Javascript must be enabled to continue!
Relevansi Pelayanan Eksorsisme Lanjutan
View through CrossRef
Some Christian figures state that the exorcism service is only relevant in the era of the Ancient Church, which was still thick with the context of idol worship and is no longer relevant today. The deliverance service is generally also understood as one carried out only once in a prayer meeting per person, without any other deliverance prayers or further spiritual guidance. The purpose of this study is to find an explanation of the post-departure prayer service that is relevant. The research method used is descriptive qualitative. The study results showed three forms of post-delivery prayer services: observation of the causes of possession by the power of darkness, continued deliverance prayers, and spiritual guidance. A church that does only one deliverance prayer service for each person (without any follow-up service) is the same as allowing eight evil spirits to return and destroy that person.AbstrakAda tokoh Kristen yang menyatakan bahwa pelayanan pelepasan (eksorsisme) hanya relevan di masa Gereja Purba yang masih kental dengan konteks penyembahan berhala, dan tidak lagi relevan pada masa kini. Pelayanan pelepasan umumnya juga dipahami sebagai pelayanan yang dilakukan hanya satu kali pertemuan doa saja pada tiap pribadi, tanpa ada doa pelepasan lanjutan ataupun bimbingan rohani lanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menemukan penjelasan tentang pelayanan pasca doa pelepasan yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga bentuk pelayanan pasca doa pelepasan, yaitu observasi penyebab kerasukan kuasa kegelapan, doa pelepasan lanjutan dan bimbingan rohani. Gereja yang melakukan hanya satu kali pelayanan doa pelepasan pada tiap pribadi (tanpa ada pelayanan lanjutan), sama halnya dengan memberikan kesempatan delapan roh jahat untuk kembali dan menghancurkan orang itu
Sekolah Tinggi Agama Kristen Teruna Bhakti
Title: Relevansi Pelayanan Eksorsisme Lanjutan
Description:
Some Christian figures state that the exorcism service is only relevant in the era of the Ancient Church, which was still thick with the context of idol worship and is no longer relevant today.
The deliverance service is generally also understood as one carried out only once in a prayer meeting per person, without any other deliverance prayers or further spiritual guidance.
The purpose of this study is to find an explanation of the post-departure prayer service that is relevant.
The research method used is descriptive qualitative.
The study results showed three forms of post-delivery prayer services: observation of the causes of possession by the power of darkness, continued deliverance prayers, and spiritual guidance.
A church that does only one deliverance prayer service for each person (without any follow-up service) is the same as allowing eight evil spirits to return and destroy that person.
AbstrakAda tokoh Kristen yang menyatakan bahwa pelayanan pelepasan (eksorsisme) hanya relevan di masa Gereja Purba yang masih kental dengan konteks penyembahan berhala, dan tidak lagi relevan pada masa kini.
Pelayanan pelepasan umumnya juga dipahami sebagai pelayanan yang dilakukan hanya satu kali pertemuan doa saja pada tiap pribadi, tanpa ada doa pelepasan lanjutan ataupun bimbingan rohani lanjutan.
Tujuan penelitian ini adalah menemukan penjelasan tentang pelayanan pasca doa pelepasan yang relevan.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga bentuk pelayanan pasca doa pelepasan, yaitu observasi penyebab kerasukan kuasa kegelapan, doa pelepasan lanjutan dan bimbingan rohani.
Gereja yang melakukan hanya satu kali pelayanan doa pelepasan pada tiap pribadi (tanpa ada pelayanan lanjutan), sama halnya dengan memberikan kesempatan delapan roh jahat untuk kembali dan menghancurkan orang itu.
Related Results
PELAYANAN PUBLIK E-KTP DI DESA TIRONGKOTUA KECAMATAN KABAENA KABUPATEN BOMBANA
PELAYANAN PUBLIK E-KTP DI DESA TIRONGKOTUA KECAMATAN KABAENA KABUPATEN BOMBANA
Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui sikap masyarakat terhadap pemerintah desa dalam memberikan pelayanan publik, (2) Untuk mengetahui hambatan pemerin...
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
pendahuluan Kepemerintahan yang baik (good governance) merupakan isu yang paling menemuka dalam pengelolaan administrasi publik saat ini. Prasetyantoko (2008) mengatakan bahwa untu...
ANALISIS FAKTOR PELAYANAN PRIMA DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN GARUT
ANALISIS FAKTOR PELAYANAN PRIMA DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN GARUT
Pelayanan prima merupakan pelayanan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan haraapan masyarakat. Untuk dapat memberikan pelayanan prima merupakan tujuan dari organisasi yang berge...
Efektivitas Pelayanan Ketenagalistrikan melalui Aplikasi PLN Mobile dalam Menangani Keluhan
Efektivitas Pelayanan Ketenagalistrikan melalui Aplikasi PLN Mobile dalam Menangani Keluhan
Abstract. Service is an important thing in the implementation of public services. In this pandemic period, more services are provided through digital-based applications than conven...
MODEL PELAYANAN PUBLIK di DINAS PENANAMAN MODAL di PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU PRO.RIAU
MODEL PELAYANAN PUBLIK di DINAS PENANAMAN MODAL di PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU PRO.RIAU
Preeprint: ABSTRAKPelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan be...
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KANTOR KECAMATAN SUGIHWARAS KABUPATEN BOJONEGORO
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KANTOR KECAMATAN SUGIHWARAS KABUPATEN BOJONEGORO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualitas pelayanan publik bidang pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro, yang meliputi pe...
Makalah Transparansi Pada Pelayanan Publik - Meita Indriati
Makalah Transparansi Pada Pelayanan Publik - Meita Indriati
Transparansi dalam penyelenggaraan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayana...
Analisis perbaikan kualitas pelayanan menggunakan metode service quality (Servqual) di PT. Bestindo Cakra Utama
Analisis perbaikan kualitas pelayanan menggunakan metode service quality (Servqual) di PT. Bestindo Cakra Utama
Kebutuhan kendaraan sewa untuk keperluan operasional perusahaan semakin meningkat, membuat persaingan antar perusahaan jasa penyewaan kendaraan semakin ketat. PT. Bestindo Cakra Ut...

