Javascript must be enabled to continue!
Penguatan Pilar Ke-Tiga Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Di SD Negeri Umbulharjo
View through CrossRef
Penguatan Pilar Ketiga Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SD Negeri Umbulharjo bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Program ini mencakup berbagai kegiatan, seperti diskusi partisipatif dengan guru, kerja sama dengan Badan SAR Nasional (BASARNAS), pembentukan organisasi penanggulangan bencana, pengadaan sarana dan prasarana evakuasi, serta simulasi evakuasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), dengan melibatkan siswa dan guru dalam evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas program. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan kesiapsiagaan siswa serta guru terhadap bencana setelah mengikuti program. Rata-rata nilai post-test guru dan siswa mengalami peningkatan, dengan peningkatan dari 60,3 menjadi 90,5 untuk guru, dan dari 78,4 menjadi 88,4 untuk siswa. Penguatan organisasi penanggulangan bencana serta simulasi evakuasi turut memberikan kontribusi positif dalam membangun ketangguhan bencana di SD Negeri Umbulharjo. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kapasitas sekolah dalam menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah yang rawan terhadap erupsi Gunung Merapi. Pengadaan sarana dan prasarana yang memadai serta pelatihan yang berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari bencana.
Title: Penguatan Pilar Ke-Tiga Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Di SD Negeri Umbulharjo
Description:
Penguatan Pilar Ketiga Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SD Negeri Umbulharjo bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
Program ini mencakup berbagai kegiatan, seperti diskusi partisipatif dengan guru, kerja sama dengan Badan SAR Nasional (BASARNAS), pembentukan organisasi penanggulangan bencana, pengadaan sarana dan prasarana evakuasi, serta simulasi evakuasi.
Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), dengan melibatkan siswa dan guru dalam evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas program.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan kesiapsiagaan siswa serta guru terhadap bencana setelah mengikuti program.
Rata-rata nilai post-test guru dan siswa mengalami peningkatan, dengan peningkatan dari 60,3 menjadi 90,5 untuk guru, dan dari 78,4 menjadi 88,4 untuk siswa.
Penguatan organisasi penanggulangan bencana serta simulasi evakuasi turut memberikan kontribusi positif dalam membangun ketangguhan bencana di SD Negeri Umbulharjo.
Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kapasitas sekolah dalam menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah yang rawan terhadap erupsi Gunung Merapi.
Pengadaan sarana dan prasarana yang memadai serta pelatihan yang berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari bencana.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
PENDAMPINGAN PERSIAPAN PEMBENTUKAN SEKOLAH AMAN BENCANA DI TK AISYIYAH KHADIJAH BANGUNJIWO TIMUR KASIHAN BANTUL
PENDAMPINGAN PERSIAPAN PEMBENTUKAN SEKOLAH AMAN BENCANA DI TK AISYIYAH KHADIJAH BANGUNJIWO TIMUR KASIHAN BANTUL
Indonesia memiliki lebih dari 250.000 sekolah yang berada di daerah rawan bencana atau sekitar 75% dari total jumlah sekolah, sehingga diperlukan upaya pengurangan risiko bencana g...
EDUKASI KONSEP TAGANA (TANGGAP SIAP BENCANA) UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DI DAERAH RAWAN BENCANA KABUPATEN SOLOK SELATAN SUMATERA BARAT
EDUKASI KONSEP TAGANA (TANGGAP SIAP BENCANA) UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DI DAERAH RAWAN BENCANA KABUPATEN SOLOK SELATAN SUMATERA BARAT
Kesiapan dan pencegahan terhadap bencana alam merupakan salah satu faktor dalam mengurangi dampak kerugian serta korban. Bencana adalah suatu rangkaian peristiwa mengganggu, merusa...
Ketahanan Masyarakat untuk Manajemen Risiko Bencana: Studi Kasus di Tiga Desa Wisata Rawan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta
Ketahanan Masyarakat untuk Manajemen Risiko Bencana: Studi Kasus di Tiga Desa Wisata Rawan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta, destinasi wisata nasional terkemuka, sangat rentan terhadap beragam bencana alam. Pembangunan berkelanjutan desa pariwisata di daerah rawan bencana ini ...
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar
<em><span lang="EN-US">Kabupaten </span><span>Karanganyar</span><span lang="EN-US">, Provinsi </span><span>Jawa Tengah</span>&...
Pembentukan Relawan Kebencanaan Di Desa Tanjung Luar Sebagai Bentuk Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana
Pembentukan Relawan Kebencanaan Di Desa Tanjung Luar Sebagai Bentuk Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana
Pembentukan relawan kebencanaan sebagai salah satu program kerja KKN Desa Tanjung Luar sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana terlaksana dengan baik berkat kerjasam...
Kebijakan Pemimpin Kota Surabaya Terhadap Penanggulangan Bencana
Kebijakan Pemimpin Kota Surabaya Terhadap Penanggulangan Bencana
Kota Surabaya menghadapi risiko bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan tsunami, sehingga kebijakan penanggulangan bencana yang efektif memerlukan peran aktif pemimpin daerah....

