Javascript must be enabled to continue!
Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima; Arsitektur, Misi Agama dan Kekuasaan
View through CrossRef
The article discusses the history of Sultan Muhammad Salahuddin Mosque in Bima, and it was written as an effort to preserve the cultural heritage of the Indonesian heritage, especially related to the historic mosque and its role in the development of Islam in the region of Bima, West Nusa Tenggara. This descriptive study focuses on writing about the history of the mosque's founding, its architecture and its historic objects inside the mosque, as well as the function of the mosque from time to time. The results were extracted from various sources, starting with interviews with key informants, document studies, and observations. This historic mosque was originally built by Sultan Abdul Kadim in 1737 AD, then continued by his successor, Sultan Abdul Hamid until it was completed in 1780 AD. This palace mosque is a symbol of the religiosity of the community of Bima and serves as a center of Islamic religious mission in his time. The mosque that was destroyed by an allied bomb in 1948 was then rebuilt from its original form and was named as Sultan Muhammad Salahuddin Mosque. Artikel hasil penelitian terhadap Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima ditulis sebagai salah satu upaya untuk melestarikan warisan budaya Bangsa Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan masjid bersejarah dan perannya dalam perkembangan Islam di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat. Penelitian diskriptif ini berfokus pada penulisan seputar sejarah pendirian masjid, arsitektur dan benda-benda bersejarah yang ada di dalamnya, serta fungsi masjid dari masa ke masa. Hasil penelitian digali dari berbagai sumber, dimulai dengan wawancara dengan informan kunci, studi dokumen, dan observasi. Masjid bersejarah ini awalnya dibangun oleh Sultan Abdul Kadim pada pada tanggal tahun 1737 M, kemudian dilanjutkan penerusnya, Sultan Abdul Hamid sampai selesai pada tahun 1780 M. Masjid istana ini merupakan simbol religiusitas masyarakat Bima dan berfungsi sebagai pusat penyiaran agama Islam di masanya. Masjid yang pernah hancur terkena bom tentara sekutu pada tahun 1948 kemudian dibangun kembali sesuai bentuk aslinya dan dinamai sebagai Masjid Sultan Muhammad Salahuddin.Kata kunci: Masjid bersejarah; Sultan Muhammad Salahuddin; Bima
Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi
Title: Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima; Arsitektur, Misi Agama dan Kekuasaan
Description:
The article discusses the history of Sultan Muhammad Salahuddin Mosque in Bima, and it was written as an effort to preserve the cultural heritage of the Indonesian heritage, especially related to the historic mosque and its role in the development of Islam in the region of Bima, West Nusa Tenggara.
This descriptive study focuses on writing about the history of the mosque's founding, its architecture and its historic objects inside the mosque, as well as the function of the mosque from time to time.
The results were extracted from various sources, starting with interviews with key informants, document studies, and observations.
This historic mosque was originally built by Sultan Abdul Kadim in 1737 AD, then continued by his successor, Sultan Abdul Hamid until it was completed in 1780 AD.
This palace mosque is a symbol of the religiosity of the community of Bima and serves as a center of Islamic religious mission in his time.
The mosque that was destroyed by an allied bomb in 1948 was then rebuilt from its original form and was named as Sultan Muhammad Salahuddin Mosque.
Artikel hasil penelitian terhadap Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima ditulis sebagai salah satu upaya untuk melestarikan warisan budaya Bangsa Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan masjid bersejarah dan perannya dalam perkembangan Islam di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat.
Penelitian diskriptif ini berfokus pada penulisan seputar sejarah pendirian masjid, arsitektur dan benda-benda bersejarah yang ada di dalamnya, serta fungsi masjid dari masa ke masa.
Hasil penelitian digali dari berbagai sumber, dimulai dengan wawancara dengan informan kunci, studi dokumen, dan observasi.
Masjid bersejarah ini awalnya dibangun oleh Sultan Abdul Kadim pada pada tanggal tahun 1737 M, kemudian dilanjutkan penerusnya, Sultan Abdul Hamid sampai selesai pada tahun 1780 M.
Masjid istana ini merupakan simbol religiusitas masyarakat Bima dan berfungsi sebagai pusat penyiaran agama Islam di masanya.
Masjid yang pernah hancur terkena bom tentara sekutu pada tahun 1948 kemudian dibangun kembali sesuai bentuk aslinya dan dinamai sebagai Masjid Sultan Muhammad Salahuddin.
Kata kunci: Masjid bersejarah; Sultan Muhammad Salahuddin; Bima .
Related Results
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Abstrak - Arsitektur Indonesia, seperti halnya arsitektur banyak negara dan kawasan di dunia, akhir-akhir ini mengalami berbagai perubahan karena fenomena globalisasi. Modernisasi ...
Smart Mosque: Pembuatan Website dan Laporan Keuangan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan
Smart Mosque: Pembuatan Website dan Laporan Keuangan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan
Pelaporan keuangan Masjid belum ada peraturan yang mewajibkan dan ditetapkan dalam pelaporan keuangan berbeda halnya perusahan, pemerintah dan lembaga Zakat. Olehnya itu Ta’mir Mas...
KAJIAN BENTUK, FASAD, DAN RUANG DALAM PADA MASJID CHENG HO PALEMBANG
KAJIAN BENTUK, FASAD, DAN RUANG DALAM PADA MASJID CHENG HO PALEMBANG
Abstract: The architecture of places of worship is one of architecture that is specifically designed to meet human needs in terms of worship. Architecture for a place of worship it...
Kearifan Lokal Arsitektur Masjid Demakan
Kearifan Lokal Arsitektur Masjid Demakan
Penelitian ini dilatarbelakangi dari keberadaan Masjid Agung Demak yang merupakan masjid pertama di Kabupaten Demak. Masjid yang telah berdiri sejak tahun 1479 M ini memiliki arsit...
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
Penelitian ini dilatarbelakangi dari asumsi bahwa Bima relief Candi Sukuh dan Bima wayang kulit gaya Yogyakarta memiliki kemiripan perwujudan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ia...
Peningkatan Literasi Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan Mesjid Al-Amin Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara
Peningkatan Literasi Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan Mesjid Al-Amin Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara
Peningkatan Literasi Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan Mesjid Al-Amin bertujuan untuk memberikan literasi keuangan syariah dan membantu laporan keuangan masjid agar tersusu...
ARSITEKTUR MASJID ABIDIN DI KECAMATAN MEDAN MAIMUN KOTA MEDAN
ARSITEKTUR MASJID ABIDIN DI KECAMATAN MEDAN MAIMUN KOTA MEDAN
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menekankan catatan dengan deskripsi kalimat yang rinci, lengkap, mendalam yang menggambarkan situasi yang sebenarnya guna menduk...
The Role of Mosque Committee in Empowering Mosque’s Educational Programmes: Case Study of Mosques in Gombak District, Malaysia (Peranan Ahli Jawatankuasa Masjid dalam Penambahbaikan Program Pendidikan Masjid: Kajian Kes bagi Masjid-Masjid di Daerah Gombak
The Role of Mosque Committee in Empowering Mosque’s Educational Programmes: Case Study of Mosques in Gombak District, Malaysia (Peranan Ahli Jawatankuasa Masjid dalam Penambahbaikan Program Pendidikan Masjid: Kajian Kes bagi Masjid-Masjid di Daerah Gombak
This article analyses the roles of the mosque committee in enhancing the mosque’s educational programmes in Gombak, Selangor. Gombak as an administrative district that is located i...

