Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Kerapatan Tanam terhadap Produksi Tanaman Sorgum Varietas Pahat

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas tanaman sorgum varietas pahat pada tingkat kerapatan tanam yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perbedaan tingkat kerapatan tanam dan masing-masing diulang sebanyak 9 kali.Tingkat kerapatan tanam terdiri dari : KT1 = 1 lubang tanam terdapat 1 benih; KT2 = 1 lubang tanam terdapat 2 benih; KT3 = 1 lubang tanam terdapat 3 benih; dan KT4 = 1 lubang tanam terdapat 4 benih.  Variabel yang diukur yaitu produksi berat segar daun, berat segar batang, berat segar malai dan kandungan brix. Hasil analisis menunjukkan bahwa fase pemanenan memberikan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi bahan kering, rasio daun batang dan kapasitas tampung. Fase hard dough memiliki produksi bahan kering dan kapasitas tampung sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari fase soft dough dan fase berbunga. Fase soft dough memiliki rasio daun batang yang sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari fase hard dough dan fase berbunga. Disimpulkan bahwa perbedaan fase pemanenan tanaman sorgum memberikan perbedaan produktivitas, kapasitas tampung dan rasio daun batang, dimana untuk produktivitas bahan kering dan kapasitas tampung yang tertinggi diperoleh pada fase hard dough sedangkan untuk rasio daun batang tertinggi diperoleh pada fase soft dough.
Title: Pengaruh Kerapatan Tanam terhadap Produksi Tanaman Sorgum Varietas Pahat
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas tanaman sorgum varietas pahat pada tingkat kerapatan tanam yang berbeda.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perbedaan tingkat kerapatan tanam dan masing-masing diulang sebanyak 9 kali.
Tingkat kerapatan tanam terdiri dari : KT1 = 1 lubang tanam terdapat 1 benih; KT2 = 1 lubang tanam terdapat 2 benih; KT3 = 1 lubang tanam terdapat 3 benih; dan KT4 = 1 lubang tanam terdapat 4 benih.
 Variabel yang diukur yaitu produksi berat segar daun, berat segar batang, berat segar malai dan kandungan brix.
Hasil analisis menunjukkan bahwa fase pemanenan memberikan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi bahan kering, rasio daun batang dan kapasitas tampung.
Fase hard dough memiliki produksi bahan kering dan kapasitas tampung sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari fase soft dough dan fase berbunga.
Fase soft dough memiliki rasio daun batang yang sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari fase hard dough dan fase berbunga.
Disimpulkan bahwa perbedaan fase pemanenan tanaman sorgum memberikan perbedaan produktivitas, kapasitas tampung dan rasio daun batang, dimana untuk produktivitas bahan kering dan kapasitas tampung yang tertinggi diperoleh pada fase hard dough sedangkan untuk rasio daun batang tertinggi diperoleh pada fase soft dough.

Related Results

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMULIA DAN VARIETAS TANAMAN DALAM KERANGKA HUKUM PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN DI INDONESIA
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMULIA DAN VARIETAS TANAMAN DALAM KERANGKA HUKUM PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN DI INDONESIA
Undang-Undang Perlindungan Varietas Tanaman memberikan perlindungan hukum bagi pemulia tanaman atas karya mereka dalam mengembangkan varietas unggul. Namun keberadaan lembaga perli...
PENGGUNAAN RADIASI MULTIGAMMA UNTUK REKAYASA GENETIK TANAMAN SORGUM LOKAL ASAL NIKI-NIKI SOE
PENGGUNAAN RADIASI MULTIGAMMA UNTUK REKAYASA GENETIK TANAMAN SORGUM LOKAL ASAL NIKI-NIKI SOE
Abstrak Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode radiasi multigamma untuk rekayasa genetik pada tanamn sorgum lokal asal Niki-Niki Soe di Desa Penfui, Kecamatan K...
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...
PENANAMAN BENIH SORGUM DALAM KEGIATAN PENGABDIAN DESA DI DESA GUNUNGMANIK KUNINGAN
PENANAMAN BENIH SORGUM DALAM KEGIATAN PENGABDIAN DESA DI DESA GUNUNGMANIK KUNINGAN
Abstract The sorghum plant is a cereal plant. Sorghum has long been known in Indonesia but was forgotten. This plant has a long history as a main food source in several regions. H...

Back to Top