Javascript must be enabled to continue!
BIAS KELAS DALAM VIDEO PEMBELAJARAN TV EDUKASI KEMENDIKBUD
View through CrossRef
Televisi sebagai media massa populer yang dikonsumsi masyarakat dari berbagai kalangan, seringkali lebih mengakomodasi budaya kelas dominan (kelas atas). Hal ini ditunjukkan melalui berbagai program TV mulai dari sinetron, film, komedi, talk show, reality show, hingga iklan, yang sering menampilkan simbol status kelas atas. Peran TV Edukasi (TVE) sebagai salah satu media pendidikan menjadi penting untuk untuk mengenalkan nilai-nilai budaya dari kelas atas maupun kelas bawah. TVE tentu diharapkan mampu menyajikan tayangan yang dapat mengakomodasi nilai-nilai budaya semua lapisan masyarakat secara seimbang. Namun, dalam realita yang terjadi bisa saja tidak demikian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasikan keberadaan bias kelas dalam program Belajar Dari Rumah (BDR) di TVE Kemendikbud serta menggambarkan budaya kelas atas dan kelas bawah yang disosialisasikan pada program tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar simbol status yang disosialisasikan pada tayangan BDR adalah simbol kelas atas. Hal ini mengindikasikan adanya bias kelas atas dalam tayangan tersebut. Melalui sosialisasi yang didominasi kelas atas, kelas bawah dipaksa mempelajari budaya yang berbeda dengan budayanya sendiri. Inilah yang kemudian disebut sebagai kekerasan simbolik. Mekanisme ini terlihat jelas dari proporsi budaya kelas atas yang lebih banyak disosialisasikan daripada kelas bawah.
Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Title: BIAS KELAS DALAM VIDEO PEMBELAJARAN TV EDUKASI KEMENDIKBUD
Description:
Televisi sebagai media massa populer yang dikonsumsi masyarakat dari berbagai kalangan, seringkali lebih mengakomodasi budaya kelas dominan (kelas atas).
Hal ini ditunjukkan melalui berbagai program TV mulai dari sinetron, film, komedi, talk show, reality show, hingga iklan, yang sering menampilkan simbol status kelas atas.
Peran TV Edukasi (TVE) sebagai salah satu media pendidikan menjadi penting untuk untuk mengenalkan nilai-nilai budaya dari kelas atas maupun kelas bawah.
TVE tentu diharapkan mampu menyajikan tayangan yang dapat mengakomodasi nilai-nilai budaya semua lapisan masyarakat secara seimbang.
Namun, dalam realita yang terjadi bisa saja tidak demikian.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasikan keberadaan bias kelas dalam program Belajar Dari Rumah (BDR) di TVE Kemendikbud serta menggambarkan budaya kelas atas dan kelas bawah yang disosialisasikan pada program tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar simbol status yang disosialisasikan pada tayangan BDR adalah simbol kelas atas.
Hal ini mengindikasikan adanya bias kelas atas dalam tayangan tersebut.
Melalui sosialisasi yang didominasi kelas atas, kelas bawah dipaksa mempelajari budaya yang berbeda dengan budayanya sendiri.
Inilah yang kemudian disebut sebagai kekerasan simbolik.
Mekanisme ini terlihat jelas dari proporsi budaya kelas atas yang lebih banyak disosialisasikan daripada kelas bawah.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pengembangan Kurikulum PAUD Berbasis Alam
Pengembangan Kurikulum PAUD Berbasis Alam
Pembelajaran di dalam kelas (indoor) menjadi salah satu model pembelajaran yangsudah lumrah di kalangan masyarakat dari zaman dulu hingga sekarang. Padahalpembelajaran bisa dilakuk...
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Pada Materi Vulkanisme Kelas X di Pondok Pesantren Daarul Muhsinin Labuhan Batu
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Pada Materi Vulkanisme Kelas X di Pondok Pesantren Daarul Muhsinin Labuhan Batu
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) Kelayakan media pembelajaran video animasi pada materi vulkanisme kelas X di Ponpes Daarul Muhsinin Labuhan Batu (2) Respon siswa ...
STRATEGI GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 39 BULUKUMBA
STRATEGI GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 39 BULUKUMBA
<p>Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam pengelolaan kelas pada pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 39 Bulukumba. Penelitian ...
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Game Edukasi di SDN Nayu 77Surakarta
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Game Edukasi di SDN Nayu 77Surakarta
: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelayakan dari rancangan media pembelajaran berbasis game edukasi “GEPA”, untuk mengetahui tanggapan guru terkait media pembelajar...
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN EDUTAINMENT TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA BABUL MAGHFIRAH
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN EDUTAINMENT TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA BABUL MAGHFIRAH
Proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru mengakibatkan siswa menjadi sangat pasif pada saat proses berlangsung. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yan...
Analisis Model Pembelajaran Kontekstual dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Kelas X IPA Madrasah Aliyah Muhammadiyah Limbung
Analisis Model Pembelajaran Kontekstual dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Kelas X IPA Madrasah Aliyah Muhammadiyah Limbung
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas X IPA MA M...
Penerapan Video Pembelajaran dapat Meningkatkan Keterampilan Klinis dalam Pendidikan Keperawatan: A Literature Review
Penerapan Video Pembelajaran dapat Meningkatkan Keterampilan Klinis dalam Pendidikan Keperawatan: A Literature Review
ABSTRAKPerkembangan teknologi informasi dan komunikasi dapat memberikan dampak positif dalam dunia pendidikan. Pendidikan keperawatan saat ini dituntut harus memiliki standar metod...

