Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Metode Audiovisual Dibandingkan Penjelasan Verbal sebagai Media Edukasi untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Pasien yang akan Menjalani Anestesi Spinal

View through CrossRef
Pendahuluan: Kecemasan prabedah timbul dari aspek pembedahan maupun aspek anestesi. Pencegahan kecemasan prabedah dengan pendekatan non-farmakologis misalnya edukasi, dapat mengurangi efek samping dari penggunaan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode audiovisual dan penjelasan secara verbal sebagai media edukasi untuk menurunkan kecemasan pasien yang akan menjalani operasi dengan anestesi spinal. Metode: Penelitian ini merupakan uji klinis acak tersamar tunggal yang mengikutsertakan 74 pasien dewasa di Poli Perioperatif RSCM. Sampel dibagi ke dalam dua kelompok dengan metode acak, sebanyak 37 sampel di tiap kelompok audiovisual dan kelompok verbal. Penilaian kecemasan dilakukan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Hasil: Tingkat kecemasan seluruh pasien sebelum edukasi 11 (4–20). Tingkat kecemasan pascaedukasi di kelompok verbal adalah 8 (4–18), di kelompok audiovisual 8 (4–18). Perubahan tingkat kecemasan pascaedukasi berbeda bermakna pada kelompok audiovisual dibandingkan kelompok verbal, (2 (-3– 14) vs 1 (-3 – 8); p=0,046). Simpulan: Metode audiovisual dengan video edukasi sebagai media edukasi lebih baik dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien yang akan menjalani anestesi spinal dibandingkan penjelasan verbal.
Title: Metode Audiovisual Dibandingkan Penjelasan Verbal sebagai Media Edukasi untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Pasien yang akan Menjalani Anestesi Spinal
Description:
Pendahuluan: Kecemasan prabedah timbul dari aspek pembedahan maupun aspek anestesi.
Pencegahan kecemasan prabedah dengan pendekatan non-farmakologis misalnya edukasi, dapat mengurangi efek samping dari penggunaan obat-obatan.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode audiovisual dan penjelasan secara verbal sebagai media edukasi untuk menurunkan kecemasan pasien yang akan menjalani operasi dengan anestesi spinal.
Metode: Penelitian ini merupakan uji klinis acak tersamar tunggal yang mengikutsertakan 74 pasien dewasa di Poli Perioperatif RSCM.
Sampel dibagi ke dalam dua kelompok dengan metode acak, sebanyak 37 sampel di tiap kelompok audiovisual dan kelompok verbal.
Penilaian kecemasan dilakukan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS).
Hasil: Tingkat kecemasan seluruh pasien sebelum edukasi 11 (4–20).
Tingkat kecemasan pascaedukasi di kelompok verbal adalah 8 (4–18), di kelompok audiovisual 8 (4–18).
Perubahan tingkat kecemasan pascaedukasi berbeda bermakna pada kelompok audiovisual dibandingkan kelompok verbal, (2 (-3– 14) vs 1 (-3 – 8); p=0,046).
Simpulan: Metode audiovisual dengan video edukasi sebagai media edukasi lebih baik dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien yang akan menjalani anestesi spinal dibandingkan penjelasan verbal.

Related Results

PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SPINAL ANESTESI PADA PASIEN PRE OPERASI DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING
PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SPINAL ANESTESI PADA PASIEN PRE OPERASI DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING
Anestesi spinal atau Subarachnoid Block (SAB) merupakan anestesi regional dengan menyuntikkan obat anestesi lokal ke dalam ruang subaraknoid. Tindakan pembedahan merupakan prosedur...
HUBUNGAN HEMODINAMIK TERHADAP KEJADIAN INTRA OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (IONV) PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD BENDAN
HUBUNGAN HEMODINAMIK TERHADAP KEJADIAN INTRA OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (IONV) PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD BENDAN
Spinal anestesi adalah teknik melakukan anestesi blok neuroaksial dengan menyuntikkan anestesi lokal atau obat adjuvan ke dalam ruang subaraknoid. Tindakan spinal anestesi memiliki...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN ANTARA PASIEN PEMBEDAHAN MINOR DAN MAYOR DENGAN MENGGUNAKAN HARS DI IBS RSUD SLEMAN
PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN ANTARA PASIEN PEMBEDAHAN MINOR DAN MAYOR DENGAN MENGGUNAKAN HARS DI IBS RSUD SLEMAN
Kecemasan merupakan respons psikologis umum yang dialami pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan, baik mayor maupun minor. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat berdampak negati...
EDUKASI PENATALAKSANAAN NON FARMAKOLOGI KOMPLIKASI PASCA ANESTESI MELALUI BUKU SAKU BERBASIS ANDROID
EDUKASI PENATALAKSANAAN NON FARMAKOLOGI KOMPLIKASI PASCA ANESTESI MELALUI BUKU SAKU BERBASIS ANDROID
Anestesi merupakan salah satu cara untuk menghilangkan rasa sakit pada saat pembedahan. Anestesi dibagi menjadi 2 yaitu anestesi umum dan anestesi regional. Beberapa komplikasi dap...
PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN PELATIH DAN ATLET TAEKWONDO
PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN PELATIH DAN ATLET TAEKWONDO
Penelitian ini merupakan penelitian tentang perbedaan tingkat kecemasan pelatih dan tingkat kecemasan atlet pada cabang olahraga taekwondo. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menget...
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Pasien Praoperasi di Rumah Sakit Mitra Anugrah Lestari
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Pasien Praoperasi di Rumah Sakit Mitra Anugrah Lestari
Tindakan operasi dapat menimbulkan berbagai risiko pada pasien. Risiko tinggi operasi dapat memberikan dampak psikologis pada pasien, salah satunya adalah rasa cemas. Kecemasan pas...

Back to Top