseorang saat mempengaruhi mempengaruhi perilaku orang lain. Tipe dan gaya kepemimpinan  memiliki berb...
Transformasi Digital dalam Praktik Bisnis: Tantangan dan Peluang di Era Kontemporer
Transformasi Digital dalam Praktik Bisnis: Tantangan dan Peluang di Era Kontemporer
Transformasi digital telah menjadi fenomena yang mendominasi dalam praktik bisnis di era kontemporer, memberikan tantangan dan peluang yang signifikan bagi perusahaan di berbagai s...
FILSAFAT HUKUM MENEMUKAN KETERATURAN HUKUM
FILSAFAT HUKUM MENEMUKAN KETERATURAN HUKUM
Filsafat hukum adalah filsafat yang akan kita bahas dalam pembahasan kali ini, bukan filsafat yang lain entah itu filsafat agama, filsafat pengetahuan ataupun filsafat etika. Filsa...
Patologi Birokrasi
Patologi Birokrasi
Patologi birokrasi merupakan penyakit yang melemahkan sendi-sendi kehidupan birokrasi. Penyakit ini tidak muncul begitu saja, namun sudah ada sejak lama dan tetap terjaga. Birokras...
Pengantar Redaksi
Pengantar Redaksi
Jurnal Filsafat Volume 30 No. 1 Februari 2020 ini menghadirkan enam artikel dengan cakupan tema yang cukup beragama dari post-truth, ke isu lingkungan dan hak hewan hingga perdebat...
Pengantar
Pengantar
Alhamdulillah, adalah satu-satunya kata yang tepat untuk menggambarkan suasana batin dan rasa bersyukur tim redaksi Jurnal Filsafat kepada Allah SWT, karena apa yang sudah lama dip...

Back to Top